alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Perketat Penanganan di Akar Masalah

Cegah Persebaran Tanpa Sumbat Perekonomian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, persebaran virus korona mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Agar tidak terus menyebar, perlu perhatian yang lebih dan penanganan yang tepat sasaran.

Data yang dirilis Satgas Covid-19 per 25 Juni menunjukkan adanya tambahan 38 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif korona. Mereka yang terpapar itu pun tersebar di sejumlah kelurahan/desa di beberapa kecamatan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Habib Salim menjelaskan, mereka yang terpapar langsung ditangani Satgas. “Penanganan terus dilakukan,” katanya. Bukan saja terhadap warga yang positif, tetapi juga dilakukan pelacakan terhadap mereka yang ada di sekitarnya, termasuk yang pernah bertemu atau keluarganya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Karena Bergejala Seusai Jenguk Tetangga Probable Covid-19

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo memandang, lonjakan warga yang terpapar korona harus dicari akar masalahnya. “Orang yang terpapar tetap ditangani dan diperiksa apakah terpapar varian baru atau tidak. Hal yang tidak kalah penting, pasien yang positif itu dari mana dan ke mana saja,” ulasnya.

Nyoman menyebut, pasca Idul Fitri, situasi pandemi tidak langsung melonjak seperti sekarang. Bahkan, Pekerja Migran Indonesia Jember (PMIJ) yang balik ke rumahnya juga banyak yang tertangani dengan baik. Dengan demikian, asal muasal orang itu terpapar juga penting untuk diungkap. “Akar masalah dari kasus-kasus itu harus ditemukan. Kemudian, perketat penanganannya,” imbuh Nyoman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, persebaran virus korona mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Agar tidak terus menyebar, perlu perhatian yang lebih dan penanganan yang tepat sasaran.

Data yang dirilis Satgas Covid-19 per 25 Juni menunjukkan adanya tambahan 38 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif korona. Mereka yang terpapar itu pun tersebar di sejumlah kelurahan/desa di beberapa kecamatan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Habib Salim menjelaskan, mereka yang terpapar langsung ditangani Satgas. “Penanganan terus dilakukan,” katanya. Bukan saja terhadap warga yang positif, tetapi juga dilakukan pelacakan terhadap mereka yang ada di sekitarnya, termasuk yang pernah bertemu atau keluarganya.

BACA JUGA : Karena Bergejala Seusai Jenguk Tetangga Probable Covid-19

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo memandang, lonjakan warga yang terpapar korona harus dicari akar masalahnya. “Orang yang terpapar tetap ditangani dan diperiksa apakah terpapar varian baru atau tidak. Hal yang tidak kalah penting, pasien yang positif itu dari mana dan ke mana saja,” ulasnya.

Nyoman menyebut, pasca Idul Fitri, situasi pandemi tidak langsung melonjak seperti sekarang. Bahkan, Pekerja Migran Indonesia Jember (PMIJ) yang balik ke rumahnya juga banyak yang tertangani dengan baik. Dengan demikian, asal muasal orang itu terpapar juga penting untuk diungkap. “Akar masalah dari kasus-kasus itu harus ditemukan. Kemudian, perketat penanganannya,” imbuh Nyoman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari terakhir, persebaran virus korona mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Agar tidak terus menyebar, perlu perhatian yang lebih dan penanganan yang tepat sasaran.

Data yang dirilis Satgas Covid-19 per 25 Juni menunjukkan adanya tambahan 38 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif korona. Mereka yang terpapar itu pun tersebar di sejumlah kelurahan/desa di beberapa kecamatan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember Habib Salim menjelaskan, mereka yang terpapar langsung ditangani Satgas. “Penanganan terus dilakukan,” katanya. Bukan saja terhadap warga yang positif, tetapi juga dilakukan pelacakan terhadap mereka yang ada di sekitarnya, termasuk yang pernah bertemu atau keluarganya.

BACA JUGA : Karena Bergejala Seusai Jenguk Tetangga Probable Covid-19

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo memandang, lonjakan warga yang terpapar korona harus dicari akar masalahnya. “Orang yang terpapar tetap ditangani dan diperiksa apakah terpapar varian baru atau tidak. Hal yang tidak kalah penting, pasien yang positif itu dari mana dan ke mana saja,” ulasnya.

Nyoman menyebut, pasca Idul Fitri, situasi pandemi tidak langsung melonjak seperti sekarang. Bahkan, Pekerja Migran Indonesia Jember (PMIJ) yang balik ke rumahnya juga banyak yang tertangani dengan baik. Dengan demikian, asal muasal orang itu terpapar juga penting untuk diungkap. “Akar masalah dari kasus-kasus itu harus ditemukan. Kemudian, perketat penanganannya,” imbuh Nyoman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/