alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kejaksaan Mulai Telisik Proyek Dispendik

Panggil Konsultan Pengawas dan PPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mulai turun tangan menyingkap dugaan lancung proyek renovasi gedung sekolah yang ditangani Dinas Pendidikan (Dispendik). Awal pekan ini, kejaksaan telah memanggil enam orang konsultan pengawas terkait proyek itu. Bahkan, aparat adhyaksa juga sudah meminta keterangan Waloejo Djati, pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani semua proyek di Dispendik.

Ketujuh orang tersebut dipanggil guna dimintai klarifikasi terkait proyek renovasi sekolah yang ada di Jember. Termasuk insiden ambruknya atap ruang kelas SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, belum lama ini. Padahal, gedung itu baru saja selesai direhabilitasi. “Nanti juga akan mengerucut dalam kasus SD Keting itu,” kata Agus Budiarto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember.

Selain mengenai proyek Dispendik dan SD Keting, mereka juga dimintai alasannya, mengapa mencantumkan nama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Jember. Sebab, dalam informasi papan proyek, termasuk di SDN Keting 02, nama TP4D dicatut. Padahal, kata dia, pihaknya tak pernah mendampingi proyek tersebut sejak awal.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya tegaskan, TP4D tidak mendampingi proyek Dispendik sejak awal. Sebelumnya, kami tidak ada komunikasi dan koordinasi sama sekali dengan Dispendik. Bahkan, permohonannya juga tidak ada,” ucap Agus, yang juga menjadi Ketua TP4D Kejari Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mulai turun tangan menyingkap dugaan lancung proyek renovasi gedung sekolah yang ditangani Dinas Pendidikan (Dispendik). Awal pekan ini, kejaksaan telah memanggil enam orang konsultan pengawas terkait proyek itu. Bahkan, aparat adhyaksa juga sudah meminta keterangan Waloejo Djati, pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani semua proyek di Dispendik.

Ketujuh orang tersebut dipanggil guna dimintai klarifikasi terkait proyek renovasi sekolah yang ada di Jember. Termasuk insiden ambruknya atap ruang kelas SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, belum lama ini. Padahal, gedung itu baru saja selesai direhabilitasi. “Nanti juga akan mengerucut dalam kasus SD Keting itu,” kata Agus Budiarto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember.

Selain mengenai proyek Dispendik dan SD Keting, mereka juga dimintai alasannya, mengapa mencantumkan nama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Jember. Sebab, dalam informasi papan proyek, termasuk di SDN Keting 02, nama TP4D dicatut. Padahal, kata dia, pihaknya tak pernah mendampingi proyek tersebut sejak awal.

“Saya tegaskan, TP4D tidak mendampingi proyek Dispendik sejak awal. Sebelumnya, kami tidak ada komunikasi dan koordinasi sama sekali dengan Dispendik. Bahkan, permohonannya juga tidak ada,” ucap Agus, yang juga menjadi Ketua TP4D Kejari Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mulai turun tangan menyingkap dugaan lancung proyek renovasi gedung sekolah yang ditangani Dinas Pendidikan (Dispendik). Awal pekan ini, kejaksaan telah memanggil enam orang konsultan pengawas terkait proyek itu. Bahkan, aparat adhyaksa juga sudah meminta keterangan Waloejo Djati, pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani semua proyek di Dispendik.

Ketujuh orang tersebut dipanggil guna dimintai klarifikasi terkait proyek renovasi sekolah yang ada di Jember. Termasuk insiden ambruknya atap ruang kelas SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, belum lama ini. Padahal, gedung itu baru saja selesai direhabilitasi. “Nanti juga akan mengerucut dalam kasus SD Keting itu,” kata Agus Budiarto, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember.

Selain mengenai proyek Dispendik dan SD Keting, mereka juga dimintai alasannya, mengapa mencantumkan nama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Jember. Sebab, dalam informasi papan proyek, termasuk di SDN Keting 02, nama TP4D dicatut. Padahal, kata dia, pihaknya tak pernah mendampingi proyek tersebut sejak awal.

“Saya tegaskan, TP4D tidak mendampingi proyek Dispendik sejak awal. Sebelumnya, kami tidak ada komunikasi dan koordinasi sama sekali dengan Dispendik. Bahkan, permohonannya juga tidak ada,” ucap Agus, yang juga menjadi Ketua TP4D Kejari Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/