alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Gotong Royong Atasi Problem Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merangkum tiga masalah kesehatan yang kerap ditemuinya di Jember. Ada persoalan penanganan korban bencana, stunting, dan penyakit jantung.

Soal penanganan bencana yang sering menimpa Jember, menurut Bupati Hendy ialah banjir. “Hampir tiap tahun Jember mengalami kebanjiran,” ungkapnya saat memberikan pidato sambutannya pada acara penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, pertengahan Mei kemarin.

Baca Juga: Koreksi dan Saran Tetap Dibutuhkan Bupati

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, dibutuhkan relawan, terutama tenaga kesehatan yang sudah terlatih dalam melakukan mitigasi bencana dengan tepat. Ini karena berkaitan dengan penyelamatan nyawa manusia. Menurutnya, pelatihan dan ilmu khusus tentang hal tersebut di Jember perlu dimaksimalkan lagi.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian khusus ialah stunting serta angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Bahkan, tambah Bupati Hendy, Jember berada pada urutan tertinggi kedua di Jawa Timur soal AKI/AKB.

Dia menceritakan pengalamannya saat melakukan Jember Berbagi di 120 desa pada bulan Ramadan lalu. Dia sempat ikut membagikan paket makanan khusus untuk ibu hamil kepada masyarakat. Dalam kunjungan itu, tutur Bupati Hendy, dia menemui seorang ibu yang sedang hamil empat bulan. “Saat saya tanya, usianya baru 17 tahun,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merangkum tiga masalah kesehatan yang kerap ditemuinya di Jember. Ada persoalan penanganan korban bencana, stunting, dan penyakit jantung.

Soal penanganan bencana yang sering menimpa Jember, menurut Bupati Hendy ialah banjir. “Hampir tiap tahun Jember mengalami kebanjiran,” ungkapnya saat memberikan pidato sambutannya pada acara penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, pertengahan Mei kemarin.

Baca Juga: Koreksi dan Saran Tetap Dibutuhkan Bupati

Oleh karena itu, dibutuhkan relawan, terutama tenaga kesehatan yang sudah terlatih dalam melakukan mitigasi bencana dengan tepat. Ini karena berkaitan dengan penyelamatan nyawa manusia. Menurutnya, pelatihan dan ilmu khusus tentang hal tersebut di Jember perlu dimaksimalkan lagi.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian khusus ialah stunting serta angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Bahkan, tambah Bupati Hendy, Jember berada pada urutan tertinggi kedua di Jawa Timur soal AKI/AKB.

Dia menceritakan pengalamannya saat melakukan Jember Berbagi di 120 desa pada bulan Ramadan lalu. Dia sempat ikut membagikan paket makanan khusus untuk ibu hamil kepada masyarakat. Dalam kunjungan itu, tutur Bupati Hendy, dia menemui seorang ibu yang sedang hamil empat bulan. “Saat saya tanya, usianya baru 17 tahun,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto merangkum tiga masalah kesehatan yang kerap ditemuinya di Jember. Ada persoalan penanganan korban bencana, stunting, dan penyakit jantung.

Soal penanganan bencana yang sering menimpa Jember, menurut Bupati Hendy ialah banjir. “Hampir tiap tahun Jember mengalami kebanjiran,” ungkapnya saat memberikan pidato sambutannya pada acara penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, pertengahan Mei kemarin.

Baca Juga: Koreksi dan Saran Tetap Dibutuhkan Bupati

Oleh karena itu, dibutuhkan relawan, terutama tenaga kesehatan yang sudah terlatih dalam melakukan mitigasi bencana dengan tepat. Ini karena berkaitan dengan penyelamatan nyawa manusia. Menurutnya, pelatihan dan ilmu khusus tentang hal tersebut di Jember perlu dimaksimalkan lagi.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian khusus ialah stunting serta angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Bahkan, tambah Bupati Hendy, Jember berada pada urutan tertinggi kedua di Jawa Timur soal AKI/AKB.

Dia menceritakan pengalamannya saat melakukan Jember Berbagi di 120 desa pada bulan Ramadan lalu. Dia sempat ikut membagikan paket makanan khusus untuk ibu hamil kepada masyarakat. Dalam kunjungan itu, tutur Bupati Hendy, dia menemui seorang ibu yang sedang hamil empat bulan. “Saat saya tanya, usianya baru 17 tahun,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/