alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Popo Dituntut Ringan

Mobile_AP_Rectangle 1

Dua terdakwa kasus korupsi dana hibah Askab PSSI Jember rupanya tidak sampai menerima tuntutan maksimal. Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya membanderol hukuman 1 tahun 6 bulan. Pertimbangannya, karena semua kerugian negara sudah dikembalikan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember, Asih SH saat diwawancarai mengaku, pihaknya menuntut Diponegoro alias Popo (mantan ketua Askab PSSI Jember) dan Ari Dwi Susanto (mantan bendahara Askab PSSI Jember) dengan hukuman 1,5 tahun penjara. “Mereka juga kami tuntut bayar denda Rp 50 juta,” ungkapnya.

Menurut Asih, pihaknya tidak bisa menuntut maksimal karena sesuai SOP di institusinya. Tersangka korupsi yang pengembalian kerugian negara secara penuh berhak mendapatkan keringanan tuntutan. Terlebih, Popo sudah mengembalikan duit Rp 2,6 miliar yang diduga telah dikorupsinya bersama Ari Dwi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Asih menjelaskan, persoalan siapa pun yang mengembalikan kerugian duit negara, pihaknya tidak begitu mempermasalahkan. Namun yang pasti, duit pengembaliannya penuh sesuai hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim. “Semua uang yang dititipkan ke Kejari Jember dari pihak Diponegoro,” akunya.

Sejumlah duit yang dinilai merugikan negara karena korupsi yang dilakukan mantan ketua dan mantan bendahara Askab PSSI Jember, diserahkan dalam dua tahap.

- Advertisement -

Dua terdakwa kasus korupsi dana hibah Askab PSSI Jember rupanya tidak sampai menerima tuntutan maksimal. Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya membanderol hukuman 1 tahun 6 bulan. Pertimbangannya, karena semua kerugian negara sudah dikembalikan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember, Asih SH saat diwawancarai mengaku, pihaknya menuntut Diponegoro alias Popo (mantan ketua Askab PSSI Jember) dan Ari Dwi Susanto (mantan bendahara Askab PSSI Jember) dengan hukuman 1,5 tahun penjara. “Mereka juga kami tuntut bayar denda Rp 50 juta,” ungkapnya.

Menurut Asih, pihaknya tidak bisa menuntut maksimal karena sesuai SOP di institusinya. Tersangka korupsi yang pengembalian kerugian negara secara penuh berhak mendapatkan keringanan tuntutan. Terlebih, Popo sudah mengembalikan duit Rp 2,6 miliar yang diduga telah dikorupsinya bersama Ari Dwi.

Asih menjelaskan, persoalan siapa pun yang mengembalikan kerugian duit negara, pihaknya tidak begitu mempermasalahkan. Namun yang pasti, duit pengembaliannya penuh sesuai hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim. “Semua uang yang dititipkan ke Kejari Jember dari pihak Diponegoro,” akunya.

Sejumlah duit yang dinilai merugikan negara karena korupsi yang dilakukan mantan ketua dan mantan bendahara Askab PSSI Jember, diserahkan dalam dua tahap.

Dua terdakwa kasus korupsi dana hibah Askab PSSI Jember rupanya tidak sampai menerima tuntutan maksimal. Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya membanderol hukuman 1 tahun 6 bulan. Pertimbangannya, karena semua kerugian negara sudah dikembalikan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember, Asih SH saat diwawancarai mengaku, pihaknya menuntut Diponegoro alias Popo (mantan ketua Askab PSSI Jember) dan Ari Dwi Susanto (mantan bendahara Askab PSSI Jember) dengan hukuman 1,5 tahun penjara. “Mereka juga kami tuntut bayar denda Rp 50 juta,” ungkapnya.

Menurut Asih, pihaknya tidak bisa menuntut maksimal karena sesuai SOP di institusinya. Tersangka korupsi yang pengembalian kerugian negara secara penuh berhak mendapatkan keringanan tuntutan. Terlebih, Popo sudah mengembalikan duit Rp 2,6 miliar yang diduga telah dikorupsinya bersama Ari Dwi.

Asih menjelaskan, persoalan siapa pun yang mengembalikan kerugian duit negara, pihaknya tidak begitu mempermasalahkan. Namun yang pasti, duit pengembaliannya penuh sesuai hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim. “Semua uang yang dititipkan ke Kejari Jember dari pihak Diponegoro,” akunya.

Sejumlah duit yang dinilai merugikan negara karena korupsi yang dilakukan mantan ketua dan mantan bendahara Askab PSSI Jember, diserahkan dalam dua tahap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/