alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 8 December 2021

Uniknya Perayaan Hari Gunu Nasional di SLB Negeri Jember

Sebut Kesejahteraan Pendidik Kian Membaik Guru SLB Peringati HGN dengan Tukar Kado

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semarak peringatan Hari Guru Nasional (HGN), 25 November, tidak berlangsung gegap gempita. Melainkan dirayakan dengan cara sederhana. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah guru di SLB Negeri Branjangan Jember, kemarin (25/11). Mereka saling bertukar hadiah. Meski berlangsung sederhana, tapi peringatan itu terasa istimewa.

Pagi kemarin, puluhan guru berjajar di halaman SLB Negeri Branjangan Jember. Mereka mengenakan batik putih hitam, khas seragam PGRI Jember. Tak hanya antarguru yang bertukar kado, ada juga beberapa murid yang memberikan hadiah kepada gurunya. Momentum semacam ini cukup mengharukan karena jarang terjadi. “Kami merayakan secara sederhana. Bertukar kado,” kata Umi Salamah, Kepala SLB Negeri Jember.

Umi menjelaskan, kado yang ditukarkan itu dianjurkan bernilai sekitar Rp 20 ribu. Meski begitu, jika ada yang mau memberikan lebih tetap dipersilakan. “Maksud saya biar tidak memberatkan teman-teman honorer. Makanya dibikin sama,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di SLB Negeri Branjangan Jember jumlah guru honorer tidak banyak. Hanya delapan orang. Sementara, yang berstatus PNS lebih dari itu. Soal kesejahteraan, tentu guru honorer masih di bawah yang berstatus PNS. Anis, salah satu tenaga honorer di SLB Negeri Branjangan Jember, mengungkapkan, gajinya selama ini berkisar Rp 300 ribu per bulan. Untuk menopang kebutuhan kesehariannya, dia harus bekerja paruh waktu sebagai penerjemah bahasa isyarat.

Kondisi kesejahteraan guru memang masih menjadi isu krusial yang hingga saat ini belum tuntas tertangani. Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, sebenarnya persoalan gaji guru honorer sudah mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dibuktikan dengan adanya SK untuk guru honorer dari Bupati Jember. “Mereka yang sudah menerima SK gajinya sudah mencapai Rp 1,5 juta,” terangnya.

Sedangkan bagi yang belum, saat ini masih diupayakan agar dapat menerima SK, sehingga besaran gajinya bisa naik. “Rata-rata kisaran Rp 750 ribu untuk guru honorer yang belum menerima SK. Tapi, itu bergantung pada sekolahnya juga, ” beber Supriyono.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semarak peringatan Hari Guru Nasional (HGN), 25 November, tidak berlangsung gegap gempita. Melainkan dirayakan dengan cara sederhana. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah guru di SLB Negeri Branjangan Jember, kemarin (25/11). Mereka saling bertukar hadiah. Meski berlangsung sederhana, tapi peringatan itu terasa istimewa.

Pagi kemarin, puluhan guru berjajar di halaman SLB Negeri Branjangan Jember. Mereka mengenakan batik putih hitam, khas seragam PGRI Jember. Tak hanya antarguru yang bertukar kado, ada juga beberapa murid yang memberikan hadiah kepada gurunya. Momentum semacam ini cukup mengharukan karena jarang terjadi. “Kami merayakan secara sederhana. Bertukar kado,” kata Umi Salamah, Kepala SLB Negeri Jember.

Umi menjelaskan, kado yang ditukarkan itu dianjurkan bernilai sekitar Rp 20 ribu. Meski begitu, jika ada yang mau memberikan lebih tetap dipersilakan. “Maksud saya biar tidak memberatkan teman-teman honorer. Makanya dibikin sama,” ucapnya.

Di SLB Negeri Branjangan Jember jumlah guru honorer tidak banyak. Hanya delapan orang. Sementara, yang berstatus PNS lebih dari itu. Soal kesejahteraan, tentu guru honorer masih di bawah yang berstatus PNS. Anis, salah satu tenaga honorer di SLB Negeri Branjangan Jember, mengungkapkan, gajinya selama ini berkisar Rp 300 ribu per bulan. Untuk menopang kebutuhan kesehariannya, dia harus bekerja paruh waktu sebagai penerjemah bahasa isyarat.

Kondisi kesejahteraan guru memang masih menjadi isu krusial yang hingga saat ini belum tuntas tertangani. Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, sebenarnya persoalan gaji guru honorer sudah mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dibuktikan dengan adanya SK untuk guru honorer dari Bupati Jember. “Mereka yang sudah menerima SK gajinya sudah mencapai Rp 1,5 juta,” terangnya.

Sedangkan bagi yang belum, saat ini masih diupayakan agar dapat menerima SK, sehingga besaran gajinya bisa naik. “Rata-rata kisaran Rp 750 ribu untuk guru honorer yang belum menerima SK. Tapi, itu bergantung pada sekolahnya juga, ” beber Supriyono.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semarak peringatan Hari Guru Nasional (HGN), 25 November, tidak berlangsung gegap gempita. Melainkan dirayakan dengan cara sederhana. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah guru di SLB Negeri Branjangan Jember, kemarin (25/11). Mereka saling bertukar hadiah. Meski berlangsung sederhana, tapi peringatan itu terasa istimewa.

Pagi kemarin, puluhan guru berjajar di halaman SLB Negeri Branjangan Jember. Mereka mengenakan batik putih hitam, khas seragam PGRI Jember. Tak hanya antarguru yang bertukar kado, ada juga beberapa murid yang memberikan hadiah kepada gurunya. Momentum semacam ini cukup mengharukan karena jarang terjadi. “Kami merayakan secara sederhana. Bertukar kado,” kata Umi Salamah, Kepala SLB Negeri Jember.

Umi menjelaskan, kado yang ditukarkan itu dianjurkan bernilai sekitar Rp 20 ribu. Meski begitu, jika ada yang mau memberikan lebih tetap dipersilakan. “Maksud saya biar tidak memberatkan teman-teman honorer. Makanya dibikin sama,” ucapnya.

Di SLB Negeri Branjangan Jember jumlah guru honorer tidak banyak. Hanya delapan orang. Sementara, yang berstatus PNS lebih dari itu. Soal kesejahteraan, tentu guru honorer masih di bawah yang berstatus PNS. Anis, salah satu tenaga honorer di SLB Negeri Branjangan Jember, mengungkapkan, gajinya selama ini berkisar Rp 300 ribu per bulan. Untuk menopang kebutuhan kesehariannya, dia harus bekerja paruh waktu sebagai penerjemah bahasa isyarat.

Kondisi kesejahteraan guru memang masih menjadi isu krusial yang hingga saat ini belum tuntas tertangani. Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, sebenarnya persoalan gaji guru honorer sudah mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dibuktikan dengan adanya SK untuk guru honorer dari Bupati Jember. “Mereka yang sudah menerima SK gajinya sudah mencapai Rp 1,5 juta,” terangnya.

Sedangkan bagi yang belum, saat ini masih diupayakan agar dapat menerima SK, sehingga besaran gajinya bisa naik. “Rata-rata kisaran Rp 750 ribu untuk guru honorer yang belum menerima SK. Tapi, itu bergantung pada sekolahnya juga, ” beber Supriyono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca