alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Amankan 55 Sepeda Motor

Penertiban Balap Liar dan Motor Rakitan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada ampun bagi para pembalap liar. Inilah yang ingin ditegaskan oleh Satlantas Polres Jember dalam penertiban gabungan bersama personel kepolisian, TNI, dan PNS Polres Jember. Dalam penertiban ini, petugas gabungan mengamankan 55 sepeda motor.

Penertiban tersebut dilakukan karena banyak laporan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur yang digunakam untuk balapan liar. Biasanya balap liar dimulai dari Jalan Gajah Mada (RSU Kaliwates) hingga Tugu PKK (KFC). Para pembalap liar itu biasanya main kucing-kucingan dengan petugas. Ketika petugas melakukan patroli, mereka stand by di pinggir jalan. Setelah petugas tak terlihat lagi, mereka mulai mempersiapkan motor yang akan digunakan untuk balapan.

Bahkan, saking seringnya digelar, masyarakat setempat sudah cukup hafal dengan jadwal balapan liar ini sudah bukan rahasia lagi. Hampir setiap Jumat malam penonton yang rata-rata anggota komunitas motor itu mulai berdatangan sejak pukul 23.00 hingga selesai. “Bahkan warga juga sempat geregetan dan emosi, mau ambil tindakan sendiri ketika ada balap liar,” ujar Yoyok, 39, warga Jalan Gajah Mada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, sebelum ini penertiban balap liar sudah sering dilakukan secara gabungan. KBO Lantas Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan mengungkapkan, penertiban yang dilakukan secara gabungan ini karena ada laporan dari warga dan pengendara motor yang merasa terganggu dengan keberadaan balap liar. “Biasanya balapan liar itu sudah dilakukan secara rutin, dan penontonya juga banyak karena hampir dari beberapa kecamatan itu datang,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada ampun bagi para pembalap liar. Inilah yang ingin ditegaskan oleh Satlantas Polres Jember dalam penertiban gabungan bersama personel kepolisian, TNI, dan PNS Polres Jember. Dalam penertiban ini, petugas gabungan mengamankan 55 sepeda motor.

Penertiban tersebut dilakukan karena banyak laporan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur yang digunakam untuk balapan liar. Biasanya balap liar dimulai dari Jalan Gajah Mada (RSU Kaliwates) hingga Tugu PKK (KFC). Para pembalap liar itu biasanya main kucing-kucingan dengan petugas. Ketika petugas melakukan patroli, mereka stand by di pinggir jalan. Setelah petugas tak terlihat lagi, mereka mulai mempersiapkan motor yang akan digunakan untuk balapan.

Bahkan, saking seringnya digelar, masyarakat setempat sudah cukup hafal dengan jadwal balapan liar ini sudah bukan rahasia lagi. Hampir setiap Jumat malam penonton yang rata-rata anggota komunitas motor itu mulai berdatangan sejak pukul 23.00 hingga selesai. “Bahkan warga juga sempat geregetan dan emosi, mau ambil tindakan sendiri ketika ada balap liar,” ujar Yoyok, 39, warga Jalan Gajah Mada.

Padahal, sebelum ini penertiban balap liar sudah sering dilakukan secara gabungan. KBO Lantas Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan mengungkapkan, penertiban yang dilakukan secara gabungan ini karena ada laporan dari warga dan pengendara motor yang merasa terganggu dengan keberadaan balap liar. “Biasanya balapan liar itu sudah dilakukan secara rutin, dan penontonya juga banyak karena hampir dari beberapa kecamatan itu datang,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada ampun bagi para pembalap liar. Inilah yang ingin ditegaskan oleh Satlantas Polres Jember dalam penertiban gabungan bersama personel kepolisian, TNI, dan PNS Polres Jember. Dalam penertiban ini, petugas gabungan mengamankan 55 sepeda motor.

Penertiban tersebut dilakukan karena banyak laporan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur yang digunakam untuk balapan liar. Biasanya balap liar dimulai dari Jalan Gajah Mada (RSU Kaliwates) hingga Tugu PKK (KFC). Para pembalap liar itu biasanya main kucing-kucingan dengan petugas. Ketika petugas melakukan patroli, mereka stand by di pinggir jalan. Setelah petugas tak terlihat lagi, mereka mulai mempersiapkan motor yang akan digunakan untuk balapan.

Bahkan, saking seringnya digelar, masyarakat setempat sudah cukup hafal dengan jadwal balapan liar ini sudah bukan rahasia lagi. Hampir setiap Jumat malam penonton yang rata-rata anggota komunitas motor itu mulai berdatangan sejak pukul 23.00 hingga selesai. “Bahkan warga juga sempat geregetan dan emosi, mau ambil tindakan sendiri ketika ada balap liar,” ujar Yoyok, 39, warga Jalan Gajah Mada.

Padahal, sebelum ini penertiban balap liar sudah sering dilakukan secara gabungan. KBO Lantas Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan mengungkapkan, penertiban yang dilakukan secara gabungan ini karena ada laporan dari warga dan pengendara motor yang merasa terganggu dengan keberadaan balap liar. “Biasanya balapan liar itu sudah dilakukan secara rutin, dan penontonya juga banyak karena hampir dari beberapa kecamatan itu datang,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/