alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kapan Direnovasi Ulang?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjubel dan berdesak-desakan, tampaknya sudah mulai terbiasa dirasakan oleh siswa di SD Negeri Keting 2 Kecamatan Jombang. Rasa tidak nyaman tentu mereka rasakan, namun mereka tahan demi tetap bisa bersekolah.

Ruang kelas tempat mereka belajar yang ambruk pada Sabtu (14/12/19) lalu, menjadi pilu yang mewarnai perjalanan sekolah anak-anak itu. Sebagai gantinya, musala dan ruang perpustakaan pun menjadi ruang belajar darurat mereka.

Tak sekali, mereka juga merasakan panas dan gerah. Karena ruang perpustakaan yang mereka tempati untuk berlajar, sebagian besar atapnya terbuat dari asbes. “Sebenarnya perpusatakaan itu juga kurang layak, karena dari atapnya dari asbes itu,” kata Satram, PLt Kepala Sekolah SD Negeri 2 Keting Jombang. Usai insiden itu, Satram pun tidak banyak berharap. Karena menurutnya yang terpenting bagaimana tetap menjaga semangat anak-anak di sana untuk bisa tetap bersekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, sepekan lebih atau 40 hari pasca ambruknya sekolah tersebut, belum terlihat ada tanda-tanda bangunan sekolah akan kembali direhab. Jawa Pos radar Jember sempat memantau kondisi terkini bangunan sekolah tersebut, tampak sejumlah atas dan bangunan yang ambruk masih dibalut garis polisi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjubel dan berdesak-desakan, tampaknya sudah mulai terbiasa dirasakan oleh siswa di SD Negeri Keting 2 Kecamatan Jombang. Rasa tidak nyaman tentu mereka rasakan, namun mereka tahan demi tetap bisa bersekolah.

Ruang kelas tempat mereka belajar yang ambruk pada Sabtu (14/12/19) lalu, menjadi pilu yang mewarnai perjalanan sekolah anak-anak itu. Sebagai gantinya, musala dan ruang perpustakaan pun menjadi ruang belajar darurat mereka.

Tak sekali, mereka juga merasakan panas dan gerah. Karena ruang perpustakaan yang mereka tempati untuk berlajar, sebagian besar atapnya terbuat dari asbes. “Sebenarnya perpusatakaan itu juga kurang layak, karena dari atapnya dari asbes itu,” kata Satram, PLt Kepala Sekolah SD Negeri 2 Keting Jombang. Usai insiden itu, Satram pun tidak banyak berharap. Karena menurutnya yang terpenting bagaimana tetap menjaga semangat anak-anak di sana untuk bisa tetap bersekolah.

Kini, sepekan lebih atau 40 hari pasca ambruknya sekolah tersebut, belum terlihat ada tanda-tanda bangunan sekolah akan kembali direhab. Jawa Pos radar Jember sempat memantau kondisi terkini bangunan sekolah tersebut, tampak sejumlah atas dan bangunan yang ambruk masih dibalut garis polisi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjubel dan berdesak-desakan, tampaknya sudah mulai terbiasa dirasakan oleh siswa di SD Negeri Keting 2 Kecamatan Jombang. Rasa tidak nyaman tentu mereka rasakan, namun mereka tahan demi tetap bisa bersekolah.

Ruang kelas tempat mereka belajar yang ambruk pada Sabtu (14/12/19) lalu, menjadi pilu yang mewarnai perjalanan sekolah anak-anak itu. Sebagai gantinya, musala dan ruang perpustakaan pun menjadi ruang belajar darurat mereka.

Tak sekali, mereka juga merasakan panas dan gerah. Karena ruang perpustakaan yang mereka tempati untuk berlajar, sebagian besar atapnya terbuat dari asbes. “Sebenarnya perpusatakaan itu juga kurang layak, karena dari atapnya dari asbes itu,” kata Satram, PLt Kepala Sekolah SD Negeri 2 Keting Jombang. Usai insiden itu, Satram pun tidak banyak berharap. Karena menurutnya yang terpenting bagaimana tetap menjaga semangat anak-anak di sana untuk bisa tetap bersekolah.

Kini, sepekan lebih atau 40 hari pasca ambruknya sekolah tersebut, belum terlihat ada tanda-tanda bangunan sekolah akan kembali direhab. Jawa Pos radar Jember sempat memantau kondisi terkini bangunan sekolah tersebut, tampak sejumlah atas dan bangunan yang ambruk masih dibalut garis polisi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/