alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tumbuhkan Gotong Royong Lewat Gontor Waled Sungai Bedadung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketergantungan warga Jember terhadap sungai Bedadung sangat lah besar. Apalagi, Jember merupakan kota agraris, miniatur Indonesia. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Tak heran, keberadaan sungai menjadi bagian vital yang perlu dilestarikan untuk kemakmuran warga dan menopang ketahanan pangan nasional.

Pola hidup masyarakat di Jember sejauh ini tidak lepas dari anugerah Tuhan berupa sungai yang mengaliri persawahan. Sungai Bedadung yang panjangnya 48.875 meter dijadikan salah satu perangsang untuk menumbuhkan gotong royong yang kian memudar. Melalui Gontor Waled Sungai Bedadung tersebut, Bupati Hendy Siswanto yakin, Jember akan makmur jika gotong royong seperti itu kembali digalakkan.

Mengawali Gontor Walet atau pembersihan lumpur di sungai Bedadung, tepatnya di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3) pagi, Bupati Hendy juga langsung terjun, melakukan pembersihan lumpur sungai bersama-sama masyarakat. Di lokasi itu, kebersamaan pun nampak terlihat, mulai dari Forkopimda, Muspika, TNI dan Polri, Gapoktan, HIPPA, para relawan serta masyarakat. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bergotong-royong bersama untuk menggelontorkan wallet di sungai ini. Semuanya sangat kompak luar biasa,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, pemkab sengaja melakukan bersih-bersih sungai secara manual. Tujuannya agar gotong royong di tengah masyarakat kembali tumbuh. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, maka untuk membuat Jember maju, bersih, dan nyaman akan bisa cepat tercapai.

“Kalau semuanya kompak seperti ini, semuanya diusung bersama-sama dengan rukun, Insyaallah Jember akan lebih makmur dalam persoalan apapun,” papar suami Ketua TP PKK Jember, Kasih Fajarrini tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketergantungan warga Jember terhadap sungai Bedadung sangat lah besar. Apalagi, Jember merupakan kota agraris, miniatur Indonesia. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Tak heran, keberadaan sungai menjadi bagian vital yang perlu dilestarikan untuk kemakmuran warga dan menopang ketahanan pangan nasional.

Pola hidup masyarakat di Jember sejauh ini tidak lepas dari anugerah Tuhan berupa sungai yang mengaliri persawahan. Sungai Bedadung yang panjangnya 48.875 meter dijadikan salah satu perangsang untuk menumbuhkan gotong royong yang kian memudar. Melalui Gontor Waled Sungai Bedadung tersebut, Bupati Hendy Siswanto yakin, Jember akan makmur jika gotong royong seperti itu kembali digalakkan.

Mengawali Gontor Walet atau pembersihan lumpur di sungai Bedadung, tepatnya di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3) pagi, Bupati Hendy juga langsung terjun, melakukan pembersihan lumpur sungai bersama-sama masyarakat. Di lokasi itu, kebersamaan pun nampak terlihat, mulai dari Forkopimda, Muspika, TNI dan Polri, Gapoktan, HIPPA, para relawan serta masyarakat. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bergotong-royong bersama untuk menggelontorkan wallet di sungai ini. Semuanya sangat kompak luar biasa,” ucapnya.

Dikatakan, pemkab sengaja melakukan bersih-bersih sungai secara manual. Tujuannya agar gotong royong di tengah masyarakat kembali tumbuh. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, maka untuk membuat Jember maju, bersih, dan nyaman akan bisa cepat tercapai.

“Kalau semuanya kompak seperti ini, semuanya diusung bersama-sama dengan rukun, Insyaallah Jember akan lebih makmur dalam persoalan apapun,” papar suami Ketua TP PKK Jember, Kasih Fajarrini tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketergantungan warga Jember terhadap sungai Bedadung sangat lah besar. Apalagi, Jember merupakan kota agraris, miniatur Indonesia. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Tak heran, keberadaan sungai menjadi bagian vital yang perlu dilestarikan untuk kemakmuran warga dan menopang ketahanan pangan nasional.

Pola hidup masyarakat di Jember sejauh ini tidak lepas dari anugerah Tuhan berupa sungai yang mengaliri persawahan. Sungai Bedadung yang panjangnya 48.875 meter dijadikan salah satu perangsang untuk menumbuhkan gotong royong yang kian memudar. Melalui Gontor Waled Sungai Bedadung tersebut, Bupati Hendy Siswanto yakin, Jember akan makmur jika gotong royong seperti itu kembali digalakkan.

Mengawali Gontor Walet atau pembersihan lumpur di sungai Bedadung, tepatnya di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3) pagi, Bupati Hendy juga langsung terjun, melakukan pembersihan lumpur sungai bersama-sama masyarakat. Di lokasi itu, kebersamaan pun nampak terlihat, mulai dari Forkopimda, Muspika, TNI dan Polri, Gapoktan, HIPPA, para relawan serta masyarakat. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bergotong-royong bersama untuk menggelontorkan wallet di sungai ini. Semuanya sangat kompak luar biasa,” ucapnya.

Dikatakan, pemkab sengaja melakukan bersih-bersih sungai secara manual. Tujuannya agar gotong royong di tengah masyarakat kembali tumbuh. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, maka untuk membuat Jember maju, bersih, dan nyaman akan bisa cepat tercapai.

“Kalau semuanya kompak seperti ini, semuanya diusung bersama-sama dengan rukun, Insyaallah Jember akan lebih makmur dalam persoalan apapun,” papar suami Ketua TP PKK Jember, Kasih Fajarrini tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/