alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kades Sambat Sulitnya Pupuk Subsidi ke Bupati Jember, Ini Jawabannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan pupuk kembali dikeluhkan masyarakat Jember dalam kegiatan Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR). Kegiatan yang berada di Kecamatan Panti, Jumat (25/2) dan dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto itu, menjelaskan bagaimana strategi untuk mengatasi persoalan pupuk yang hampir ada di setiap kecamatan.

Keluhan tentang pupuk itu salah satunya diucapkan oleh Kepala Desa Suci, Kecamatan Panti. “Karena menurut informasi dari mulut ke mulut, warga saya (Suci, Red) pupuk itu sulit didapat dan sampai ke saya. Saya sampaikan ke camat juga, dan momen J-HUR mengatakan ke bupati,” kata Suyuti, Kades Suci, kepada sejumlah awak media.

Suyuti mengatakan, terkait kondisi sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, masih ditelusuri penyebabnya dan belum menemukan kepastian seperti apa. Informasi yang beredar dan sudah banyak warganya memahami, ada oknum yang menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi atau HET.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami cek di kios resmi, harga sesuai HET. Tapi bila pupuk subsidi dirasa sulit didapat atau langka, maka yang saya sayangkan, mengapa ada oknum menawarkan pupuk dengan harga di luar kewajaran. Padahal, pupuk subsidi itu sudah diatur,” jelasnya.

Menurut Suyuti, yang menyampaikannya problem di desanya yaitu tentang pupuk juga diketahui oleh Kepala Dinas Tanaman Pagan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jemb, sehingga ada langkah strategis untuk mengatasi pupuk subsidi oleh bupati. “Bahwa nanti akan diperhatikan untuk soal e-RDKK nya. Sehingga distribusi pupuk ini tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan petani,” ujarnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku, persoalan pupuk subsidi itu hampir serupa dan terjadi di seluruh Kecamatan di Jember. Dia menjelaskan, kondisi itu karena alokasi pupuk subsidi di Jember berkurang.

“Kuotanya memang berkurang, tapi saat ini kita tidak bicara soal kebutuhan jenis pupuk apa, bukan hanya jumlah pupuk berapa. Tapi dibutuhkan manajemen yang tepat,” katanya. Sehingga pihaknya mengaku memiliki strategi yang tepat untuk melakukan penanganan kelangkaan pupuk itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan pupuk kembali dikeluhkan masyarakat Jember dalam kegiatan Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR). Kegiatan yang berada di Kecamatan Panti, Jumat (25/2) dan dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto itu, menjelaskan bagaimana strategi untuk mengatasi persoalan pupuk yang hampir ada di setiap kecamatan.

Keluhan tentang pupuk itu salah satunya diucapkan oleh Kepala Desa Suci, Kecamatan Panti. “Karena menurut informasi dari mulut ke mulut, warga saya (Suci, Red) pupuk itu sulit didapat dan sampai ke saya. Saya sampaikan ke camat juga, dan momen J-HUR mengatakan ke bupati,” kata Suyuti, Kades Suci, kepada sejumlah awak media.

Suyuti mengatakan, terkait kondisi sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, masih ditelusuri penyebabnya dan belum menemukan kepastian seperti apa. Informasi yang beredar dan sudah banyak warganya memahami, ada oknum yang menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi atau HET.

“Kami cek di kios resmi, harga sesuai HET. Tapi bila pupuk subsidi dirasa sulit didapat atau langka, maka yang saya sayangkan, mengapa ada oknum menawarkan pupuk dengan harga di luar kewajaran. Padahal, pupuk subsidi itu sudah diatur,” jelasnya.

Menurut Suyuti, yang menyampaikannya problem di desanya yaitu tentang pupuk juga diketahui oleh Kepala Dinas Tanaman Pagan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jemb, sehingga ada langkah strategis untuk mengatasi pupuk subsidi oleh bupati. “Bahwa nanti akan diperhatikan untuk soal e-RDKK nya. Sehingga distribusi pupuk ini tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan petani,” ujarnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku, persoalan pupuk subsidi itu hampir serupa dan terjadi di seluruh Kecamatan di Jember. Dia menjelaskan, kondisi itu karena alokasi pupuk subsidi di Jember berkurang.

“Kuotanya memang berkurang, tapi saat ini kita tidak bicara soal kebutuhan jenis pupuk apa, bukan hanya jumlah pupuk berapa. Tapi dibutuhkan manajemen yang tepat,” katanya. Sehingga pihaknya mengaku memiliki strategi yang tepat untuk melakukan penanganan kelangkaan pupuk itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan pupuk kembali dikeluhkan masyarakat Jember dalam kegiatan Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR). Kegiatan yang berada di Kecamatan Panti, Jumat (25/2) dan dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto itu, menjelaskan bagaimana strategi untuk mengatasi persoalan pupuk yang hampir ada di setiap kecamatan.

Keluhan tentang pupuk itu salah satunya diucapkan oleh Kepala Desa Suci, Kecamatan Panti. “Karena menurut informasi dari mulut ke mulut, warga saya (Suci, Red) pupuk itu sulit didapat dan sampai ke saya. Saya sampaikan ke camat juga, dan momen J-HUR mengatakan ke bupati,” kata Suyuti, Kades Suci, kepada sejumlah awak media.

Suyuti mengatakan, terkait kondisi sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, masih ditelusuri penyebabnya dan belum menemukan kepastian seperti apa. Informasi yang beredar dan sudah banyak warganya memahami, ada oknum yang menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi atau HET.

“Kami cek di kios resmi, harga sesuai HET. Tapi bila pupuk subsidi dirasa sulit didapat atau langka, maka yang saya sayangkan, mengapa ada oknum menawarkan pupuk dengan harga di luar kewajaran. Padahal, pupuk subsidi itu sudah diatur,” jelasnya.

Menurut Suyuti, yang menyampaikannya problem di desanya yaitu tentang pupuk juga diketahui oleh Kepala Dinas Tanaman Pagan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jemb, sehingga ada langkah strategis untuk mengatasi pupuk subsidi oleh bupati. “Bahwa nanti akan diperhatikan untuk soal e-RDKK nya. Sehingga distribusi pupuk ini tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan petani,” ujarnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku, persoalan pupuk subsidi itu hampir serupa dan terjadi di seluruh Kecamatan di Jember. Dia menjelaskan, kondisi itu karena alokasi pupuk subsidi di Jember berkurang.

“Kuotanya memang berkurang, tapi saat ini kita tidak bicara soal kebutuhan jenis pupuk apa, bukan hanya jumlah pupuk berapa. Tapi dibutuhkan manajemen yang tepat,” katanya. Sehingga pihaknya mengaku memiliki strategi yang tepat untuk melakukan penanganan kelangkaan pupuk itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/