alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Selisih Harga, Beda Rasa

Khasiat Madu Tetap Sama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua orang sepakat madu itu menyehatkan sekaligus jadi obat. Namun, tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa hanya madu lebah liar yang berkhasiat seperti itu. Namun, bagaimana madu dari lebah yang dibudidayakan atau yang digembalakan?

Bagus Wahyudi, peternak lebah madu asal Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, sebenarnya tidak ada yang berbeda pada khasiat madu dari lebah liar atau lebah budi daya. “Yang membedakan hanya karakter lebah berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya. Nantinya, inilah yang akan membedakan rasa dan kandungan madu,” kata Bagus.

Ia mencontohkan, lebah budi daya yang habitatnya di bunga kopi, bunga randu, bunga hevea, atau tempat lainnya, rasanya lebih dominan manis legit. Berbeda dengan lebah yang biasa berpindah-pindah tempat, madunya justru lebih pekat dan terasa sedikit kecut, getir. “Karena lebah budi daya itu mereka digembalakan. Mereka tetap mencari makan sendiri. Pembudi daya hanya mencarikan habitatnya dengan menyesuaikan musim. Misal musim kopi, atau hujan seperti sekarang,” jelas Bagus, peternak sekaligus penjual madu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua orang sepakat madu itu menyehatkan sekaligus jadi obat. Namun, tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa hanya madu lebah liar yang berkhasiat seperti itu. Namun, bagaimana madu dari lebah yang dibudidayakan atau yang digembalakan?

Bagus Wahyudi, peternak lebah madu asal Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, sebenarnya tidak ada yang berbeda pada khasiat madu dari lebah liar atau lebah budi daya. “Yang membedakan hanya karakter lebah berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya. Nantinya, inilah yang akan membedakan rasa dan kandungan madu,” kata Bagus.

Ia mencontohkan, lebah budi daya yang habitatnya di bunga kopi, bunga randu, bunga hevea, atau tempat lainnya, rasanya lebih dominan manis legit. Berbeda dengan lebah yang biasa berpindah-pindah tempat, madunya justru lebih pekat dan terasa sedikit kecut, getir. “Karena lebah budi daya itu mereka digembalakan. Mereka tetap mencari makan sendiri. Pembudi daya hanya mencarikan habitatnya dengan menyesuaikan musim. Misal musim kopi, atau hujan seperti sekarang,” jelas Bagus, peternak sekaligus penjual madu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua orang sepakat madu itu menyehatkan sekaligus jadi obat. Namun, tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa hanya madu lebah liar yang berkhasiat seperti itu. Namun, bagaimana madu dari lebah yang dibudidayakan atau yang digembalakan?

Bagus Wahyudi, peternak lebah madu asal Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, sebenarnya tidak ada yang berbeda pada khasiat madu dari lebah liar atau lebah budi daya. “Yang membedakan hanya karakter lebah berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya. Nantinya, inilah yang akan membedakan rasa dan kandungan madu,” kata Bagus.

Ia mencontohkan, lebah budi daya yang habitatnya di bunga kopi, bunga randu, bunga hevea, atau tempat lainnya, rasanya lebih dominan manis legit. Berbeda dengan lebah yang biasa berpindah-pindah tempat, madunya justru lebih pekat dan terasa sedikit kecut, getir. “Karena lebah budi daya itu mereka digembalakan. Mereka tetap mencari makan sendiri. Pembudi daya hanya mencarikan habitatnya dengan menyesuaikan musim. Misal musim kopi, atau hujan seperti sekarang,” jelas Bagus, peternak sekaligus penjual madu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/