alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

 Jujur Saja, Puasa Atau Tidak?

Gara-gara Malu, Warga Dapat Nasi Basi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Makanan warga yang dikarantina di Jember Sport Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung sempat membuat heboh dunia maya sejak Jumat (24/4) lalu. Sebagian netizen mencibir tentang nasi tanpa lauk serta nasi yang sudah basi. Bahkan, tak sedikit orang yang berceloteh tanpa mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi.

Nah, untuk mengetahui kebenarannya, wartawan Jawa Pos Radar Jember langsung mendatangi dapur umum di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kaliwates Jember. Hal tersebut penting karena dapur umum menjadi penanggung jawab atas ketersediaan makanan warga yang sedang dikarantina. Hasilnya, apa yang tersebar di media sosial justru berbanding terbalik dengan kenyataan. Ada kesalahan yang tidak perlu terulang. Lebih baik, setiap warga mengedepankan kejujuran.

Ceritanya, seluruh warga yang dikarantina demi penanganan Covid-19 telah didata siapa saja yang berpuasa dan siapa yang tidak. Pendataan dilakukan sehari sebelum puasa. Tepatnya pada Kamis (24/4). Diketahui, ada 5 orang yang menyatakan tidak berpuasa dari total 170-an orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, Jumat (24/4) dini hari, pihak dapur umum mengirim sebanyak 200 nasi untuk memenuhi kebutuhan warga yang berada di JSG. Seluruhnya melakukan santap sahur. Begitu waktu imsak, beberapa nasi bungkus dengan lauk telur dan lauk ikan lele kontan masih banyak yang tersisa.

“Jumlah setiap pengiriman pasti kami lebihkan. Jadi, saat itu kami mengirim 200 nasi untuk memenuhi 170-an warga. Itu untuk yang dikarantina maupun petugasnya. Ada nasi pakai ikan lele dan ada nasi pakai telur. Jadi, semuanya masih segar karena masaknya malam untuk dini hari,” papar Koordinator Liposos Dinsos, Rony Efendy.

Setelah pagi harinya atau Jumat pagi, Dapur Umum Liposos mengirim 20 nasi untuk memenuhi 5 warga yang sudah menyatakan tidak berpuasa. Siapa sangka, pagi hari itu ada lebih dari 20 orang yang tidak berpuasa tanpa diketahui pihak Liposos. Nasi yang jumlahnya 20 kemudian diberikan kepada 5 orang yang tidak berpuasa. Sementara sisanya dimakan oleh warga yang medot puasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Makanan warga yang dikarantina di Jember Sport Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung sempat membuat heboh dunia maya sejak Jumat (24/4) lalu. Sebagian netizen mencibir tentang nasi tanpa lauk serta nasi yang sudah basi. Bahkan, tak sedikit orang yang berceloteh tanpa mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi.

Nah, untuk mengetahui kebenarannya, wartawan Jawa Pos Radar Jember langsung mendatangi dapur umum di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kaliwates Jember. Hal tersebut penting karena dapur umum menjadi penanggung jawab atas ketersediaan makanan warga yang sedang dikarantina. Hasilnya, apa yang tersebar di media sosial justru berbanding terbalik dengan kenyataan. Ada kesalahan yang tidak perlu terulang. Lebih baik, setiap warga mengedepankan kejujuran.

Ceritanya, seluruh warga yang dikarantina demi penanganan Covid-19 telah didata siapa saja yang berpuasa dan siapa yang tidak. Pendataan dilakukan sehari sebelum puasa. Tepatnya pada Kamis (24/4). Diketahui, ada 5 orang yang menyatakan tidak berpuasa dari total 170-an orang.

Nah, Jumat (24/4) dini hari, pihak dapur umum mengirim sebanyak 200 nasi untuk memenuhi kebutuhan warga yang berada di JSG. Seluruhnya melakukan santap sahur. Begitu waktu imsak, beberapa nasi bungkus dengan lauk telur dan lauk ikan lele kontan masih banyak yang tersisa.

“Jumlah setiap pengiriman pasti kami lebihkan. Jadi, saat itu kami mengirim 200 nasi untuk memenuhi 170-an warga. Itu untuk yang dikarantina maupun petugasnya. Ada nasi pakai ikan lele dan ada nasi pakai telur. Jadi, semuanya masih segar karena masaknya malam untuk dini hari,” papar Koordinator Liposos Dinsos, Rony Efendy.

Setelah pagi harinya atau Jumat pagi, Dapur Umum Liposos mengirim 20 nasi untuk memenuhi 5 warga yang sudah menyatakan tidak berpuasa. Siapa sangka, pagi hari itu ada lebih dari 20 orang yang tidak berpuasa tanpa diketahui pihak Liposos. Nasi yang jumlahnya 20 kemudian diberikan kepada 5 orang yang tidak berpuasa. Sementara sisanya dimakan oleh warga yang medot puasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Makanan warga yang dikarantina di Jember Sport Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung sempat membuat heboh dunia maya sejak Jumat (24/4) lalu. Sebagian netizen mencibir tentang nasi tanpa lauk serta nasi yang sudah basi. Bahkan, tak sedikit orang yang berceloteh tanpa mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi.

Nah, untuk mengetahui kebenarannya, wartawan Jawa Pos Radar Jember langsung mendatangi dapur umum di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kaliwates Jember. Hal tersebut penting karena dapur umum menjadi penanggung jawab atas ketersediaan makanan warga yang sedang dikarantina. Hasilnya, apa yang tersebar di media sosial justru berbanding terbalik dengan kenyataan. Ada kesalahan yang tidak perlu terulang. Lebih baik, setiap warga mengedepankan kejujuran.

Ceritanya, seluruh warga yang dikarantina demi penanganan Covid-19 telah didata siapa saja yang berpuasa dan siapa yang tidak. Pendataan dilakukan sehari sebelum puasa. Tepatnya pada Kamis (24/4). Diketahui, ada 5 orang yang menyatakan tidak berpuasa dari total 170-an orang.

Nah, Jumat (24/4) dini hari, pihak dapur umum mengirim sebanyak 200 nasi untuk memenuhi kebutuhan warga yang berada di JSG. Seluruhnya melakukan santap sahur. Begitu waktu imsak, beberapa nasi bungkus dengan lauk telur dan lauk ikan lele kontan masih banyak yang tersisa.

“Jumlah setiap pengiriman pasti kami lebihkan. Jadi, saat itu kami mengirim 200 nasi untuk memenuhi 170-an warga. Itu untuk yang dikarantina maupun petugasnya. Ada nasi pakai ikan lele dan ada nasi pakai telur. Jadi, semuanya masih segar karena masaknya malam untuk dini hari,” papar Koordinator Liposos Dinsos, Rony Efendy.

Setelah pagi harinya atau Jumat pagi, Dapur Umum Liposos mengirim 20 nasi untuk memenuhi 5 warga yang sudah menyatakan tidak berpuasa. Siapa sangka, pagi hari itu ada lebih dari 20 orang yang tidak berpuasa tanpa diketahui pihak Liposos. Nasi yang jumlahnya 20 kemudian diberikan kepada 5 orang yang tidak berpuasa. Sementara sisanya dimakan oleh warga yang medot puasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/