alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Jadilah Sahabat bagi Semua Orang

Pesan Damai Natal 2019

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mujiheriati, warga Jl PB Sudirman, tiba di Gereja Paroki Santo Yusup. Perempuan 62 tahun ini datang bersama keluarganya. Dia duduk di barisan tengah, lalu memanjatkan doa. Kedua tangannya mengepal. Matanya terpejam. Dia larut dalam heningnya gereja di sore hari, sebelum puncak malam perayaan Natal. Baginya, saat-saat seperti itu adalah momen yang tepat untuk lebih khidmat berdoa.

Bukan hanya Mujiheriati yang datang lebih awal, beberapa jemaat lain juga tiba lebih dahulu. Ada Rilwan, warga Pakem, serta Theresia yang datang jauh-jauh dari Pekanbaru, Riau. “Saya datang lebih dahulu ini karena ingin berdoa, termasuk doa untuk gereja,” papar Theresia. Ketiga jemaat itu tampak khusyuk berdoa. Mereka tenggelam dalam suasana sakral.

Semakin sore, satu per satu umat Katolik mulai berdatangan ke Gereja Paroki Santo Yusup. Bersama keluarganya, mereka juga mulai memanjatkan doa. Pastor Kepala Gereja Paroki Santo Yusuf Romo Henrikus Suwaji O Carm mengatakan, tema Natal tahun ini adalah Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tema tersebut dipakai tidak lebih dari latar belakang sejarah bangsa ini. Sebab, kata dia, bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya, serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mujiheriati, warga Jl PB Sudirman, tiba di Gereja Paroki Santo Yusup. Perempuan 62 tahun ini datang bersama keluarganya. Dia duduk di barisan tengah, lalu memanjatkan doa. Kedua tangannya mengepal. Matanya terpejam. Dia larut dalam heningnya gereja di sore hari, sebelum puncak malam perayaan Natal. Baginya, saat-saat seperti itu adalah momen yang tepat untuk lebih khidmat berdoa.

Bukan hanya Mujiheriati yang datang lebih awal, beberapa jemaat lain juga tiba lebih dahulu. Ada Rilwan, warga Pakem, serta Theresia yang datang jauh-jauh dari Pekanbaru, Riau. “Saya datang lebih dahulu ini karena ingin berdoa, termasuk doa untuk gereja,” papar Theresia. Ketiga jemaat itu tampak khusyuk berdoa. Mereka tenggelam dalam suasana sakral.

Semakin sore, satu per satu umat Katolik mulai berdatangan ke Gereja Paroki Santo Yusup. Bersama keluarganya, mereka juga mulai memanjatkan doa. Pastor Kepala Gereja Paroki Santo Yusuf Romo Henrikus Suwaji O Carm mengatakan, tema Natal tahun ini adalah Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.

Tema tersebut dipakai tidak lebih dari latar belakang sejarah bangsa ini. Sebab, kata dia, bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya, serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mujiheriati, warga Jl PB Sudirman, tiba di Gereja Paroki Santo Yusup. Perempuan 62 tahun ini datang bersama keluarganya. Dia duduk di barisan tengah, lalu memanjatkan doa. Kedua tangannya mengepal. Matanya terpejam. Dia larut dalam heningnya gereja di sore hari, sebelum puncak malam perayaan Natal. Baginya, saat-saat seperti itu adalah momen yang tepat untuk lebih khidmat berdoa.

Bukan hanya Mujiheriati yang datang lebih awal, beberapa jemaat lain juga tiba lebih dahulu. Ada Rilwan, warga Pakem, serta Theresia yang datang jauh-jauh dari Pekanbaru, Riau. “Saya datang lebih dahulu ini karena ingin berdoa, termasuk doa untuk gereja,” papar Theresia. Ketiga jemaat itu tampak khusyuk berdoa. Mereka tenggelam dalam suasana sakral.

Semakin sore, satu per satu umat Katolik mulai berdatangan ke Gereja Paroki Santo Yusup. Bersama keluarganya, mereka juga mulai memanjatkan doa. Pastor Kepala Gereja Paroki Santo Yusuf Romo Henrikus Suwaji O Carm mengatakan, tema Natal tahun ini adalah Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.

Tema tersebut dipakai tidak lebih dari latar belakang sejarah bangsa ini. Sebab, kata dia, bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya, serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/