alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tidak Habis Pikir! Kayu Penaung Jalan Pun Sampai Dicuri

Dugaannya, Pelaku Gunakan Gergaji Manual

Mobile_AP_Rectangle 1

AMPEL, RADARJEMBER.ID – Umumnya, para pencuri itu menggarong dengan mencongkel jendela atau pintu rumah. Namun, di wilayah hukum Polsek Wuluhan ini berbeda. Kawanan maling ini justru menyasar kayu sono keling yang berdiri di kanan dan kiri jalan. Di lokasi, terlihat tonggak kayu bekas tebangan. Ditengarai, para pencuri tersebut memotong menggunakan gergaji manual karena bekas potongannya cukup rapi, dan warga tak mendengar suara mesin gergaji.

Pelaku hanya mengambil kayu di bagian bawahnya. Sementara, bagian atasnya ditinggal begitu saja. Peristiwa pencurian itu terjadi Selasa (24/8) dini hari, di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Pohon berukuran sedang itu bagian rantingnya dibiarkan melintang di tengah jalan. Sedangkan bagian batang sudah hilang. Warga kemudian membersihkan potongan kayu itu agar pengendara bisa melintasi jalur tersebut.

Sepanjang jalan mulai dari Desa Ampel hingga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, memang banyak tumbuh kayu jenis ini. Tercatat ada puluhan kayu sono keling yang ditebang secara ilegal oleh pelaku. Kayu jenis sono ini menjadi sasaran garong karena harga jualnya cukup tinggi serta mudah didapatkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diduga pelaku memotong kayu pada dini hari. Sebab, pagi harinya, batang bagian atas dan rantingnya ditemukan oleh warga teronggok di tengah jalan dan selokan. “Sepertinya pelaku hanya mengambil batang pohon beberapa meter bagian bawah saja,” kata Fathur Rohman, pengguna jalan.

Di sekitar pohon yang ditebang itu ada beberapa tonggak kayu jenis sonokeling yang dicuri. Bahkan, terlihat ada pohon sono berukuran besar di sisi utara jalan yang sudah dipotong, tetapi belum ambruk. “Mungkin terlalu lama memotongnya, sehingga tidak sampai roboh. Kalau dilihat dari bekas yang dipotong, pohon itu tinggal mendorong saja,” tutur Fathur Rohman.

- Advertisement -

AMPEL, RADARJEMBER.ID – Umumnya, para pencuri itu menggarong dengan mencongkel jendela atau pintu rumah. Namun, di wilayah hukum Polsek Wuluhan ini berbeda. Kawanan maling ini justru menyasar kayu sono keling yang berdiri di kanan dan kiri jalan. Di lokasi, terlihat tonggak kayu bekas tebangan. Ditengarai, para pencuri tersebut memotong menggunakan gergaji manual karena bekas potongannya cukup rapi, dan warga tak mendengar suara mesin gergaji.

Pelaku hanya mengambil kayu di bagian bawahnya. Sementara, bagian atasnya ditinggal begitu saja. Peristiwa pencurian itu terjadi Selasa (24/8) dini hari, di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Pohon berukuran sedang itu bagian rantingnya dibiarkan melintang di tengah jalan. Sedangkan bagian batang sudah hilang. Warga kemudian membersihkan potongan kayu itu agar pengendara bisa melintasi jalur tersebut.

Sepanjang jalan mulai dari Desa Ampel hingga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, memang banyak tumbuh kayu jenis ini. Tercatat ada puluhan kayu sono keling yang ditebang secara ilegal oleh pelaku. Kayu jenis sono ini menjadi sasaran garong karena harga jualnya cukup tinggi serta mudah didapatkan.

Diduga pelaku memotong kayu pada dini hari. Sebab, pagi harinya, batang bagian atas dan rantingnya ditemukan oleh warga teronggok di tengah jalan dan selokan. “Sepertinya pelaku hanya mengambil batang pohon beberapa meter bagian bawah saja,” kata Fathur Rohman, pengguna jalan.

Di sekitar pohon yang ditebang itu ada beberapa tonggak kayu jenis sonokeling yang dicuri. Bahkan, terlihat ada pohon sono berukuran besar di sisi utara jalan yang sudah dipotong, tetapi belum ambruk. “Mungkin terlalu lama memotongnya, sehingga tidak sampai roboh. Kalau dilihat dari bekas yang dipotong, pohon itu tinggal mendorong saja,” tutur Fathur Rohman.

AMPEL, RADARJEMBER.ID – Umumnya, para pencuri itu menggarong dengan mencongkel jendela atau pintu rumah. Namun, di wilayah hukum Polsek Wuluhan ini berbeda. Kawanan maling ini justru menyasar kayu sono keling yang berdiri di kanan dan kiri jalan. Di lokasi, terlihat tonggak kayu bekas tebangan. Ditengarai, para pencuri tersebut memotong menggunakan gergaji manual karena bekas potongannya cukup rapi, dan warga tak mendengar suara mesin gergaji.

Pelaku hanya mengambil kayu di bagian bawahnya. Sementara, bagian atasnya ditinggal begitu saja. Peristiwa pencurian itu terjadi Selasa (24/8) dini hari, di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Pohon berukuran sedang itu bagian rantingnya dibiarkan melintang di tengah jalan. Sedangkan bagian batang sudah hilang. Warga kemudian membersihkan potongan kayu itu agar pengendara bisa melintasi jalur tersebut.

Sepanjang jalan mulai dari Desa Ampel hingga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, memang banyak tumbuh kayu jenis ini. Tercatat ada puluhan kayu sono keling yang ditebang secara ilegal oleh pelaku. Kayu jenis sono ini menjadi sasaran garong karena harga jualnya cukup tinggi serta mudah didapatkan.

Diduga pelaku memotong kayu pada dini hari. Sebab, pagi harinya, batang bagian atas dan rantingnya ditemukan oleh warga teronggok di tengah jalan dan selokan. “Sepertinya pelaku hanya mengambil batang pohon beberapa meter bagian bawah saja,” kata Fathur Rohman, pengguna jalan.

Di sekitar pohon yang ditebang itu ada beberapa tonggak kayu jenis sonokeling yang dicuri. Bahkan, terlihat ada pohon sono berukuran besar di sisi utara jalan yang sudah dipotong, tetapi belum ambruk. “Mungkin terlalu lama memotongnya, sehingga tidak sampai roboh. Kalau dilihat dari bekas yang dipotong, pohon itu tinggal mendorong saja,” tutur Fathur Rohman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/