23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Kades Klatakan Tak Puas dengan Sidang Eksepsi

JPU Nyatakan Sesuai Syarat Formil dan Materil

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang agenda jawaban dari jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi kepada penasihat hukum terdakwa Ali Wafa, Selaku Kades Klatakan, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (24/11). Hasil jawaban dari JPU dinilai belum mewakili sejumlah poin yang tertuang dalam eksepsi. Sementara, JPU menyatakan telah sesuai dengan syarat formil dan materil.

BACA JUGA : Temuan Pemuda Pingsan di Persawahan Jember Ternyata Korban Penganiayaan

Suasana percaturan hukum di PN Jember masih tersorot kepada perkara terdakwa Ali Wafa yang terseret kasus pencurian tebu di Tanah Kas Desa (TKD) Klatakan, Kecamatan Tanggul. Di dalam surat dakwaan, Ali Wafa dijerat dengan pasal pencurian sebagaimana tertuang dalam Pasal 362 KUHP. Sejak agenda sidang pertama, perkara yang menjerat Ali Wafa telah menaikkan tensi publik. Sebab, ada beberapa fakta dalam surat dakwaan yang dinilai tidak jelas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adik Sri selaku JPU mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

Bahkan, dia juga memohon kepada majelis hakim untuk menolak permohonan eksepsi dari pihak Ali Wafa. “Kami memohon kepada mejelis hakim untuk melanjutkan perkara ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang agenda jawaban dari jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi kepada penasihat hukum terdakwa Ali Wafa, Selaku Kades Klatakan, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (24/11). Hasil jawaban dari JPU dinilai belum mewakili sejumlah poin yang tertuang dalam eksepsi. Sementara, JPU menyatakan telah sesuai dengan syarat formil dan materil.

BACA JUGA : Temuan Pemuda Pingsan di Persawahan Jember Ternyata Korban Penganiayaan

Suasana percaturan hukum di PN Jember masih tersorot kepada perkara terdakwa Ali Wafa yang terseret kasus pencurian tebu di Tanah Kas Desa (TKD) Klatakan, Kecamatan Tanggul. Di dalam surat dakwaan, Ali Wafa dijerat dengan pasal pencurian sebagaimana tertuang dalam Pasal 362 KUHP. Sejak agenda sidang pertama, perkara yang menjerat Ali Wafa telah menaikkan tensi publik. Sebab, ada beberapa fakta dalam surat dakwaan yang dinilai tidak jelas.

Adik Sri selaku JPU mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

Bahkan, dia juga memohon kepada majelis hakim untuk menolak permohonan eksepsi dari pihak Ali Wafa. “Kami memohon kepada mejelis hakim untuk melanjutkan perkara ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang agenda jawaban dari jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi kepada penasihat hukum terdakwa Ali Wafa, Selaku Kades Klatakan, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (24/11). Hasil jawaban dari JPU dinilai belum mewakili sejumlah poin yang tertuang dalam eksepsi. Sementara, JPU menyatakan telah sesuai dengan syarat formil dan materil.

BACA JUGA : Temuan Pemuda Pingsan di Persawahan Jember Ternyata Korban Penganiayaan

Suasana percaturan hukum di PN Jember masih tersorot kepada perkara terdakwa Ali Wafa yang terseret kasus pencurian tebu di Tanah Kas Desa (TKD) Klatakan, Kecamatan Tanggul. Di dalam surat dakwaan, Ali Wafa dijerat dengan pasal pencurian sebagaimana tertuang dalam Pasal 362 KUHP. Sejak agenda sidang pertama, perkara yang menjerat Ali Wafa telah menaikkan tensi publik. Sebab, ada beberapa fakta dalam surat dakwaan yang dinilai tidak jelas.

Adik Sri selaku JPU mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

Bahkan, dia juga memohon kepada majelis hakim untuk menolak permohonan eksepsi dari pihak Ali Wafa. “Kami memohon kepada mejelis hakim untuk melanjutkan perkara ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca