alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Begini Makna Tema dan Hiasan Natal di Gereja Santo Yusup Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID-Setiap tahunnya, perayaan hari Natal selalu memiliki tema dan makna yang berbeda. Begitupun dengan pernak-perniknya, seperti pohon natal atau hiasan yang identik dengan hari Natal.

Di Gereja Santo Yusup yang terletak di jalan RA Kartini, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, terdapat deretan patung yang diletakkan di sebuah tempat berbentuk kandang seluas 2×1 meter. Ada empat patung manusia atau lelaki berjubah yang sedang berkumpul berhadap-hadapan, dan lima ekor domba juga sapi di sebelahnya.

Keempat lelaki itu merupakan para pengembala yang tengah menggembala domba-domba dan sapinya. Di tengah perkumpulan tersebut, nampak sebuah batu berukuran besar yang merupakan tempat Bunda Maria Melahirkan Yesus. Di atas batu tersebut juga terdapat patung Bunda Maria yang memang sedang mencari tempat untuk melahirkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi ceritanya, saat mau melahirkan, Bunda Maria mencari tempat untuk melahirkan. Dia datang ke penginapan-penginapan, tapi selalu saja ditolak. Akhirnya ada warga yang merupakan penggembala, dan dia punya kandang, penggembala itu bersedia jika kandangnya dijadikan tempat untuk melahirkan,” ungkap pengurus Gereja Santo Yusup FX Yiddi Purwa Mardianta

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID-Setiap tahunnya, perayaan hari Natal selalu memiliki tema dan makna yang berbeda. Begitupun dengan pernak-perniknya, seperti pohon natal atau hiasan yang identik dengan hari Natal.

Di Gereja Santo Yusup yang terletak di jalan RA Kartini, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, terdapat deretan patung yang diletakkan di sebuah tempat berbentuk kandang seluas 2×1 meter. Ada empat patung manusia atau lelaki berjubah yang sedang berkumpul berhadap-hadapan, dan lima ekor domba juga sapi di sebelahnya.

Keempat lelaki itu merupakan para pengembala yang tengah menggembala domba-domba dan sapinya. Di tengah perkumpulan tersebut, nampak sebuah batu berukuran besar yang merupakan tempat Bunda Maria Melahirkan Yesus. Di atas batu tersebut juga terdapat patung Bunda Maria yang memang sedang mencari tempat untuk melahirkan.

“Jadi ceritanya, saat mau melahirkan, Bunda Maria mencari tempat untuk melahirkan. Dia datang ke penginapan-penginapan, tapi selalu saja ditolak. Akhirnya ada warga yang merupakan penggembala, dan dia punya kandang, penggembala itu bersedia jika kandangnya dijadikan tempat untuk melahirkan,” ungkap pengurus Gereja Santo Yusup FX Yiddi Purwa Mardianta

RADARJEMBER.ID-Setiap tahunnya, perayaan hari Natal selalu memiliki tema dan makna yang berbeda. Begitupun dengan pernak-perniknya, seperti pohon natal atau hiasan yang identik dengan hari Natal.

Di Gereja Santo Yusup yang terletak di jalan RA Kartini, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, terdapat deretan patung yang diletakkan di sebuah tempat berbentuk kandang seluas 2×1 meter. Ada empat patung manusia atau lelaki berjubah yang sedang berkumpul berhadap-hadapan, dan lima ekor domba juga sapi di sebelahnya.

Keempat lelaki itu merupakan para pengembala yang tengah menggembala domba-domba dan sapinya. Di tengah perkumpulan tersebut, nampak sebuah batu berukuran besar yang merupakan tempat Bunda Maria Melahirkan Yesus. Di atas batu tersebut juga terdapat patung Bunda Maria yang memang sedang mencari tempat untuk melahirkan.

“Jadi ceritanya, saat mau melahirkan, Bunda Maria mencari tempat untuk melahirkan. Dia datang ke penginapan-penginapan, tapi selalu saja ditolak. Akhirnya ada warga yang merupakan penggembala, dan dia punya kandang, penggembala itu bersedia jika kandangnya dijadikan tempat untuk melahirkan,” ungkap pengurus Gereja Santo Yusup FX Yiddi Purwa Mardianta

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/