alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Pelaksana UTBK Unej Dapat Warning: Patuhi Prokes!

Mobile_AP_Rectangle 1

Asiten Pemerintahan Pemkab Jember Syafii menyatakan, pemerintah tidak ingin saat UTBK nanti justru memunculkan klaster baru. Mengingat ujian itu sendiri digelar ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Apalagi pelaksanaannya secara tatap muka dan peserta ujian berasal dari penjuru Indonesia.

“Kami mewanti-wanti kepada Unej agar tidak mengabaikan prokes saat diadakan UTBK. Karena itu, hari ini kami bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Jember mengundang perguruan tinggi tersebut untuk membicarakan persiapan UTBK,” terang Syafii.

Ketua Pelaksana UTBK Unej Erick Supartha menerangkan, UTBK tatap muka ini sudah dua kali dilakukan. Dan tahun lalu, pihaknya telah mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Masukan dari Pemkab Jember akan dipatuhi dan diterapkan. Agar UTBK tidak menjadi ajang penularan Covid-19, semua peserta harus mengikuti tes kesehatan sebelum masuk ruang ujian dan itu dibuktikan oleh surat dokter bahwa ia telah menjalani tes kesehatan,”ungkap Erick.

Bahkan, kata dia, Unej juga membikin aturan pembatasan kepada peserta UTBK. Setelah mengikuti ujian, mereka tidak boleh berlama-lama di lingkungan kampus dan harus segera meninggalkan tempat. Hal ini disebutnya untuk mencegah kerumunan karena Jember belum terbebas dari Covid-19.

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Asiten Pemerintahan Pemkab Jember Syafii menyatakan, pemerintah tidak ingin saat UTBK nanti justru memunculkan klaster baru. Mengingat ujian itu sendiri digelar ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Apalagi pelaksanaannya secara tatap muka dan peserta ujian berasal dari penjuru Indonesia.

“Kami mewanti-wanti kepada Unej agar tidak mengabaikan prokes saat diadakan UTBK. Karena itu, hari ini kami bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Jember mengundang perguruan tinggi tersebut untuk membicarakan persiapan UTBK,” terang Syafii.

Ketua Pelaksana UTBK Unej Erick Supartha menerangkan, UTBK tatap muka ini sudah dua kali dilakukan. Dan tahun lalu, pihaknya telah mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah tersebut.

“Masukan dari Pemkab Jember akan dipatuhi dan diterapkan. Agar UTBK tidak menjadi ajang penularan Covid-19, semua peserta harus mengikuti tes kesehatan sebelum masuk ruang ujian dan itu dibuktikan oleh surat dokter bahwa ia telah menjalani tes kesehatan,”ungkap Erick.

Bahkan, kata dia, Unej juga membikin aturan pembatasan kepada peserta UTBK. Setelah mengikuti ujian, mereka tidak boleh berlama-lama di lingkungan kampus dan harus segera meninggalkan tempat. Hal ini disebutnya untuk mencegah kerumunan karena Jember belum terbebas dari Covid-19.

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Mahrus Sholih

Asiten Pemerintahan Pemkab Jember Syafii menyatakan, pemerintah tidak ingin saat UTBK nanti justru memunculkan klaster baru. Mengingat ujian itu sendiri digelar ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Apalagi pelaksanaannya secara tatap muka dan peserta ujian berasal dari penjuru Indonesia.

“Kami mewanti-wanti kepada Unej agar tidak mengabaikan prokes saat diadakan UTBK. Karena itu, hari ini kami bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Jember mengundang perguruan tinggi tersebut untuk membicarakan persiapan UTBK,” terang Syafii.

Ketua Pelaksana UTBK Unej Erick Supartha menerangkan, UTBK tatap muka ini sudah dua kali dilakukan. Dan tahun lalu, pihaknya telah mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah tersebut.

“Masukan dari Pemkab Jember akan dipatuhi dan diterapkan. Agar UTBK tidak menjadi ajang penularan Covid-19, semua peserta harus mengikuti tes kesehatan sebelum masuk ruang ujian dan itu dibuktikan oleh surat dokter bahwa ia telah menjalani tes kesehatan,”ungkap Erick.

Bahkan, kata dia, Unej juga membikin aturan pembatasan kepada peserta UTBK. Setelah mengikuti ujian, mereka tidak boleh berlama-lama di lingkungan kampus dan harus segera meninggalkan tempat. Hal ini disebutnya untuk mencegah kerumunan karena Jember belum terbebas dari Covid-19.

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/