alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Kawasan Blank Spot di Jember Belum Habis

- Dulu 95 Lokasi, Kini Tersisa 23 Desa

- Demi Percepat Layanan kepada Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Sejumlah pelayanan di Kabupaten Jember banyak yang mulai beralih ke sistem digital. Namun, ada sejumlah desa yang tergolong blank spot (belum terjangkau sinyal komunikasi). Dengan demikian, perlu upaya percepatan agar jaringan internet tembus ke tempat-tempat yang sulit sinyal.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Jumlah kawasan yang blank spot sedikitnya ada 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan (baca grafis). Lokasinya rata-rata berada di pinggiran dan dekat dengan kawasan hutan atau gunung. Nah, apabila layanan berbasis IT diterapkan di lokasi tersebut, dapat dipastikan akan tersendat. Apalagi sekolah daring, tak akan jalan di kawasan blank spot.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, digitalisasi adalah bagian dari globalisasi. Berkembangnya arus teknologi membuat Jember harus segera beradaptasi di semua lini agar tidak tertinggal. Begitu pula dengan masyarakatnya. “(Digital, Red) harus masuk ke sana,” ucapnya dalam sambutan pelatihan Wes Wayahe Mading Go Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Shandy menyebutkan bahwa masih ada lokasi blank spot di 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Baik jaringan internet maupun seluler. Jumlah itu sudah mulai berkurang dari yang tercatat sebelumnya 95 desa. Pihaknya masih terus mengupayakan percepatan jangkauan telekomunikasi di titik-titik tersebut.

Target penyelesaian penyambungan jaringan komunikasi di 23 desa itu setidaknya pada tahun ini. Bobby menambahkan, fokus sementara akan dilakukan pada kantor-kantor desa terlebih dahulu. Dengan pemasangan jaringan wifi untuk kemudahan akses internet. “Sebagai ukurannya untuk support layanan online yang ada di aplikasi J-Kopi (Jember Kota Pintar),” terangnya, kemarin.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Sejumlah pelayanan di Kabupaten Jember banyak yang mulai beralih ke sistem digital. Namun, ada sejumlah desa yang tergolong blank spot (belum terjangkau sinyal komunikasi). Dengan demikian, perlu upaya percepatan agar jaringan internet tembus ke tempat-tempat yang sulit sinyal.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Jumlah kawasan yang blank spot sedikitnya ada 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan (baca grafis). Lokasinya rata-rata berada di pinggiran dan dekat dengan kawasan hutan atau gunung. Nah, apabila layanan berbasis IT diterapkan di lokasi tersebut, dapat dipastikan akan tersendat. Apalagi sekolah daring, tak akan jalan di kawasan blank spot.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, digitalisasi adalah bagian dari globalisasi. Berkembangnya arus teknologi membuat Jember harus segera beradaptasi di semua lini agar tidak tertinggal. Begitu pula dengan masyarakatnya. “(Digital, Red) harus masuk ke sana,” ucapnya dalam sambutan pelatihan Wes Wayahe Mading Go Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Shandy menyebutkan bahwa masih ada lokasi blank spot di 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Baik jaringan internet maupun seluler. Jumlah itu sudah mulai berkurang dari yang tercatat sebelumnya 95 desa. Pihaknya masih terus mengupayakan percepatan jangkauan telekomunikasi di titik-titik tersebut.

Target penyelesaian penyambungan jaringan komunikasi di 23 desa itu setidaknya pada tahun ini. Bobby menambahkan, fokus sementara akan dilakukan pada kantor-kantor desa terlebih dahulu. Dengan pemasangan jaringan wifi untuk kemudahan akses internet. “Sebagai ukurannya untuk support layanan online yang ada di aplikasi J-Kopi (Jember Kota Pintar),” terangnya, kemarin.

KEPATIHAN, Radar Jember – Sejumlah pelayanan di Kabupaten Jember banyak yang mulai beralih ke sistem digital. Namun, ada sejumlah desa yang tergolong blank spot (belum terjangkau sinyal komunikasi). Dengan demikian, perlu upaya percepatan agar jaringan internet tembus ke tempat-tempat yang sulit sinyal.

BACA JUGA : Gas Pol Rem Blong, Fakta Baru Tragedi Tong Edan Jember yang Makan Korban

Jumlah kawasan yang blank spot sedikitnya ada 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan (baca grafis). Lokasinya rata-rata berada di pinggiran dan dekat dengan kawasan hutan atau gunung. Nah, apabila layanan berbasis IT diterapkan di lokasi tersebut, dapat dipastikan akan tersendat. Apalagi sekolah daring, tak akan jalan di kawasan blank spot.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, digitalisasi adalah bagian dari globalisasi. Berkembangnya arus teknologi membuat Jember harus segera beradaptasi di semua lini agar tidak tertinggal. Begitu pula dengan masyarakatnya. “(Digital, Red) harus masuk ke sana,” ucapnya dalam sambutan pelatihan Wes Wayahe Mading Go Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Shandy menyebutkan bahwa masih ada lokasi blank spot di 23 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Baik jaringan internet maupun seluler. Jumlah itu sudah mulai berkurang dari yang tercatat sebelumnya 95 desa. Pihaknya masih terus mengupayakan percepatan jangkauan telekomunikasi di titik-titik tersebut.

Target penyelesaian penyambungan jaringan komunikasi di 23 desa itu setidaknya pada tahun ini. Bobby menambahkan, fokus sementara akan dilakukan pada kantor-kantor desa terlebih dahulu. Dengan pemasangan jaringan wifi untuk kemudahan akses internet. “Sebagai ukurannya untuk support layanan online yang ada di aplikasi J-Kopi (Jember Kota Pintar),” terangnya, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/