alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Belum Diserahkan Sudah Mrotol

Pengerjaan Proyek RTH juga Molor 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pembangunan proyek ruang terbuka hijau (RTH) di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Sebab, sebelum pengerjaannya tuntas dan diserahkan ke Pemkab Jember, fasilitas permainan anak yang ada di RTH tersebut sudah rusak dan copot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sudah ada dua mainan yang pegangannya mrotol. Oleh sebab itu, ketika ada siswa yang bermain, sulit berpegangan karena memang sudah lepas. Bahkan beberapa pegangan yang terbuat dari besi juga terlihat mulai berkarat. Padahal fasilitas ini untuk bermain anak-anak, sehingga dinilai berbahaya jika kondisinya berkarat.

Tak hanya fasilitas permainan anak, lantai di kawasan permainan anak itu kualitasnya juga cukup kasar, karena langsung dicor semen. Ini semisal ada anak yang terjatuh ketika berlari-lari di tempat itu, rawan terluka. Demikian juga dengan puluhan bola lampu yang menghiasi sekeliling RTH. Penyangga bola lampu tersebut hanya menggunakan paralon plastik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain faktor kualitas, pembangunan proyek RTH itu juga molor dari tenggat semestinya. Misalnya pengerjaan gedung RTH di Kecamatan Arjasa. Molornya proyek tersebut memunculkan dugaan bahwa ada perencanaan yang tidak tepat.

Wakil Ketua Bidang Jasa Konstruksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jember Andi Marta Negara menjelaskan, proses pembangunan fisik yang banyak molor di Jember tidak lepas dari perencanaan awal. Menurutnya, apabila perencanaannya matang, maka pembangunan konstruksi tak akan molor. Perencanaan yang salah juga berpengaruh terhadap kualitas bangunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pembangunan proyek ruang terbuka hijau (RTH) di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Sebab, sebelum pengerjaannya tuntas dan diserahkan ke Pemkab Jember, fasilitas permainan anak yang ada di RTH tersebut sudah rusak dan copot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sudah ada dua mainan yang pegangannya mrotol. Oleh sebab itu, ketika ada siswa yang bermain, sulit berpegangan karena memang sudah lepas. Bahkan beberapa pegangan yang terbuat dari besi juga terlihat mulai berkarat. Padahal fasilitas ini untuk bermain anak-anak, sehingga dinilai berbahaya jika kondisinya berkarat.

Tak hanya fasilitas permainan anak, lantai di kawasan permainan anak itu kualitasnya juga cukup kasar, karena langsung dicor semen. Ini semisal ada anak yang terjatuh ketika berlari-lari di tempat itu, rawan terluka. Demikian juga dengan puluhan bola lampu yang menghiasi sekeliling RTH. Penyangga bola lampu tersebut hanya menggunakan paralon plastik.

Selain faktor kualitas, pembangunan proyek RTH itu juga molor dari tenggat semestinya. Misalnya pengerjaan gedung RTH di Kecamatan Arjasa. Molornya proyek tersebut memunculkan dugaan bahwa ada perencanaan yang tidak tepat.

Wakil Ketua Bidang Jasa Konstruksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jember Andi Marta Negara menjelaskan, proses pembangunan fisik yang banyak molor di Jember tidak lepas dari perencanaan awal. Menurutnya, apabila perencanaannya matang, maka pembangunan konstruksi tak akan molor. Perencanaan yang salah juga berpengaruh terhadap kualitas bangunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pembangunan proyek ruang terbuka hijau (RTH) di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Sebab, sebelum pengerjaannya tuntas dan diserahkan ke Pemkab Jember, fasilitas permainan anak yang ada di RTH tersebut sudah rusak dan copot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sudah ada dua mainan yang pegangannya mrotol. Oleh sebab itu, ketika ada siswa yang bermain, sulit berpegangan karena memang sudah lepas. Bahkan beberapa pegangan yang terbuat dari besi juga terlihat mulai berkarat. Padahal fasilitas ini untuk bermain anak-anak, sehingga dinilai berbahaya jika kondisinya berkarat.

Tak hanya fasilitas permainan anak, lantai di kawasan permainan anak itu kualitasnya juga cukup kasar, karena langsung dicor semen. Ini semisal ada anak yang terjatuh ketika berlari-lari di tempat itu, rawan terluka. Demikian juga dengan puluhan bola lampu yang menghiasi sekeliling RTH. Penyangga bola lampu tersebut hanya menggunakan paralon plastik.

Selain faktor kualitas, pembangunan proyek RTH itu juga molor dari tenggat semestinya. Misalnya pengerjaan gedung RTH di Kecamatan Arjasa. Molornya proyek tersebut memunculkan dugaan bahwa ada perencanaan yang tidak tepat.

Wakil Ketua Bidang Jasa Konstruksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jember Andi Marta Negara menjelaskan, proses pembangunan fisik yang banyak molor di Jember tidak lepas dari perencanaan awal. Menurutnya, apabila perencanaannya matang, maka pembangunan konstruksi tak akan molor. Perencanaan yang salah juga berpengaruh terhadap kualitas bangunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/