alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Hingga Luar Jawa, Peserta Presentasikan Karya Motif Batik Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Usai penentuan sepuluh finalis terpilih dari lomba desain batik, kini para finalis tersebut mempresentasikan hasil karyanya kepada tiga dewan juri, Selasa (26/10).

Dalam presentasi yang digelar secara daring itu, setiap finalis dipilih secara acak untuk menjelaskan maksud, inspirasi dan teknik yang digunakan dalam membuat desain.

Seperti yang dilakukan salah satu finalis, Andriyanto yang merupakan peserta asal Kabupaten Bondowoso. Batik tulis buatannya dengan motif tembakau, kopi, gunung, pasir dan biota laut, batu serta lambang kerajaan. Macam-macam motif itu dia buat karena terinspirasi dari kondisi lingkungan dan kekayaan alam yang ada di Jember. Begitupun warnanya, yakni menggunakan pewarnaan hijau, biru, abu-abu, dan coklat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tembakau, menurut saya itu motif yang sangat khas di Jember, melambangkan kemakmuran masyarakat Jember. Kemudian kopi, yang ada di lereng Argopuro, disitu juga ada gambar gunung, lalu motif batu mempresentasikan watu ulo, ada juga biota laut sebagai hasilnya. Yang menjadi pondasi, saya pakai motif pasadeng. Ini terinspirasi dari sejarah Jember yang dulu pernah ada Kerajaan Pasadeng,” paparnya kepada para juri.

Menurutnya, meski bukan penduduk asli Jember, kekayaan dan ciri khas kabupaten Jember telah terdengar ke berbagai daerah, termasuk Bondowoso. Oleh karena itu, dia mendapatkan banyak inspirasi dalam membuat karya kebanggaannya itu.

Sudiono, salah satu juri menanggapi, beberapa konsep yang dibuat dalam desain para finalis sudah bagus, namun ada beberapa catatan yang perlu diingat oleh para pengkarya. Yakni bagaimana menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Seperti milik Andriyono misalnya, yang memasukkan motif Pasadeng. Pasalnya, motif tersebut memang sempat dikampanyekan sebagai motif khas Jember.

“Secara konsep sudah bagus, namun ada catatan yang penting. Bagaimana anda menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Karena ini juga berkaitan dengan originalitas,” turur Yono.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Usai penentuan sepuluh finalis terpilih dari lomba desain batik, kini para finalis tersebut mempresentasikan hasil karyanya kepada tiga dewan juri, Selasa (26/10).

Dalam presentasi yang digelar secara daring itu, setiap finalis dipilih secara acak untuk menjelaskan maksud, inspirasi dan teknik yang digunakan dalam membuat desain.

Seperti yang dilakukan salah satu finalis, Andriyanto yang merupakan peserta asal Kabupaten Bondowoso. Batik tulis buatannya dengan motif tembakau, kopi, gunung, pasir dan biota laut, batu serta lambang kerajaan. Macam-macam motif itu dia buat karena terinspirasi dari kondisi lingkungan dan kekayaan alam yang ada di Jember. Begitupun warnanya, yakni menggunakan pewarnaan hijau, biru, abu-abu, dan coklat.

“Tembakau, menurut saya itu motif yang sangat khas di Jember, melambangkan kemakmuran masyarakat Jember. Kemudian kopi, yang ada di lereng Argopuro, disitu juga ada gambar gunung, lalu motif batu mempresentasikan watu ulo, ada juga biota laut sebagai hasilnya. Yang menjadi pondasi, saya pakai motif pasadeng. Ini terinspirasi dari sejarah Jember yang dulu pernah ada Kerajaan Pasadeng,” paparnya kepada para juri.

Menurutnya, meski bukan penduduk asli Jember, kekayaan dan ciri khas kabupaten Jember telah terdengar ke berbagai daerah, termasuk Bondowoso. Oleh karena itu, dia mendapatkan banyak inspirasi dalam membuat karya kebanggaannya itu.

Sudiono, salah satu juri menanggapi, beberapa konsep yang dibuat dalam desain para finalis sudah bagus, namun ada beberapa catatan yang perlu diingat oleh para pengkarya. Yakni bagaimana menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Seperti milik Andriyono misalnya, yang memasukkan motif Pasadeng. Pasalnya, motif tersebut memang sempat dikampanyekan sebagai motif khas Jember.

“Secara konsep sudah bagus, namun ada catatan yang penting. Bagaimana anda menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Karena ini juga berkaitan dengan originalitas,” turur Yono.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Usai penentuan sepuluh finalis terpilih dari lomba desain batik, kini para finalis tersebut mempresentasikan hasil karyanya kepada tiga dewan juri, Selasa (26/10).

Dalam presentasi yang digelar secara daring itu, setiap finalis dipilih secara acak untuk menjelaskan maksud, inspirasi dan teknik yang digunakan dalam membuat desain.

Seperti yang dilakukan salah satu finalis, Andriyanto yang merupakan peserta asal Kabupaten Bondowoso. Batik tulis buatannya dengan motif tembakau, kopi, gunung, pasir dan biota laut, batu serta lambang kerajaan. Macam-macam motif itu dia buat karena terinspirasi dari kondisi lingkungan dan kekayaan alam yang ada di Jember. Begitupun warnanya, yakni menggunakan pewarnaan hijau, biru, abu-abu, dan coklat.

“Tembakau, menurut saya itu motif yang sangat khas di Jember, melambangkan kemakmuran masyarakat Jember. Kemudian kopi, yang ada di lereng Argopuro, disitu juga ada gambar gunung, lalu motif batu mempresentasikan watu ulo, ada juga biota laut sebagai hasilnya. Yang menjadi pondasi, saya pakai motif pasadeng. Ini terinspirasi dari sejarah Jember yang dulu pernah ada Kerajaan Pasadeng,” paparnya kepada para juri.

Menurutnya, meski bukan penduduk asli Jember, kekayaan dan ciri khas kabupaten Jember telah terdengar ke berbagai daerah, termasuk Bondowoso. Oleh karena itu, dia mendapatkan banyak inspirasi dalam membuat karya kebanggaannya itu.

Sudiono, salah satu juri menanggapi, beberapa konsep yang dibuat dalam desain para finalis sudah bagus, namun ada beberapa catatan yang perlu diingat oleh para pengkarya. Yakni bagaimana menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Seperti milik Andriyono misalnya, yang memasukkan motif Pasadeng. Pasalnya, motif tersebut memang sempat dikampanyekan sebagai motif khas Jember.

“Secara konsep sudah bagus, namun ada catatan yang penting. Bagaimana anda menyajikan karya batik yang sesuai dengan pakemnya. Karena ini juga berkaitan dengan originalitas,” turur Yono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca