alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Getek Gladak Korek yang Mulai Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi Covid-19 mewabah, Wanawisata Gladak Korek GK-37 di Dusun Krajan, Desa Andongrejo, Kecamatan Ambulu, sepi. Sebab, tempat wisata tersebut ditutup dan tidak boleh ada pengunjung. Hanya ada warga yang pergi ke ladang atau warga yang pergi mencari rumput ke hutan saja.

“Dulu, banyak pengunjung yang datang dan menyeberang naik getek ini,” kata Sulaiman, 51, warga setempat yang setiap hari menyeberangkan orang dengan getek rakitan.

Penyeberang cukup membayar Rp 2000 rupiah pulang-pergi. Biasanya, ramainya pengunjung itu hari Minggu, terutama komunitas sepeda. “Getek ini tetap dibuka pagi, karena ada warga yang pergi ke hutan dan pencari kayu atau rumput,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi Covid-19 mewabah, Wanawisata Gladak Korek GK-37 di Dusun Krajan, Desa Andongrejo, Kecamatan Ambulu, sepi. Sebab, tempat wisata tersebut ditutup dan tidak boleh ada pengunjung. Hanya ada warga yang pergi ke ladang atau warga yang pergi mencari rumput ke hutan saja.

“Dulu, banyak pengunjung yang datang dan menyeberang naik getek ini,” kata Sulaiman, 51, warga setempat yang setiap hari menyeberangkan orang dengan getek rakitan.

Penyeberang cukup membayar Rp 2000 rupiah pulang-pergi. Biasanya, ramainya pengunjung itu hari Minggu, terutama komunitas sepeda. “Getek ini tetap dibuka pagi, karena ada warga yang pergi ke hutan dan pencari kayu atau rumput,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi Covid-19 mewabah, Wanawisata Gladak Korek GK-37 di Dusun Krajan, Desa Andongrejo, Kecamatan Ambulu, sepi. Sebab, tempat wisata tersebut ditutup dan tidak boleh ada pengunjung. Hanya ada warga yang pergi ke ladang atau warga yang pergi mencari rumput ke hutan saja.

“Dulu, banyak pengunjung yang datang dan menyeberang naik getek ini,” kata Sulaiman, 51, warga setempat yang setiap hari menyeberangkan orang dengan getek rakitan.

Penyeberang cukup membayar Rp 2000 rupiah pulang-pergi. Biasanya, ramainya pengunjung itu hari Minggu, terutama komunitas sepeda. “Getek ini tetap dibuka pagi, karena ada warga yang pergi ke hutan dan pencari kayu atau rumput,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/