alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Perguruan Silat Lurug Polsek

Mobile_AP_Rectangle 1

Belasan anggota pencak silat Cempaka Putih (CP) Selasa siang mendatangi Polsek Gumukmas. Kedatangan kelompok perguruan silat untuk melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya. Kasus penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu perguruan pencak silat lain.

Kejadian bermula saat perguruan Cempaka Putih melalukan latihan rutin pada Senin malam. Sekitar pukul 21.30, ada empat orang yang mengaku dari perguruan lain datang ke lokasi latihan mereka. Empat orang yang datang tersebut menantang belasan anak yang sedang berlatih.

Tantangan mereka pun disanggupi oleh salah satu tetua Cempaka Putih. Hanya saja, pertarungan tersebut dilakukan satu lawan satu. “Kami mau sparing saat itu, hanya duel. Dengan dihitung berat badan biar imbang istilahnya,” kata Imam Muzaky, korban penganiayaan.

- Advertisement -

Belasan anggota pencak silat Cempaka Putih (CP) Selasa siang mendatangi Polsek Gumukmas. Kedatangan kelompok perguruan silat untuk melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya. Kasus penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu perguruan pencak silat lain.

Kejadian bermula saat perguruan Cempaka Putih melalukan latihan rutin pada Senin malam. Sekitar pukul 21.30, ada empat orang yang mengaku dari perguruan lain datang ke lokasi latihan mereka. Empat orang yang datang tersebut menantang belasan anak yang sedang berlatih.

Tantangan mereka pun disanggupi oleh salah satu tetua Cempaka Putih. Hanya saja, pertarungan tersebut dilakukan satu lawan satu. “Kami mau sparing saat itu, hanya duel. Dengan dihitung berat badan biar imbang istilahnya,” kata Imam Muzaky, korban penganiayaan.

Belasan anggota pencak silat Cempaka Putih (CP) Selasa siang mendatangi Polsek Gumukmas. Kedatangan kelompok perguruan silat untuk melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya. Kasus penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu perguruan pencak silat lain.

Kejadian bermula saat perguruan Cempaka Putih melalukan latihan rutin pada Senin malam. Sekitar pukul 21.30, ada empat orang yang mengaku dari perguruan lain datang ke lokasi latihan mereka. Empat orang yang datang tersebut menantang belasan anak yang sedang berlatih.

Tantangan mereka pun disanggupi oleh salah satu tetua Cempaka Putih. Hanya saja, pertarungan tersebut dilakukan satu lawan satu. “Kami mau sparing saat itu, hanya duel. Dengan dihitung berat badan biar imbang istilahnya,” kata Imam Muzaky, korban penganiayaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/