alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

KPPS Harus Jalani Rapid Test

Mobile_AP_Rectangle 1

Dalam koordinasi itu, Winda, anggota PPK Kecamatan Kaliwates, menanyakan apakah rapid test yang dilakukan KPPS bisa dilakukan sendiri atau tidak. Maksudnya, rapid test bisa di fasilitas kesehatan mana pun atau tidak. Menanggapinya, Andi Wasis menegaskan tidak boleh dilakukan sendiri dan harus menggunakan fasilitas yang telah ditunjuk KPU Jember.

“Kalau rapid test dilakukan sendiri-sendiri, dikhawatirkan ada manipulasi. Maka semuanya harus dilakukan di fasilitas yang telah kami tunjuk,” paparnya.

Hasil rapid test itu nanti seluruhnya akan disampaikan oleh faskes yang ditunjuk ke KPU Jember. Kaitan dengan kemungkinan adanya KPPS yang reaktif korona, maka akan ditangani secara khusus seperti karantina mandiri. “Kalau ditemukan ada yang reaktif, itu nanti akan kami tindak lanjuti. Yang jelas, apabila ada yang reaktif, maka identitasnya tetap dirahasiakan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, keharusan rapid test terhadap KPPS tersebut dilakukan untuk menjamin pelaksanaan pilkada agar tetap lancar dan tidak berdampak negatif. Menurutnya, sebelum pencoblosan dilaksanakan, maka KPPS harus dipastikan steril. “Semua proses protokol kesehatan juga tetap harus dipatuhi. Termasuk seluruh KPPS, juga harus melakukannya. KPPS juga harus rapid test,” jelasnya.

- Advertisement -

Dalam koordinasi itu, Winda, anggota PPK Kecamatan Kaliwates, menanyakan apakah rapid test yang dilakukan KPPS bisa dilakukan sendiri atau tidak. Maksudnya, rapid test bisa di fasilitas kesehatan mana pun atau tidak. Menanggapinya, Andi Wasis menegaskan tidak boleh dilakukan sendiri dan harus menggunakan fasilitas yang telah ditunjuk KPU Jember.

“Kalau rapid test dilakukan sendiri-sendiri, dikhawatirkan ada manipulasi. Maka semuanya harus dilakukan di fasilitas yang telah kami tunjuk,” paparnya.

Hasil rapid test itu nanti seluruhnya akan disampaikan oleh faskes yang ditunjuk ke KPU Jember. Kaitan dengan kemungkinan adanya KPPS yang reaktif korona, maka akan ditangani secara khusus seperti karantina mandiri. “Kalau ditemukan ada yang reaktif, itu nanti akan kami tindak lanjuti. Yang jelas, apabila ada yang reaktif, maka identitasnya tetap dirahasiakan,” paparnya.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, keharusan rapid test terhadap KPPS tersebut dilakukan untuk menjamin pelaksanaan pilkada agar tetap lancar dan tidak berdampak negatif. Menurutnya, sebelum pencoblosan dilaksanakan, maka KPPS harus dipastikan steril. “Semua proses protokol kesehatan juga tetap harus dipatuhi. Termasuk seluruh KPPS, juga harus melakukannya. KPPS juga harus rapid test,” jelasnya.

Dalam koordinasi itu, Winda, anggota PPK Kecamatan Kaliwates, menanyakan apakah rapid test yang dilakukan KPPS bisa dilakukan sendiri atau tidak. Maksudnya, rapid test bisa di fasilitas kesehatan mana pun atau tidak. Menanggapinya, Andi Wasis menegaskan tidak boleh dilakukan sendiri dan harus menggunakan fasilitas yang telah ditunjuk KPU Jember.

“Kalau rapid test dilakukan sendiri-sendiri, dikhawatirkan ada manipulasi. Maka semuanya harus dilakukan di fasilitas yang telah kami tunjuk,” paparnya.

Hasil rapid test itu nanti seluruhnya akan disampaikan oleh faskes yang ditunjuk ke KPU Jember. Kaitan dengan kemungkinan adanya KPPS yang reaktif korona, maka akan ditangani secara khusus seperti karantina mandiri. “Kalau ditemukan ada yang reaktif, itu nanti akan kami tindak lanjuti. Yang jelas, apabila ada yang reaktif, maka identitasnya tetap dirahasiakan,” paparnya.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, keharusan rapid test terhadap KPPS tersebut dilakukan untuk menjamin pelaksanaan pilkada agar tetap lancar dan tidak berdampak negatif. Menurutnya, sebelum pencoblosan dilaksanakan, maka KPPS harus dipastikan steril. “Semua proses protokol kesehatan juga tetap harus dipatuhi. Termasuk seluruh KPPS, juga harus melakukannya. KPPS juga harus rapid test,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/