alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Yuk Cobain Bubur Ayam Andalan di Gladak Kembar Jember

Menikmati bubur sehat tanpa santan salah satunya bisa di warung ini. Selama pandemi pun permintaan akan bubur ayam ini tak menurun. Justru makin melonjak.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Sri Musripah tampak sibuk menghidangkan bubur ayam andalannya. Sementara itu, salah seorang pelanggan tampak antusias dan sabar menanti pesanannya tiba. Tangan warga kelahiran Kecamatan Sumberbaru itu tampak lihai dalam mengaduk bubur dalam panci, lalu menuangkannya ke dalam mangkuk. Selanjutnya, menaburi bubur tersebut dengan beberapa pernak-pernik topping. Di antaranya, irisan telur, ayam, cakwe, dan daun bayam.

Lantas, apa yang membedakannya dengan bubur ayam lain? “Bubur ayam punya saya tanpa santan,” ungkap warga yang berusia 35 tahun tersebut. Dengan begitu, bisa dikonsumsi oleh siapa pun. Mengingat, banyak orang yang memiliki pantangan untuk tidak makan santan.

Selain itu, telur yang disediakan berbeda dengan telur pada umumnya. “Cara membuatnya juga eksklusif. Mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 malam,” paparnya. Dia menghabiskan sekitar enam kilogram telur dengan memanfaatkan kuning telurnya saja. Tentu saja, rasanya gurih dan melekat di lidah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk bisa menikmatinya, para pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu. “Bisa datang langsung di warung atau memesan melalui aplikasi ojek online,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Sri Musripah tampak sibuk menghidangkan bubur ayam andalannya. Sementara itu, salah seorang pelanggan tampak antusias dan sabar menanti pesanannya tiba. Tangan warga kelahiran Kecamatan Sumberbaru itu tampak lihai dalam mengaduk bubur dalam panci, lalu menuangkannya ke dalam mangkuk. Selanjutnya, menaburi bubur tersebut dengan beberapa pernak-pernik topping. Di antaranya, irisan telur, ayam, cakwe, dan daun bayam.

Lantas, apa yang membedakannya dengan bubur ayam lain? “Bubur ayam punya saya tanpa santan,” ungkap warga yang berusia 35 tahun tersebut. Dengan begitu, bisa dikonsumsi oleh siapa pun. Mengingat, banyak orang yang memiliki pantangan untuk tidak makan santan.

Selain itu, telur yang disediakan berbeda dengan telur pada umumnya. “Cara membuatnya juga eksklusif. Mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 malam,” paparnya. Dia menghabiskan sekitar enam kilogram telur dengan memanfaatkan kuning telurnya saja. Tentu saja, rasanya gurih dan melekat di lidah.

Untuk bisa menikmatinya, para pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu. “Bisa datang langsung di warung atau memesan melalui aplikasi ojek online,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Sri Musripah tampak sibuk menghidangkan bubur ayam andalannya. Sementara itu, salah seorang pelanggan tampak antusias dan sabar menanti pesanannya tiba. Tangan warga kelahiran Kecamatan Sumberbaru itu tampak lihai dalam mengaduk bubur dalam panci, lalu menuangkannya ke dalam mangkuk. Selanjutnya, menaburi bubur tersebut dengan beberapa pernak-pernik topping. Di antaranya, irisan telur, ayam, cakwe, dan daun bayam.

Lantas, apa yang membedakannya dengan bubur ayam lain? “Bubur ayam punya saya tanpa santan,” ungkap warga yang berusia 35 tahun tersebut. Dengan begitu, bisa dikonsumsi oleh siapa pun. Mengingat, banyak orang yang memiliki pantangan untuk tidak makan santan.

Selain itu, telur yang disediakan berbeda dengan telur pada umumnya. “Cara membuatnya juga eksklusif. Mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 malam,” paparnya. Dia menghabiskan sekitar enam kilogram telur dengan memanfaatkan kuning telurnya saja. Tentu saja, rasanya gurih dan melekat di lidah.

Untuk bisa menikmatinya, para pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu. “Bisa datang langsung di warung atau memesan melalui aplikasi ojek online,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/