alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

PPDB Hari Terakhir, SD Negeri Kelebihan Pendaftar, SMP Justru Kekurangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi dimanfaatkan betul oleh sekolah untuk memenuhi kuota. Misalnya di SD Negeri Tegalbesar 02, Kecamatan Kaliwates. Pagu sekolah ini sebanyak 56 siswa dan telah terisi semua. Bahkan pihak sekolah harus mengeliminasi pendaftar berdasarkan ranking zonasi, karena jumlah pendaftarnya melebihi pagu yang tersedia.

“Setelah kami ranking, pendaftar yang tidak masuk kami telepon agar dia punya batu loncatan untuk mendaftar di sekolah lain,” ungkap Novy Andayani, Panitia PPDB SD Negeri Tegalbesar 02.

Menurut Novy, tren pendaftaran tahun ini menunjukkan, di hari pertama jumlah pendaftar membeludak. Sedangkan di hari terakhir jumlah pendaftar cukup sedikit. Hanya delapan anak. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, kebanyakan wali murid memilih mendaftarkan anak mereka di menit-menit akhir menjelang penutupan pendaftaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Novy menambahkan, meski tahun ini sekolahnya melakukan eliminasi, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding tahun ajaran lalu. Kala itu, jumlah siswa yang ditolak cukup banyak karena pendaftarnya membeludak. “Tahun sebelumnya banyak. Mungkin, wali murid sudah tahu kalau banyak yang ditolak. Jadi, mereka mencari alternatif sekolah lain,” tambahnya.

Berbeda dengan jenjang SD, pelaksanaan PPDB di SMP hingga hari terakhir kemarin masih ada beberapa sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Contohnya di SMP Negeri 11 Jember. Hingga sekitar pukul 12.00, jumlah pendaftar tidak sampai 193 anak sesuai dengan kuota kursi yang ada. Padahal tahun lalu, hari pertama pendaftaran sistem zonasi, jumlah pendaftar telah melampaui pagu. “Kalau tahun kemarin di hari pertama jumlah pendaftar sudah full,” kata Setyono, Wakil Kepala SMP Negeri 11 Jember yang juga panitia PPDB.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi dimanfaatkan betul oleh sekolah untuk memenuhi kuota. Misalnya di SD Negeri Tegalbesar 02, Kecamatan Kaliwates. Pagu sekolah ini sebanyak 56 siswa dan telah terisi semua. Bahkan pihak sekolah harus mengeliminasi pendaftar berdasarkan ranking zonasi, karena jumlah pendaftarnya melebihi pagu yang tersedia.

“Setelah kami ranking, pendaftar yang tidak masuk kami telepon agar dia punya batu loncatan untuk mendaftar di sekolah lain,” ungkap Novy Andayani, Panitia PPDB SD Negeri Tegalbesar 02.

Menurut Novy, tren pendaftaran tahun ini menunjukkan, di hari pertama jumlah pendaftar membeludak. Sedangkan di hari terakhir jumlah pendaftar cukup sedikit. Hanya delapan anak. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, kebanyakan wali murid memilih mendaftarkan anak mereka di menit-menit akhir menjelang penutupan pendaftaran.

Novy menambahkan, meski tahun ini sekolahnya melakukan eliminasi, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding tahun ajaran lalu. Kala itu, jumlah siswa yang ditolak cukup banyak karena pendaftarnya membeludak. “Tahun sebelumnya banyak. Mungkin, wali murid sudah tahu kalau banyak yang ditolak. Jadi, mereka mencari alternatif sekolah lain,” tambahnya.

Berbeda dengan jenjang SD, pelaksanaan PPDB di SMP hingga hari terakhir kemarin masih ada beberapa sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Contohnya di SMP Negeri 11 Jember. Hingga sekitar pukul 12.00, jumlah pendaftar tidak sampai 193 anak sesuai dengan kuota kursi yang ada. Padahal tahun lalu, hari pertama pendaftaran sistem zonasi, jumlah pendaftar telah melampaui pagu. “Kalau tahun kemarin di hari pertama jumlah pendaftar sudah full,” kata Setyono, Wakil Kepala SMP Negeri 11 Jember yang juga panitia PPDB.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi dimanfaatkan betul oleh sekolah untuk memenuhi kuota. Misalnya di SD Negeri Tegalbesar 02, Kecamatan Kaliwates. Pagu sekolah ini sebanyak 56 siswa dan telah terisi semua. Bahkan pihak sekolah harus mengeliminasi pendaftar berdasarkan ranking zonasi, karena jumlah pendaftarnya melebihi pagu yang tersedia.

“Setelah kami ranking, pendaftar yang tidak masuk kami telepon agar dia punya batu loncatan untuk mendaftar di sekolah lain,” ungkap Novy Andayani, Panitia PPDB SD Negeri Tegalbesar 02.

Menurut Novy, tren pendaftaran tahun ini menunjukkan, di hari pertama jumlah pendaftar membeludak. Sedangkan di hari terakhir jumlah pendaftar cukup sedikit. Hanya delapan anak. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, kebanyakan wali murid memilih mendaftarkan anak mereka di menit-menit akhir menjelang penutupan pendaftaran.

Novy menambahkan, meski tahun ini sekolahnya melakukan eliminasi, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding tahun ajaran lalu. Kala itu, jumlah siswa yang ditolak cukup banyak karena pendaftarnya membeludak. “Tahun sebelumnya banyak. Mungkin, wali murid sudah tahu kalau banyak yang ditolak. Jadi, mereka mencari alternatif sekolah lain,” tambahnya.

Berbeda dengan jenjang SD, pelaksanaan PPDB di SMP hingga hari terakhir kemarin masih ada beberapa sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Contohnya di SMP Negeri 11 Jember. Hingga sekitar pukul 12.00, jumlah pendaftar tidak sampai 193 anak sesuai dengan kuota kursi yang ada. Padahal tahun lalu, hari pertama pendaftaran sistem zonasi, jumlah pendaftar telah melampaui pagu. “Kalau tahun kemarin di hari pertama jumlah pendaftar sudah full,” kata Setyono, Wakil Kepala SMP Negeri 11 Jember yang juga panitia PPDB.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/