alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Psikis Pasien Korona juga Diperhatikan

Tujuh Pasien Korona Sembuh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Melakukan swabtestdua kali untuk memastikan pasien korona itu sembuh tetap di lakukan RSD drSeobandi. Meskipun info terbaru WHO cukup swab satu kali saja, tapi rumah sakit milik daerah tersebut tetap berpedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terbaru, tujuh pasien korona di RSD Soebandi itu sembuh.

Dokter spesialis paru-paru RSD drSoebandidr Retna Dwi Puspitarini Sp.P, saat diwawacaraiJawa Pos Radar Jember di ruangan keluarga pasien korona kemarin (25/6), mengatakan, memang ada anjuran baru dari WHO terkait penetapan pasien sembuh korona, cukup melakukan tes satu kali jika menunjukan hasilnya negatif. Tapi RSD drSoebandi masih mengikuti pedoman Kemenkes RI dengan melakukan tes swab dua kali.

Jika swab dua kali berturut-turut menunjukkan negatif, baru pasien korona dinyatakan sembuh. “Memastikan keamanan, maka dilakukan tesswab dua kali negatif,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Minggu kemarin, RSD drSoebandi telah memulangkan tujuh pasien korona yang telah dinyatakan sembuh. dr Retna menambahkan, upaya percepatan penyembuhan mulai dari terapi obat-obatan yang memiliki efek antivirus. Serta penambahan vitamin C dan probiotik. “Vitamin C saja, bukan vitamin lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, vitamin C adalah yang terbaik untuk daya tahan tubuh. Selain itu, pasien korona juga diberikan waktu untuk relaksasi. Yaitu dengan berjemur pada pagi hari agar pasien mendapatkan udara pagi dan paparan sinar matahari. “Berjemurnya sekitar 30-45 menit. Mulai dari pukul 07.30 sampai sekitar pukul 9.00. Berjemur juga dibuat sif dan tetap memikirkan jarak 1-2 meter per pasien agar tidak bergerombol,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Melakukan swabtestdua kali untuk memastikan pasien korona itu sembuh tetap di lakukan RSD drSeobandi. Meskipun info terbaru WHO cukup swab satu kali saja, tapi rumah sakit milik daerah tersebut tetap berpedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terbaru, tujuh pasien korona di RSD Soebandi itu sembuh.

Dokter spesialis paru-paru RSD drSoebandidr Retna Dwi Puspitarini Sp.P, saat diwawacaraiJawa Pos Radar Jember di ruangan keluarga pasien korona kemarin (25/6), mengatakan, memang ada anjuran baru dari WHO terkait penetapan pasien sembuh korona, cukup melakukan tes satu kali jika menunjukan hasilnya negatif. Tapi RSD drSoebandi masih mengikuti pedoman Kemenkes RI dengan melakukan tes swab dua kali.

Jika swab dua kali berturut-turut menunjukkan negatif, baru pasien korona dinyatakan sembuh. “Memastikan keamanan, maka dilakukan tesswab dua kali negatif,” jelasnya.

Minggu kemarin, RSD drSoebandi telah memulangkan tujuh pasien korona yang telah dinyatakan sembuh. dr Retna menambahkan, upaya percepatan penyembuhan mulai dari terapi obat-obatan yang memiliki efek antivirus. Serta penambahan vitamin C dan probiotik. “Vitamin C saja, bukan vitamin lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, vitamin C adalah yang terbaik untuk daya tahan tubuh. Selain itu, pasien korona juga diberikan waktu untuk relaksasi. Yaitu dengan berjemur pada pagi hari agar pasien mendapatkan udara pagi dan paparan sinar matahari. “Berjemurnya sekitar 30-45 menit. Mulai dari pukul 07.30 sampai sekitar pukul 9.00. Berjemur juga dibuat sif dan tetap memikirkan jarak 1-2 meter per pasien agar tidak bergerombol,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Melakukan swabtestdua kali untuk memastikan pasien korona itu sembuh tetap di lakukan RSD drSeobandi. Meskipun info terbaru WHO cukup swab satu kali saja, tapi rumah sakit milik daerah tersebut tetap berpedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terbaru, tujuh pasien korona di RSD Soebandi itu sembuh.

Dokter spesialis paru-paru RSD drSoebandidr Retna Dwi Puspitarini Sp.P, saat diwawacaraiJawa Pos Radar Jember di ruangan keluarga pasien korona kemarin (25/6), mengatakan, memang ada anjuran baru dari WHO terkait penetapan pasien sembuh korona, cukup melakukan tes satu kali jika menunjukan hasilnya negatif. Tapi RSD drSoebandi masih mengikuti pedoman Kemenkes RI dengan melakukan tes swab dua kali.

Jika swab dua kali berturut-turut menunjukkan negatif, baru pasien korona dinyatakan sembuh. “Memastikan keamanan, maka dilakukan tesswab dua kali negatif,” jelasnya.

Minggu kemarin, RSD drSoebandi telah memulangkan tujuh pasien korona yang telah dinyatakan sembuh. dr Retna menambahkan, upaya percepatan penyembuhan mulai dari terapi obat-obatan yang memiliki efek antivirus. Serta penambahan vitamin C dan probiotik. “Vitamin C saja, bukan vitamin lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, vitamin C adalah yang terbaik untuk daya tahan tubuh. Selain itu, pasien korona juga diberikan waktu untuk relaksasi. Yaitu dengan berjemur pada pagi hari agar pasien mendapatkan udara pagi dan paparan sinar matahari. “Berjemurnya sekitar 30-45 menit. Mulai dari pukul 07.30 sampai sekitar pukul 9.00. Berjemur juga dibuat sif dan tetap memikirkan jarak 1-2 meter per pasien agar tidak bergerombol,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Bincang Bareng Band Kotak

Madrasah Swasta Belum Maksimal

/