alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Lingkungan dan Pendidikan Juga Berpengaruh

Faktor Utama: Ekonomi, Status Perkawinan, serta Kejiwaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bukan hanya problem kejiwaan, masalah ekonomi dan status perkawinan juga menjadi faktor utama kenapa orang tua tega membuang bayi mereka. Tiga hal inilah yang biasanya melatarbelakangi seseorang berbuat nekat, meski bayi yang dicampakkan tersebut merupakan darah daging mereka sendiri.

Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat Marisa Selvy H. SPsi mengatakan, setiap wanita pasti memiliki naluri keibuan. Tapi kalau mereka sudah berani melakukan hal nekat, berarti ada penyebab yang membuat mereka terdesak. “Saat mereka terdesak, ada suatu pertimbangan pada kejiwaan wanita tersebut,” terang psikolog yang karib disapa Icha ini.

Secara psikologis, kata dia, ada dua pertimbangan, secara sadar dan tak sadar. Saat perbuatan itu dilakukan secara sadar, biasanya dilatarbelakangi oleh tiga hal tadi. “Mungkin saat kejadian itu, sang ibu hamil di luar pernikahan. Jadi, kelahiran bayi itu memang tidak dikehendaki,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain tiga faktor tadi, derasnya arus informasi yang mudah diakses melalui berbagai media juga memberi efek tersendiri. Sebab, semua informasi sudah tak bisa dibendung. Baik negatif maupun positif. Namun, terkait perbuatan membuang bayi, biasanya mereka lebih banyak mengakses informasi yang negatif. Dengan demikian, si ibu mudah mencari tenaga medis yang mau melakukan aborsi secara ilegal. “Kalau tidak menemukan oknum aborsi, mereka membuang bayi setelah dilahirkan,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bukan hanya problem kejiwaan, masalah ekonomi dan status perkawinan juga menjadi faktor utama kenapa orang tua tega membuang bayi mereka. Tiga hal inilah yang biasanya melatarbelakangi seseorang berbuat nekat, meski bayi yang dicampakkan tersebut merupakan darah daging mereka sendiri.

Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat Marisa Selvy H. SPsi mengatakan, setiap wanita pasti memiliki naluri keibuan. Tapi kalau mereka sudah berani melakukan hal nekat, berarti ada penyebab yang membuat mereka terdesak. “Saat mereka terdesak, ada suatu pertimbangan pada kejiwaan wanita tersebut,” terang psikolog yang karib disapa Icha ini.

Secara psikologis, kata dia, ada dua pertimbangan, secara sadar dan tak sadar. Saat perbuatan itu dilakukan secara sadar, biasanya dilatarbelakangi oleh tiga hal tadi. “Mungkin saat kejadian itu, sang ibu hamil di luar pernikahan. Jadi, kelahiran bayi itu memang tidak dikehendaki,” ujarnya.

Selain tiga faktor tadi, derasnya arus informasi yang mudah diakses melalui berbagai media juga memberi efek tersendiri. Sebab, semua informasi sudah tak bisa dibendung. Baik negatif maupun positif. Namun, terkait perbuatan membuang bayi, biasanya mereka lebih banyak mengakses informasi yang negatif. Dengan demikian, si ibu mudah mencari tenaga medis yang mau melakukan aborsi secara ilegal. “Kalau tidak menemukan oknum aborsi, mereka membuang bayi setelah dilahirkan,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bukan hanya problem kejiwaan, masalah ekonomi dan status perkawinan juga menjadi faktor utama kenapa orang tua tega membuang bayi mereka. Tiga hal inilah yang biasanya melatarbelakangi seseorang berbuat nekat, meski bayi yang dicampakkan tersebut merupakan darah daging mereka sendiri.

Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat Marisa Selvy H. SPsi mengatakan, setiap wanita pasti memiliki naluri keibuan. Tapi kalau mereka sudah berani melakukan hal nekat, berarti ada penyebab yang membuat mereka terdesak. “Saat mereka terdesak, ada suatu pertimbangan pada kejiwaan wanita tersebut,” terang psikolog yang karib disapa Icha ini.

Secara psikologis, kata dia, ada dua pertimbangan, secara sadar dan tak sadar. Saat perbuatan itu dilakukan secara sadar, biasanya dilatarbelakangi oleh tiga hal tadi. “Mungkin saat kejadian itu, sang ibu hamil di luar pernikahan. Jadi, kelahiran bayi itu memang tidak dikehendaki,” ujarnya.

Selain tiga faktor tadi, derasnya arus informasi yang mudah diakses melalui berbagai media juga memberi efek tersendiri. Sebab, semua informasi sudah tak bisa dibendung. Baik negatif maupun positif. Namun, terkait perbuatan membuang bayi, biasanya mereka lebih banyak mengakses informasi yang negatif. Dengan demikian, si ibu mudah mencari tenaga medis yang mau melakukan aborsi secara ilegal. “Kalau tidak menemukan oknum aborsi, mereka membuang bayi setelah dilahirkan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/