alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mayoritas Pemilih Jokowi Coblos Gus Ipul-Mbak Puti

Mobile_AP_Rectangle 1

Hasil survei lembaga Charta Politika mengungkap sisi lain di balik keunggulan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. Sisi lain itu, pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Jawa Timur mayoritas memberi dukungan pada kandidat nomor 2 itu.

Total angkanya bahkan jomplang dari pasangan Khofifah-Emil Dardak. “Survei kami, awal Maret lalu, suara Jokowi di Jawa Timur untuk Pilpres 2019 mencapai 58,7 persen,” kata Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika di Surabaya, Kamis (22/3/2018).

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 51,3 persen pemilih Jokowi di Jawa Timur memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Sebaliknya, Khofifah-Emil Dardak dipilih 35,9 persen oleh pemilih Jokowi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selisih keduanya mencapai 15,4 persen. Sementara, masih 12,8 persen pemilih Jokowi yang belum memutuskan pilihan di Pilkada Jawa Timur.

”Terlihat jelas, pemilih Jokowi jauh lebih sreg mencoblos Gus Ipu-Mbak Puti, dibanding Khofifah-Emil,” ujar Yunarto Wijaya.

Mengapa muncul hasil seperti di atas? Ada sejumlah hal yang menyebabkan. Pertama, dukungan Jokowi pribadi kepada cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. Sikap Jokowi ini diumumkan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah beberapa waktu lalu.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, Pak Jokowi mendukung Mbak Puti. Apalagi, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi,” kata Basarah.

Rupanya, pesan ini ditangkap jelas oleh warga Jawa Timur. Pesan ini memandu pemilih Jokowi untuk mencoblos Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

“Faktor kedua adalah program Gus Ipul-Puti yang memperkuat program Nawacita milik Presiden Jokowi,” ujar Yunarto.

Program Gus Ipul-Puti Guntur yang punya efek jelas adalah pendidikan gratis untuk SMA/SMK, kebijakan anggaran Madin Plus, pengembangan infrastruktur, dan tambahan Rp 1 triliun untuk Pulau Madura. Gus Ipul dan Mbak Puti juga akan mengembangkan kawasan Selatan, dari Pacitan sampai Banyuwangi.

Pasangan religius dan nasionalis itu juga memberi perhatian terhadap ekonomi kreatif, anak-anak muda milenial, pengembangan perdesaan, hingga pemberdayaan perempuan. Semua itu wujud penguatan Nawacita Jokowi.

“Jadi, pemilih Jokowi dan Gus Ipul-Mbak Puti rasional. Mereka memilih berdasar pertimbangan yang jelas,” kata Yunarto.

- Advertisement -

Hasil survei lembaga Charta Politika mengungkap sisi lain di balik keunggulan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. Sisi lain itu, pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Jawa Timur mayoritas memberi dukungan pada kandidat nomor 2 itu.

Total angkanya bahkan jomplang dari pasangan Khofifah-Emil Dardak. “Survei kami, awal Maret lalu, suara Jokowi di Jawa Timur untuk Pilpres 2019 mencapai 58,7 persen,” kata Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika di Surabaya, Kamis (22/3/2018).

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 51,3 persen pemilih Jokowi di Jawa Timur memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Sebaliknya, Khofifah-Emil Dardak dipilih 35,9 persen oleh pemilih Jokowi.

Selisih keduanya mencapai 15,4 persen. Sementara, masih 12,8 persen pemilih Jokowi yang belum memutuskan pilihan di Pilkada Jawa Timur.

”Terlihat jelas, pemilih Jokowi jauh lebih sreg mencoblos Gus Ipu-Mbak Puti, dibanding Khofifah-Emil,” ujar Yunarto Wijaya.

Mengapa muncul hasil seperti di atas? Ada sejumlah hal yang menyebabkan. Pertama, dukungan Jokowi pribadi kepada cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. Sikap Jokowi ini diumumkan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah beberapa waktu lalu.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, Pak Jokowi mendukung Mbak Puti. Apalagi, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi,” kata Basarah.

Rupanya, pesan ini ditangkap jelas oleh warga Jawa Timur. Pesan ini memandu pemilih Jokowi untuk mencoblos Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

“Faktor kedua adalah program Gus Ipul-Puti yang memperkuat program Nawacita milik Presiden Jokowi,” ujar Yunarto.

Program Gus Ipul-Puti Guntur yang punya efek jelas adalah pendidikan gratis untuk SMA/SMK, kebijakan anggaran Madin Plus, pengembangan infrastruktur, dan tambahan Rp 1 triliun untuk Pulau Madura. Gus Ipul dan Mbak Puti juga akan mengembangkan kawasan Selatan, dari Pacitan sampai Banyuwangi.

Pasangan religius dan nasionalis itu juga memberi perhatian terhadap ekonomi kreatif, anak-anak muda milenial, pengembangan perdesaan, hingga pemberdayaan perempuan. Semua itu wujud penguatan Nawacita Jokowi.

“Jadi, pemilih Jokowi dan Gus Ipul-Mbak Puti rasional. Mereka memilih berdasar pertimbangan yang jelas,” kata Yunarto.

Hasil survei lembaga Charta Politika mengungkap sisi lain di balik keunggulan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. Sisi lain itu, pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Jawa Timur mayoritas memberi dukungan pada kandidat nomor 2 itu.

Total angkanya bahkan jomplang dari pasangan Khofifah-Emil Dardak. “Survei kami, awal Maret lalu, suara Jokowi di Jawa Timur untuk Pilpres 2019 mencapai 58,7 persen,” kata Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika di Surabaya, Kamis (22/3/2018).

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 51,3 persen pemilih Jokowi di Jawa Timur memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Sebaliknya, Khofifah-Emil Dardak dipilih 35,9 persen oleh pemilih Jokowi.

Selisih keduanya mencapai 15,4 persen. Sementara, masih 12,8 persen pemilih Jokowi yang belum memutuskan pilihan di Pilkada Jawa Timur.

”Terlihat jelas, pemilih Jokowi jauh lebih sreg mencoblos Gus Ipu-Mbak Puti, dibanding Khofifah-Emil,” ujar Yunarto Wijaya.

Mengapa muncul hasil seperti di atas? Ada sejumlah hal yang menyebabkan. Pertama, dukungan Jokowi pribadi kepada cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. Sikap Jokowi ini diumumkan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah beberapa waktu lalu.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, Pak Jokowi mendukung Mbak Puti. Apalagi, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi,” kata Basarah.

Rupanya, pesan ini ditangkap jelas oleh warga Jawa Timur. Pesan ini memandu pemilih Jokowi untuk mencoblos Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

“Faktor kedua adalah program Gus Ipul-Puti yang memperkuat program Nawacita milik Presiden Jokowi,” ujar Yunarto.

Program Gus Ipul-Puti Guntur yang punya efek jelas adalah pendidikan gratis untuk SMA/SMK, kebijakan anggaran Madin Plus, pengembangan infrastruktur, dan tambahan Rp 1 triliun untuk Pulau Madura. Gus Ipul dan Mbak Puti juga akan mengembangkan kawasan Selatan, dari Pacitan sampai Banyuwangi.

Pasangan religius dan nasionalis itu juga memberi perhatian terhadap ekonomi kreatif, anak-anak muda milenial, pengembangan perdesaan, hingga pemberdayaan perempuan. Semua itu wujud penguatan Nawacita Jokowi.

“Jadi, pemilih Jokowi dan Gus Ipul-Mbak Puti rasional. Mereka memilih berdasar pertimbangan yang jelas,” kata Yunarto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/