alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Aksi Penipuan Terniat! Setahun Latihan Agar Sempurna Mirip Sosok Ini

Jangan Ditiru!! Butuh Setahun Poles Badrodin Haiti KW

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (25/8). Dalam sidang virtual itu, majelis hakim kembali menghadirkan terdakwa Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani, dan terdakwa lain yang juga menjadi saksi mahkota, Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo atau AR.

Dalam fakta persidangan, penuntut umum mencecar Gus Dani terkait perannya menyutradarai lakon penipuan itu. Dia butuh waktu setahun memoles Riyadi agar tampil meyakinkan dan memikat korbannya hingga meraup miliaran rupiah. “Awalnya, saya posting foto bareng Ahmad Riyadi di Facebook. Di situ banyak yang respons dan komentar, kok mirip mantan Kapolri,” kata Gus Dani menjawab pertanyaan penuntut umum.

Jauh sebelum kasus itu terungkap, Gus Dani dan Riyadi sudah saling kenal sejak 3–4 tahun belakangan. Karena itu, ia sempat mengunggah momen keakraban mereka di media sosial milik Gus Dani. Secara bersamaan, sejak saat itu FR mulai kerap mem-posting foto-foto dirinya bersama sejumlah menteri hingga pejabat istana.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Butuh berapa lama saudara men-setting Ahmad Riyadi agar tampil meyakinkan seperti Kapolri sungguhan,” tanya penuntut umum. “Sekitar satu tahun,” jawab Gus Dani, yang mengikuti persidangan bersama Riyadi dari rumah tahanan.

Selama sekitar setahun itu, Gus Dani juga membiayai dan memoles penampilan Riyadi. Kadang untuk membeli pakaian hingga untuk sekadar membeli rokok. Gus Dani juga mengolah dan melatih Riyadi dalam bergaya, bertutur kata, menyapa, atau menanggapi saat bertemu korban. “Saya memberikan uang dari kisaran Rp 200 sampai Rp 300 ribu ke Ahmad Riyadi. Total sekitar Rp 20 jutaan,” ujarnya.

Sementara itu, sisa uang lainnya yang didapatkan dari korban hingga miliaran itu, ia gunakan untuk bersenang-senang. “Sisa uang lainnya saya gunakan untuk senang-senang, serta membeli sepeda antik dan sepeda fiksi,” tutur Gus Dani.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (25/8). Dalam sidang virtual itu, majelis hakim kembali menghadirkan terdakwa Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani, dan terdakwa lain yang juga menjadi saksi mahkota, Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo atau AR.

Dalam fakta persidangan, penuntut umum mencecar Gus Dani terkait perannya menyutradarai lakon penipuan itu. Dia butuh waktu setahun memoles Riyadi agar tampil meyakinkan dan memikat korbannya hingga meraup miliaran rupiah. “Awalnya, saya posting foto bareng Ahmad Riyadi di Facebook. Di situ banyak yang respons dan komentar, kok mirip mantan Kapolri,” kata Gus Dani menjawab pertanyaan penuntut umum.

Jauh sebelum kasus itu terungkap, Gus Dani dan Riyadi sudah saling kenal sejak 3–4 tahun belakangan. Karena itu, ia sempat mengunggah momen keakraban mereka di media sosial milik Gus Dani. Secara bersamaan, sejak saat itu FR mulai kerap mem-posting foto-foto dirinya bersama sejumlah menteri hingga pejabat istana.

“Butuh berapa lama saudara men-setting Ahmad Riyadi agar tampil meyakinkan seperti Kapolri sungguhan,” tanya penuntut umum. “Sekitar satu tahun,” jawab Gus Dani, yang mengikuti persidangan bersama Riyadi dari rumah tahanan.

Selama sekitar setahun itu, Gus Dani juga membiayai dan memoles penampilan Riyadi. Kadang untuk membeli pakaian hingga untuk sekadar membeli rokok. Gus Dani juga mengolah dan melatih Riyadi dalam bergaya, bertutur kata, menyapa, atau menanggapi saat bertemu korban. “Saya memberikan uang dari kisaran Rp 200 sampai Rp 300 ribu ke Ahmad Riyadi. Total sekitar Rp 20 jutaan,” ujarnya.

Sementara itu, sisa uang lainnya yang didapatkan dari korban hingga miliaran itu, ia gunakan untuk bersenang-senang. “Sisa uang lainnya saya gunakan untuk senang-senang, serta membeli sepeda antik dan sepeda fiksi,” tutur Gus Dani.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kelanjutan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (25/8). Dalam sidang virtual itu, majelis hakim kembali menghadirkan terdakwa Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani, dan terdakwa lain yang juga menjadi saksi mahkota, Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo atau AR.

Dalam fakta persidangan, penuntut umum mencecar Gus Dani terkait perannya menyutradarai lakon penipuan itu. Dia butuh waktu setahun memoles Riyadi agar tampil meyakinkan dan memikat korbannya hingga meraup miliaran rupiah. “Awalnya, saya posting foto bareng Ahmad Riyadi di Facebook. Di situ banyak yang respons dan komentar, kok mirip mantan Kapolri,” kata Gus Dani menjawab pertanyaan penuntut umum.

Jauh sebelum kasus itu terungkap, Gus Dani dan Riyadi sudah saling kenal sejak 3–4 tahun belakangan. Karena itu, ia sempat mengunggah momen keakraban mereka di media sosial milik Gus Dani. Secara bersamaan, sejak saat itu FR mulai kerap mem-posting foto-foto dirinya bersama sejumlah menteri hingga pejabat istana.

“Butuh berapa lama saudara men-setting Ahmad Riyadi agar tampil meyakinkan seperti Kapolri sungguhan,” tanya penuntut umum. “Sekitar satu tahun,” jawab Gus Dani, yang mengikuti persidangan bersama Riyadi dari rumah tahanan.

Selama sekitar setahun itu, Gus Dani juga membiayai dan memoles penampilan Riyadi. Kadang untuk membeli pakaian hingga untuk sekadar membeli rokok. Gus Dani juga mengolah dan melatih Riyadi dalam bergaya, bertutur kata, menyapa, atau menanggapi saat bertemu korban. “Saya memberikan uang dari kisaran Rp 200 sampai Rp 300 ribu ke Ahmad Riyadi. Total sekitar Rp 20 jutaan,” ujarnya.

Sementara itu, sisa uang lainnya yang didapatkan dari korban hingga miliaran itu, ia gunakan untuk bersenang-senang. “Sisa uang lainnya saya gunakan untuk senang-senang, serta membeli sepeda antik dan sepeda fiksi,” tutur Gus Dani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/