alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Warga Sita Mobil Pembuang Limbah

Resah karena Buang Sampah Basah di Dekat Permukiman

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesal dengan oknum yang membuang limbah basah di kawasan Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, warga bergerak menyita mobil pikap bernopol B 9557 QV yang dikendarai Syaiful Kowi, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (24/4) sore lalu. Mobil ini ditengarai membawa tumpukan limbah dan membuangnya tak jauh dari kawasan permukiman warga.

Lokasi pembuangan sampah ini berada tidak jauh dari kantor Balai Desa. Bahkan, lokasi yang berada di pinggir jalan desa tersebut hanya dipasang penutup dari seng saja. Dari luar terlihat tumpukan kardus dan sampah plastik serta limbah basah, sehingga menimbulkan bau yang cukup menyengat.

Aan Khunaifi, salah satu warga setempat mengatakan, awalnya warga tidak curiga kalau lahan milik Haji Imam, 50, warga Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, itu dijadikan tempat membuang limbah basah. Pembuangan sampahnya dilakukan seminggu sekali, namun meninggalkan bau yang cukup menyengat. Lebih parah lagi jika musim hujan, ulat dari sisa makanan yang sudah membusuk itu keluar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga mulai curiga setelah mencium bau busuk yang sangat menyengat dari lahan yang tak jauh dari permukiman tersebut. Setelah mengecek ke lokasi pekarangan berpagar seng tersebut, warga menemukan tumpukan sampah sisa makanan yang sudah membusuk. “Sekitar satu bulan lahan ini sudah menjadi tempat pembuangan limbah,” katanya.

Karena kesal, kata Aan, warga lantas berjaga di sekitar kawasan tersebut untuk menunggu kendaraan mana yang mengangkut sampah tersebut. Apalagi, selama ini warga tidak pernah tahu kapan kendaraan pengangkut limbah makanan dan membuangnya ke lahan di kawasan permukiman mereka itu datang. “Kami curiga membuangnya itu malam hari. Makanya, warga sengaja nyanggong kendaraan tersebut,” ujarnya.

Lama menunggu, kendaraan yang dicurigai tak kunjung datang. Hingga akhirnya, ketika petang datang, tampak pikap hitam masuk ke lahan berpagar seng itu. Warga langsung menghubungi Kepala Desa Wonosari untuk menghadang dan membawa kendaraan bersama sang sopir ke kantor desa. Hingga berita ini ditulis, kendaraan yang di dalamnya ada perangkat dan alat itu masih ditahan di balai desa setempat. Belum diambil oleh pemiliknya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesal dengan oknum yang membuang limbah basah di kawasan Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, warga bergerak menyita mobil pikap bernopol B 9557 QV yang dikendarai Syaiful Kowi, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (24/4) sore lalu. Mobil ini ditengarai membawa tumpukan limbah dan membuangnya tak jauh dari kawasan permukiman warga.

Lokasi pembuangan sampah ini berada tidak jauh dari kantor Balai Desa. Bahkan, lokasi yang berada di pinggir jalan desa tersebut hanya dipasang penutup dari seng saja. Dari luar terlihat tumpukan kardus dan sampah plastik serta limbah basah, sehingga menimbulkan bau yang cukup menyengat.

Aan Khunaifi, salah satu warga setempat mengatakan, awalnya warga tidak curiga kalau lahan milik Haji Imam, 50, warga Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, itu dijadikan tempat membuang limbah basah. Pembuangan sampahnya dilakukan seminggu sekali, namun meninggalkan bau yang cukup menyengat. Lebih parah lagi jika musim hujan, ulat dari sisa makanan yang sudah membusuk itu keluar.

Warga mulai curiga setelah mencium bau busuk yang sangat menyengat dari lahan yang tak jauh dari permukiman tersebut. Setelah mengecek ke lokasi pekarangan berpagar seng tersebut, warga menemukan tumpukan sampah sisa makanan yang sudah membusuk. “Sekitar satu bulan lahan ini sudah menjadi tempat pembuangan limbah,” katanya.

Karena kesal, kata Aan, warga lantas berjaga di sekitar kawasan tersebut untuk menunggu kendaraan mana yang mengangkut sampah tersebut. Apalagi, selama ini warga tidak pernah tahu kapan kendaraan pengangkut limbah makanan dan membuangnya ke lahan di kawasan permukiman mereka itu datang. “Kami curiga membuangnya itu malam hari. Makanya, warga sengaja nyanggong kendaraan tersebut,” ujarnya.

Lama menunggu, kendaraan yang dicurigai tak kunjung datang. Hingga akhirnya, ketika petang datang, tampak pikap hitam masuk ke lahan berpagar seng itu. Warga langsung menghubungi Kepala Desa Wonosari untuk menghadang dan membawa kendaraan bersama sang sopir ke kantor desa. Hingga berita ini ditulis, kendaraan yang di dalamnya ada perangkat dan alat itu masih ditahan di balai desa setempat. Belum diambil oleh pemiliknya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesal dengan oknum yang membuang limbah basah di kawasan Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, warga bergerak menyita mobil pikap bernopol B 9557 QV yang dikendarai Syaiful Kowi, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu (24/4) sore lalu. Mobil ini ditengarai membawa tumpukan limbah dan membuangnya tak jauh dari kawasan permukiman warga.

Lokasi pembuangan sampah ini berada tidak jauh dari kantor Balai Desa. Bahkan, lokasi yang berada di pinggir jalan desa tersebut hanya dipasang penutup dari seng saja. Dari luar terlihat tumpukan kardus dan sampah plastik serta limbah basah, sehingga menimbulkan bau yang cukup menyengat.

Aan Khunaifi, salah satu warga setempat mengatakan, awalnya warga tidak curiga kalau lahan milik Haji Imam, 50, warga Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, itu dijadikan tempat membuang limbah basah. Pembuangan sampahnya dilakukan seminggu sekali, namun meninggalkan bau yang cukup menyengat. Lebih parah lagi jika musim hujan, ulat dari sisa makanan yang sudah membusuk itu keluar.

Warga mulai curiga setelah mencium bau busuk yang sangat menyengat dari lahan yang tak jauh dari permukiman tersebut. Setelah mengecek ke lokasi pekarangan berpagar seng tersebut, warga menemukan tumpukan sampah sisa makanan yang sudah membusuk. “Sekitar satu bulan lahan ini sudah menjadi tempat pembuangan limbah,” katanya.

Karena kesal, kata Aan, warga lantas berjaga di sekitar kawasan tersebut untuk menunggu kendaraan mana yang mengangkut sampah tersebut. Apalagi, selama ini warga tidak pernah tahu kapan kendaraan pengangkut limbah makanan dan membuangnya ke lahan di kawasan permukiman mereka itu datang. “Kami curiga membuangnya itu malam hari. Makanya, warga sengaja nyanggong kendaraan tersebut,” ujarnya.

Lama menunggu, kendaraan yang dicurigai tak kunjung datang. Hingga akhirnya, ketika petang datang, tampak pikap hitam masuk ke lahan berpagar seng itu. Warga langsung menghubungi Kepala Desa Wonosari untuk menghadang dan membawa kendaraan bersama sang sopir ke kantor desa. Hingga berita ini ditulis, kendaraan yang di dalamnya ada perangkat dan alat itu masih ditahan di balai desa setempat. Belum diambil oleh pemiliknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/