alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Ketersediaan Guru Inklusi Belum Merata

Masih Banyak Terpusat di SLB Perkotaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan guru untuk siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Jember ditengarai masih belum tersebar secara merata. Padahal, keberadaan mereka tak sekadar mengajar, namun mereka juga memiliki kompetensi khusus, sehingga mampu memahami bagaimana pengajaran yang ideal untuk siswa ABK.

Fakta tersebut seolah bertentangan dengan kondisi Jember yang sempat mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak. Memberikan pengajaran yang tepat kepada mereka dianggap sebagai bagian dari hak anak yang harus diberikan. Terlebih ketika masuk jenjang sekolah dasar (SD) sebagai pintu awal pendidikan seorang anak.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Sri Kantono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setiap sekolah di masing-masing kecamatan bisa menerima siswa inklusi, bahkan mewajibkannya. “Pesan dari bupati, jangan sampai sekolah menolak anak-anak inklusi,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan guru inklusi. Ketersediaan guru untuk siswa inklusi di SD itu, lanjut dia, diakui belum tersebar merata. Hampir semua lembaga yang khusus mengajar siswa inklusi berada di kota. Seperti di SLB Kaliwates, SLB Pakusari, dan SLB Patrang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan guru untuk siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Jember ditengarai masih belum tersebar secara merata. Padahal, keberadaan mereka tak sekadar mengajar, namun mereka juga memiliki kompetensi khusus, sehingga mampu memahami bagaimana pengajaran yang ideal untuk siswa ABK.

Fakta tersebut seolah bertentangan dengan kondisi Jember yang sempat mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak. Memberikan pengajaran yang tepat kepada mereka dianggap sebagai bagian dari hak anak yang harus diberikan. Terlebih ketika masuk jenjang sekolah dasar (SD) sebagai pintu awal pendidikan seorang anak.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Sri Kantono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setiap sekolah di masing-masing kecamatan bisa menerima siswa inklusi, bahkan mewajibkannya. “Pesan dari bupati, jangan sampai sekolah menolak anak-anak inklusi,” ucapnya.

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan guru inklusi. Ketersediaan guru untuk siswa inklusi di SD itu, lanjut dia, diakui belum tersebar merata. Hampir semua lembaga yang khusus mengajar siswa inklusi berada di kota. Seperti di SLB Kaliwates, SLB Pakusari, dan SLB Patrang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan guru untuk siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Jember ditengarai masih belum tersebar secara merata. Padahal, keberadaan mereka tak sekadar mengajar, namun mereka juga memiliki kompetensi khusus, sehingga mampu memahami bagaimana pengajaran yang ideal untuk siswa ABK.

Fakta tersebut seolah bertentangan dengan kondisi Jember yang sempat mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak. Memberikan pengajaran yang tepat kepada mereka dianggap sebagai bagian dari hak anak yang harus diberikan. Terlebih ketika masuk jenjang sekolah dasar (SD) sebagai pintu awal pendidikan seorang anak.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Sri Kantono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setiap sekolah di masing-masing kecamatan bisa menerima siswa inklusi, bahkan mewajibkannya. “Pesan dari bupati, jangan sampai sekolah menolak anak-anak inklusi,” ucapnya.

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan guru inklusi. Ketersediaan guru untuk siswa inklusi di SD itu, lanjut dia, diakui belum tersebar merata. Hampir semua lembaga yang khusus mengajar siswa inklusi berada di kota. Seperti di SLB Kaliwates, SLB Pakusari, dan SLB Patrang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/