alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Minyak di Jember masih Ditemukan Harga 20ribu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah belum berhasil menstabilkan harga minyak kemasan. Bagaimana tidak, penerapan harga Rp 14 ribu per liter hanya terjadi di toko ritel berjaringan. Sementara, di pasar tradisional masih tetap tinggi. Belakangan, subsidi minyak justru tidak terjadi di pasar-pasar tradisional. Akibatnya, minyak masih tetap mahal.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, untuk mendapatkan satu liter minyak di pasar tradisional, kemarin, pembeli perlu membayar Rp 20 ribu. Sementara, untuk minyak kemasan dua liter dijual dengan harga Rp 40 ribu. Namun, di beberapa lapak pedagang ada pula yang menjual dengan harga Rp 38 ribu untuk 2 liter. “Kalau di sini ya harganya tetap Rp 20 ribu,” kata Surtini, salah satu pemilik lapak di Pasar Tanjung.

Minyak kemasan yang dijual Surtini merupakan hasil kulakan beberapa waktu lalu saat harga minyak melambung. Karena itu, dirinya tidak dapat menyamaratakan harga minyak dengan yang ada di toko berjaringan. Jika disamakan, otomatis dirinya akan merugi. “Kalau dijual sama-sama Rp 14 ribu, ya rugi. Beda ini sama yang di Indomaret,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan adanya penurunan harga di toko-toko ritel, ia mengaku pembelian minyak di lapaknya sepi. Sudah sepekan ini jarang pembeli yang mencari minyak goreng di pasar. “Cuma yang laku yang Rp 38 ribu 2 liter. Sepi,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan toko- toko kelontong. Minyak yang dijual di beberapa toko kelontong masih mengikuti harga Rp 19–20 ribu per liternya. Sedangkan kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 38–39 ribu. “Saya kulakannya dikit. Ini saja ga habis-habis tinggal enam. Mau menurunkan harga tidak nutut,” kata salah satu pemilik toko kelontong di kawasan Perumahan Semeru.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah belum berhasil menstabilkan harga minyak kemasan. Bagaimana tidak, penerapan harga Rp 14 ribu per liter hanya terjadi di toko ritel berjaringan. Sementara, di pasar tradisional masih tetap tinggi. Belakangan, subsidi minyak justru tidak terjadi di pasar-pasar tradisional. Akibatnya, minyak masih tetap mahal.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, untuk mendapatkan satu liter minyak di pasar tradisional, kemarin, pembeli perlu membayar Rp 20 ribu. Sementara, untuk minyak kemasan dua liter dijual dengan harga Rp 40 ribu. Namun, di beberapa lapak pedagang ada pula yang menjual dengan harga Rp 38 ribu untuk 2 liter. “Kalau di sini ya harganya tetap Rp 20 ribu,” kata Surtini, salah satu pemilik lapak di Pasar Tanjung.

Minyak kemasan yang dijual Surtini merupakan hasil kulakan beberapa waktu lalu saat harga minyak melambung. Karena itu, dirinya tidak dapat menyamaratakan harga minyak dengan yang ada di toko berjaringan. Jika disamakan, otomatis dirinya akan merugi. “Kalau dijual sama-sama Rp 14 ribu, ya rugi. Beda ini sama yang di Indomaret,” tambahnya.

Dengan adanya penurunan harga di toko-toko ritel, ia mengaku pembelian minyak di lapaknya sepi. Sudah sepekan ini jarang pembeli yang mencari minyak goreng di pasar. “Cuma yang laku yang Rp 38 ribu 2 liter. Sepi,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan toko- toko kelontong. Minyak yang dijual di beberapa toko kelontong masih mengikuti harga Rp 19–20 ribu per liternya. Sedangkan kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 38–39 ribu. “Saya kulakannya dikit. Ini saja ga habis-habis tinggal enam. Mau menurunkan harga tidak nutut,” kata salah satu pemilik toko kelontong di kawasan Perumahan Semeru.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah belum berhasil menstabilkan harga minyak kemasan. Bagaimana tidak, penerapan harga Rp 14 ribu per liter hanya terjadi di toko ritel berjaringan. Sementara, di pasar tradisional masih tetap tinggi. Belakangan, subsidi minyak justru tidak terjadi di pasar-pasar tradisional. Akibatnya, minyak masih tetap mahal.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, untuk mendapatkan satu liter minyak di pasar tradisional, kemarin, pembeli perlu membayar Rp 20 ribu. Sementara, untuk minyak kemasan dua liter dijual dengan harga Rp 40 ribu. Namun, di beberapa lapak pedagang ada pula yang menjual dengan harga Rp 38 ribu untuk 2 liter. “Kalau di sini ya harganya tetap Rp 20 ribu,” kata Surtini, salah satu pemilik lapak di Pasar Tanjung.

Minyak kemasan yang dijual Surtini merupakan hasil kulakan beberapa waktu lalu saat harga minyak melambung. Karena itu, dirinya tidak dapat menyamaratakan harga minyak dengan yang ada di toko berjaringan. Jika disamakan, otomatis dirinya akan merugi. “Kalau dijual sama-sama Rp 14 ribu, ya rugi. Beda ini sama yang di Indomaret,” tambahnya.

Dengan adanya penurunan harga di toko-toko ritel, ia mengaku pembelian minyak di lapaknya sepi. Sudah sepekan ini jarang pembeli yang mencari minyak goreng di pasar. “Cuma yang laku yang Rp 38 ribu 2 liter. Sepi,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan toko- toko kelontong. Minyak yang dijual di beberapa toko kelontong masih mengikuti harga Rp 19–20 ribu per liternya. Sedangkan kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 38–39 ribu. “Saya kulakannya dikit. Ini saja ga habis-habis tinggal enam. Mau menurunkan harga tidak nutut,” kata salah satu pemilik toko kelontong di kawasan Perumahan Semeru.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/