alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pancasila dan Islam Saling Beriringan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID– Pengusulan KH Achmad Siddiq dan Letkol Moch. Sroedji sebagai pahlawan nasional terus diperjuangkan.  Salah satu upayanya adalah dengan menggelar  seminar  di Pendapa Bupati Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (25/8).

Dalam seminar itu terungkap, almarhum merupakan sosok yang benar-benar menerapkan peran NU untuk bangsa terutama dalam mengkampanyekan Pancasila beriringan dengan ajaran Islam.

Hadir dua nara sumber yang dihadirkan KH Afifuddin Muhadjir, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo dan Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar.

Mobile_AP_Rectangle 2

KH Afifuddin Muhadjir menjelaskan, almarhum KH Achmad Siddiq adalah sosok yang dipilih para ulama senior untuk menjadi Rois Aam PBNU pada tahun 1984. Pemilihan itu bukan tanpa dasar, tetapi dikarenakan beliau merupakan sosok yang mampu mempersatukan bangsa.

KH Achmad Siddiq, kata dia,  paling aktif menjalankan peran NU. Yaitu sebagai benteng akidah ahlusunnah wal jamaah, pengawal moral bangsa Indonesia, serta penyanggah NKRI. “Ketiga peran NU ini, KH Achmad Siddiq memiliki andil yang sangat luar biasa. Itu diterapkan pada ajaran-ajarannya,” ungkap pria yang akrap dipanggil Kiai Khofi tersebut.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID– Pengusulan KH Achmad Siddiq dan Letkol Moch. Sroedji sebagai pahlawan nasional terus diperjuangkan.  Salah satu upayanya adalah dengan menggelar  seminar  di Pendapa Bupati Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (25/8).

Dalam seminar itu terungkap, almarhum merupakan sosok yang benar-benar menerapkan peran NU untuk bangsa terutama dalam mengkampanyekan Pancasila beriringan dengan ajaran Islam.

Hadir dua nara sumber yang dihadirkan KH Afifuddin Muhadjir, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo dan Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar.

KH Afifuddin Muhadjir menjelaskan, almarhum KH Achmad Siddiq adalah sosok yang dipilih para ulama senior untuk menjadi Rois Aam PBNU pada tahun 1984. Pemilihan itu bukan tanpa dasar, tetapi dikarenakan beliau merupakan sosok yang mampu mempersatukan bangsa.

KH Achmad Siddiq, kata dia,  paling aktif menjalankan peran NU. Yaitu sebagai benteng akidah ahlusunnah wal jamaah, pengawal moral bangsa Indonesia, serta penyanggah NKRI. “Ketiga peran NU ini, KH Achmad Siddiq memiliki andil yang sangat luar biasa. Itu diterapkan pada ajaran-ajarannya,” ungkap pria yang akrap dipanggil Kiai Khofi tersebut.

RADAR JEMBER.ID– Pengusulan KH Achmad Siddiq dan Letkol Moch. Sroedji sebagai pahlawan nasional terus diperjuangkan.  Salah satu upayanya adalah dengan menggelar  seminar  di Pendapa Bupati Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (25/8).

Dalam seminar itu terungkap, almarhum merupakan sosok yang benar-benar menerapkan peran NU untuk bangsa terutama dalam mengkampanyekan Pancasila beriringan dengan ajaran Islam.

Hadir dua nara sumber yang dihadirkan KH Afifuddin Muhadjir, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo dan Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar.

KH Afifuddin Muhadjir menjelaskan, almarhum KH Achmad Siddiq adalah sosok yang dipilih para ulama senior untuk menjadi Rois Aam PBNU pada tahun 1984. Pemilihan itu bukan tanpa dasar, tetapi dikarenakan beliau merupakan sosok yang mampu mempersatukan bangsa.

KH Achmad Siddiq, kata dia,  paling aktif menjalankan peran NU. Yaitu sebagai benteng akidah ahlusunnah wal jamaah, pengawal moral bangsa Indonesia, serta penyanggah NKRI. “Ketiga peran NU ini, KH Achmad Siddiq memiliki andil yang sangat luar biasa. Itu diterapkan pada ajaran-ajarannya,” ungkap pria yang akrap dipanggil Kiai Khofi tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/