alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Mahasiswa Rantau Pilih Menetap di Kos

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga hari ini, masa kuliah mahasiswa masih dijalankan secara daring sejak adanya wabah Covid-19. Selama kebijakan itu diberlakukan, cukup banyak mahasiswa yang merasakan dampaknya. Salah satunya adalah mahasiswa rantau yang tidak kembali ke kampung halamannya. Sebab, beberapa daerah mereka ada yang masuk kawasan red zone hingga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, mereka harus tinggal menetap lebih lama di tempat kos dan kontrakan, sambil tetap mengikuti kuliah daring dan menjalani puasa Ramadan hingga Covid-19 benar-benar berlalu. “Dari lokasi yang kita sisir, ada sekitar 50-an mahasiswa yang tidak bisa pulang dan menetap di tempat kos masing-masing,” kata Ketua Satgas Covid-19 IAIN Jember Hefni Zain.

Karena itu, Hefni bersama tim Satgas Covid menghampiri dan memberikan bantuan beras serta nasi bungkus, yang rutin disalurkan setiap hari Selasa. Tak hanya mahasiswa dari luar daerah dan luar kota, bahkan ada beberapa mahasiswanya yang juga berasal dari luar negeri. “Paling banyak mahasiswa dari Thailand,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAIN Jember itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga hari ini, masa kuliah mahasiswa masih dijalankan secara daring sejak adanya wabah Covid-19. Selama kebijakan itu diberlakukan, cukup banyak mahasiswa yang merasakan dampaknya. Salah satunya adalah mahasiswa rantau yang tidak kembali ke kampung halamannya. Sebab, beberapa daerah mereka ada yang masuk kawasan red zone hingga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, mereka harus tinggal menetap lebih lama di tempat kos dan kontrakan, sambil tetap mengikuti kuliah daring dan menjalani puasa Ramadan hingga Covid-19 benar-benar berlalu. “Dari lokasi yang kita sisir, ada sekitar 50-an mahasiswa yang tidak bisa pulang dan menetap di tempat kos masing-masing,” kata Ketua Satgas Covid-19 IAIN Jember Hefni Zain.

Karena itu, Hefni bersama tim Satgas Covid menghampiri dan memberikan bantuan beras serta nasi bungkus, yang rutin disalurkan setiap hari Selasa. Tak hanya mahasiswa dari luar daerah dan luar kota, bahkan ada beberapa mahasiswanya yang juga berasal dari luar negeri. “Paling banyak mahasiswa dari Thailand,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAIN Jember itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga hari ini, masa kuliah mahasiswa masih dijalankan secara daring sejak adanya wabah Covid-19. Selama kebijakan itu diberlakukan, cukup banyak mahasiswa yang merasakan dampaknya. Salah satunya adalah mahasiswa rantau yang tidak kembali ke kampung halamannya. Sebab, beberapa daerah mereka ada yang masuk kawasan red zone hingga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, mereka harus tinggal menetap lebih lama di tempat kos dan kontrakan, sambil tetap mengikuti kuliah daring dan menjalani puasa Ramadan hingga Covid-19 benar-benar berlalu. “Dari lokasi yang kita sisir, ada sekitar 50-an mahasiswa yang tidak bisa pulang dan menetap di tempat kos masing-masing,” kata Ketua Satgas Covid-19 IAIN Jember Hefni Zain.

Karena itu, Hefni bersama tim Satgas Covid menghampiri dan memberikan bantuan beras serta nasi bungkus, yang rutin disalurkan setiap hari Selasa. Tak hanya mahasiswa dari luar daerah dan luar kota, bahkan ada beberapa mahasiswanya yang juga berasal dari luar negeri. “Paling banyak mahasiswa dari Thailand,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAIN Jember itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/