alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Jadilah Sahabat bagi Semua Orang

Pesan Damai Natal 2019

Mobile_AP_Rectangle 1

Berbagai macam ujian, dia berkata, harus dilaluinya. Namun, di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan yang bermaksud melemahkan, dengan politik memecah-belah dan menguasai. “Politik itu dikenal dengan devide et impera,” ujarnya.

Di lain pihak, antara para bapak bangsa terjadi proses tarik-menarik karena beraneka ragam gagasan, keyakinan, dan kepentingan kelompok. Tapi syukurlah, lanjut Suwaji, pada akhirnya semua perbedaan yang ada tidak menghalangi para bapak bangsa untuk memerdekakan negeri dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian disatukan oleh prinsip bhinneka tunggal ika. “Berbeda-beda namun tetap satu,” jelasnya.

Menurutnya, perayaan Natal adalah perayaan tentang persahabatan dan cinta kasih. Itu merupakan panggilan bagi umat Katolik untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lainnya. “Persahabatan dan cinta kasih itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gereja Katolik Santo Yusup, tambah Suwaji, memaknai peristiwa turunnya Yesus Kristus ke dunia sebagai contoh konkret untuk dapat terbuka dan terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. “Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersama, perjuangan bersama bagi kemanusiaan dan bagi Indonesia yang bermartabat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berbagai macam ujian, dia berkata, harus dilaluinya. Namun, di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan yang bermaksud melemahkan, dengan politik memecah-belah dan menguasai. “Politik itu dikenal dengan devide et impera,” ujarnya.

Di lain pihak, antara para bapak bangsa terjadi proses tarik-menarik karena beraneka ragam gagasan, keyakinan, dan kepentingan kelompok. Tapi syukurlah, lanjut Suwaji, pada akhirnya semua perbedaan yang ada tidak menghalangi para bapak bangsa untuk memerdekakan negeri dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian disatukan oleh prinsip bhinneka tunggal ika. “Berbeda-beda namun tetap satu,” jelasnya.

Menurutnya, perayaan Natal adalah perayaan tentang persahabatan dan cinta kasih. Itu merupakan panggilan bagi umat Katolik untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lainnya. “Persahabatan dan cinta kasih itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Gereja Katolik Santo Yusup, tambah Suwaji, memaknai peristiwa turunnya Yesus Kristus ke dunia sebagai contoh konkret untuk dapat terbuka dan terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. “Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersama, perjuangan bersama bagi kemanusiaan dan bagi Indonesia yang bermartabat,” pungkasnya.

Berbagai macam ujian, dia berkata, harus dilaluinya. Namun, di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan yang bermaksud melemahkan, dengan politik memecah-belah dan menguasai. “Politik itu dikenal dengan devide et impera,” ujarnya.

Di lain pihak, antara para bapak bangsa terjadi proses tarik-menarik karena beraneka ragam gagasan, keyakinan, dan kepentingan kelompok. Tapi syukurlah, lanjut Suwaji, pada akhirnya semua perbedaan yang ada tidak menghalangi para bapak bangsa untuk memerdekakan negeri dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian disatukan oleh prinsip bhinneka tunggal ika. “Berbeda-beda namun tetap satu,” jelasnya.

Menurutnya, perayaan Natal adalah perayaan tentang persahabatan dan cinta kasih. Itu merupakan panggilan bagi umat Katolik untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lainnya. “Persahabatan dan cinta kasih itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Gereja Katolik Santo Yusup, tambah Suwaji, memaknai peristiwa turunnya Yesus Kristus ke dunia sebagai contoh konkret untuk dapat terbuka dan terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. “Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersama, perjuangan bersama bagi kemanusiaan dan bagi Indonesia yang bermartabat,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/