alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Terus Kejar Aktor Besar 

Kejaksaan Tetapkan Tersangka Ketiga Kasus Pasar Manggisan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul, terus berlanjut. Kemarin (24/1), Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali menetapkan seorang tersangka yang menjadi pelaksana proyek. Dia adalah Edi Sandi, pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Edi menjadi tersangka ketiga, setelah kejaksaan menetapkan mantan Kepala Disperindag Anas Ma’ruf dan konsultan perencanaan, Fariz Nurhidayat, sebagai tersangka.

Ditetapkannya Edi semakin mengungkap adanya permainan dalam revitalisasi proyek pasar tersebut. Bagaimana tidak, Anas Ma’ruf, yang saat itu menjadi pengguna anggaran, mempercayakan konsultan perencanaannya kepada Fariz. Sementara itu, Fariz diketahui sebagai orang yang meminjam bendera kepada pengusaha lain.

Nah, permainan itu semakin terlihat saat Edi juga diketahui sebagai orang yang hanya menerima kuasa dari Direktur PT Dita Putri Waranawa. Dengan kata lain, Edi hanyalah seseorang yang meminjam bendera seperti halnya Fariz yang menjadi konsultan perencana. Bedanya, Edi baru diketahui terlibat di Pasar Manggisan, sementara Fariz disebut-sebut menjadi pelaksana proyek pada puluhan pembangunan fisik di Jember. Termasuk dalam kasus ambruknya balai Kantor Kecamatan Jenggawah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tersangka ES ini adalah pelaksananya. Dia yang mendapat kuasa dari direktur (PT Dita Putri Waranawa, Red),” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto, sore kemarin (24/1).

Pria yang juga menjadi Humas Kejari Jember itu menyebut, Edi bertugas untuk membantu kegiatan PT yang melaksanakan pengerjaan proyek di Jember. Edi juga disebut bukan sebagai orang yang masuk kepengurusan dalam PT pelaksana proyek. Akan tetapi, dia yang mendapat kuasa dan bertanggung jawab atas pengerjaan proyek itu. “Dia sebagai orang yang menerima kuasa dan peminjam perusahaan juga,” jelas Agus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul, terus berlanjut. Kemarin (24/1), Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali menetapkan seorang tersangka yang menjadi pelaksana proyek. Dia adalah Edi Sandi, pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Edi menjadi tersangka ketiga, setelah kejaksaan menetapkan mantan Kepala Disperindag Anas Ma’ruf dan konsultan perencanaan, Fariz Nurhidayat, sebagai tersangka.

Ditetapkannya Edi semakin mengungkap adanya permainan dalam revitalisasi proyek pasar tersebut. Bagaimana tidak, Anas Ma’ruf, yang saat itu menjadi pengguna anggaran, mempercayakan konsultan perencanaannya kepada Fariz. Sementara itu, Fariz diketahui sebagai orang yang meminjam bendera kepada pengusaha lain.

Nah, permainan itu semakin terlihat saat Edi juga diketahui sebagai orang yang hanya menerima kuasa dari Direktur PT Dita Putri Waranawa. Dengan kata lain, Edi hanyalah seseorang yang meminjam bendera seperti halnya Fariz yang menjadi konsultan perencana. Bedanya, Edi baru diketahui terlibat di Pasar Manggisan, sementara Fariz disebut-sebut menjadi pelaksana proyek pada puluhan pembangunan fisik di Jember. Termasuk dalam kasus ambruknya balai Kantor Kecamatan Jenggawah.

“Tersangka ES ini adalah pelaksananya. Dia yang mendapat kuasa dari direktur (PT Dita Putri Waranawa, Red),” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto, sore kemarin (24/1).

Pria yang juga menjadi Humas Kejari Jember itu menyebut, Edi bertugas untuk membantu kegiatan PT yang melaksanakan pengerjaan proyek di Jember. Edi juga disebut bukan sebagai orang yang masuk kepengurusan dalam PT pelaksana proyek. Akan tetapi, dia yang mendapat kuasa dan bertanggung jawab atas pengerjaan proyek itu. “Dia sebagai orang yang menerima kuasa dan peminjam perusahaan juga,” jelas Agus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul, terus berlanjut. Kemarin (24/1), Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali menetapkan seorang tersangka yang menjadi pelaksana proyek. Dia adalah Edi Sandi, pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Edi menjadi tersangka ketiga, setelah kejaksaan menetapkan mantan Kepala Disperindag Anas Ma’ruf dan konsultan perencanaan, Fariz Nurhidayat, sebagai tersangka.

Ditetapkannya Edi semakin mengungkap adanya permainan dalam revitalisasi proyek pasar tersebut. Bagaimana tidak, Anas Ma’ruf, yang saat itu menjadi pengguna anggaran, mempercayakan konsultan perencanaannya kepada Fariz. Sementara itu, Fariz diketahui sebagai orang yang meminjam bendera kepada pengusaha lain.

Nah, permainan itu semakin terlihat saat Edi juga diketahui sebagai orang yang hanya menerima kuasa dari Direktur PT Dita Putri Waranawa. Dengan kata lain, Edi hanyalah seseorang yang meminjam bendera seperti halnya Fariz yang menjadi konsultan perencana. Bedanya, Edi baru diketahui terlibat di Pasar Manggisan, sementara Fariz disebut-sebut menjadi pelaksana proyek pada puluhan pembangunan fisik di Jember. Termasuk dalam kasus ambruknya balai Kantor Kecamatan Jenggawah.

“Tersangka ES ini adalah pelaksananya. Dia yang mendapat kuasa dari direktur (PT Dita Putri Waranawa, Red),” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto, sore kemarin (24/1).

Pria yang juga menjadi Humas Kejari Jember itu menyebut, Edi bertugas untuk membantu kegiatan PT yang melaksanakan pengerjaan proyek di Jember. Edi juga disebut bukan sebagai orang yang masuk kepengurusan dalam PT pelaksana proyek. Akan tetapi, dia yang mendapat kuasa dan bertanggung jawab atas pengerjaan proyek itu. “Dia sebagai orang yang menerima kuasa dan peminjam perusahaan juga,” jelas Agus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/