alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Ritual Ngembak Geni Dilakukan Sederhana

Mobile_AP_Rectangle 1

UMBULSARI.RADARJEMBER.ID- Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada upacara Ngembak Geni di Pura Swasty Dharma, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, dilakukan cukup sederhana. Ini sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Kendati begitu, masih ada umat Hindu yang datang ke rumah ibadah tersebut. Karenanya, sebagai antisipasi, petugas memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung yang akan masuk ke pura. Petugas juga menyediakan cairan pembersih tangan. Setiap umat yang datang diminta mensterilkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer tersebut.

Upacara Ngembak Geni merupakan ritual penutup dari Catur Brata menyambut Tahun Baru Saka 1942 yang bertepatan dengan tahun 2020 ini. Acara itu diselenggarakan Kamis (26/03) kemarin. Ratusan umat Hindu Dharma dari Desa Sukoreno hadir untuk mengikuti upacara tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ngembak Geni, ritual yang biasa dikerjakan umat Hindu sehari setelah Hari Raya Nyepi Ngembak Geni merupakan bahasa Bali yang memiliki makna bebas menyalakan api. Namun, saat ritual ini dilakukan, umat Hindu tidak boleh menyalakan api (amati geni), tidak boleh bekerja (amati karya), tidak boleh bepergian (amati lelungan). Selain itu, dilarang mendengarkan musik atau berhibur (amati lelagunan).

Pada hari Ngembak Geni, umat Hindu melakukan sembahyang dan memanjatkan doa kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Mereka memohon agar pada tahun baru Saka mereka diberikan kemudahan, kebaikan, dan kembali menjadi manusia baru lagi yang bersih juga suci dari segala dosa di masa lalu.

- Advertisement -

UMBULSARI.RADARJEMBER.ID- Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada upacara Ngembak Geni di Pura Swasty Dharma, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, dilakukan cukup sederhana. Ini sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Kendati begitu, masih ada umat Hindu yang datang ke rumah ibadah tersebut. Karenanya, sebagai antisipasi, petugas memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung yang akan masuk ke pura. Petugas juga menyediakan cairan pembersih tangan. Setiap umat yang datang diminta mensterilkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer tersebut.

Upacara Ngembak Geni merupakan ritual penutup dari Catur Brata menyambut Tahun Baru Saka 1942 yang bertepatan dengan tahun 2020 ini. Acara itu diselenggarakan Kamis (26/03) kemarin. Ratusan umat Hindu Dharma dari Desa Sukoreno hadir untuk mengikuti upacara tersebut.

Ngembak Geni, ritual yang biasa dikerjakan umat Hindu sehari setelah Hari Raya Nyepi Ngembak Geni merupakan bahasa Bali yang memiliki makna bebas menyalakan api. Namun, saat ritual ini dilakukan, umat Hindu tidak boleh menyalakan api (amati geni), tidak boleh bekerja (amati karya), tidak boleh bepergian (amati lelungan). Selain itu, dilarang mendengarkan musik atau berhibur (amati lelagunan).

Pada hari Ngembak Geni, umat Hindu melakukan sembahyang dan memanjatkan doa kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Mereka memohon agar pada tahun baru Saka mereka diberikan kemudahan, kebaikan, dan kembali menjadi manusia baru lagi yang bersih juga suci dari segala dosa di masa lalu.

UMBULSARI.RADARJEMBER.ID- Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada upacara Ngembak Geni di Pura Swasty Dharma, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, dilakukan cukup sederhana. Ini sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Kendati begitu, masih ada umat Hindu yang datang ke rumah ibadah tersebut. Karenanya, sebagai antisipasi, petugas memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung yang akan masuk ke pura. Petugas juga menyediakan cairan pembersih tangan. Setiap umat yang datang diminta mensterilkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer tersebut.

Upacara Ngembak Geni merupakan ritual penutup dari Catur Brata menyambut Tahun Baru Saka 1942 yang bertepatan dengan tahun 2020 ini. Acara itu diselenggarakan Kamis (26/03) kemarin. Ratusan umat Hindu Dharma dari Desa Sukoreno hadir untuk mengikuti upacara tersebut.

Ngembak Geni, ritual yang biasa dikerjakan umat Hindu sehari setelah Hari Raya Nyepi Ngembak Geni merupakan bahasa Bali yang memiliki makna bebas menyalakan api. Namun, saat ritual ini dilakukan, umat Hindu tidak boleh menyalakan api (amati geni), tidak boleh bekerja (amati karya), tidak boleh bepergian (amati lelungan). Selain itu, dilarang mendengarkan musik atau berhibur (amati lelagunan).

Pada hari Ngembak Geni, umat Hindu melakukan sembahyang dan memanjatkan doa kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Mereka memohon agar pada tahun baru Saka mereka diberikan kemudahan, kebaikan, dan kembali menjadi manusia baru lagi yang bersih juga suci dari segala dosa di masa lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/