alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Persiapan Porprov, Kini Cabor Akhirnya Bisa Pemusatan Latihan

Mobile_AP_Rectangle 1

Setiap cabor juga mengirimkan proposal pengajuan TC ke Dispora, dan harus ada persetujuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, lewat proposal tersebut, Dispora tidak hanya bisa mengetahui jumlah atlet, tapi juga kebutuhan sarana dan prasarananya.

Jatah TC yang hanya lima kali ini dinilai sangat minimalis untuk persiapan atlet menyongsong Porprov. Mengingat, pada perencanaan awal, TC diagendakan 18 kali. Hal itu juga diakui oleh Ginting. Dia menjelaskan bahwa rencana TC itu dilaksanakan setelah seleksi. “Untuk seleksi, rencana awal itu dilaksanakan Juli, sedangkan TC September sampai November,” ungkapnya.

Namun, karena kondisi Covid-19 pada Juli meningkat, pelaksanaan seleksi molor dan baru terealisasi Agustus. Di sisi lain, pada waktu bersamaan juga ada refocusing anggaran. Imbasnya, berdasarkan perhitungan ulang, TC yang semestinya 18 kali kena kepras menjadi lima kali dalam perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (PAPBD).

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menilai, jumlah lima kali tersebut sangat kurang. “Dapat apa kalau hanya lima kali?” ucapnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Setiap cabor juga mengirimkan proposal pengajuan TC ke Dispora, dan harus ada persetujuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, lewat proposal tersebut, Dispora tidak hanya bisa mengetahui jumlah atlet, tapi juga kebutuhan sarana dan prasarananya.

Jatah TC yang hanya lima kali ini dinilai sangat minimalis untuk persiapan atlet menyongsong Porprov. Mengingat, pada perencanaan awal, TC diagendakan 18 kali. Hal itu juga diakui oleh Ginting. Dia menjelaskan bahwa rencana TC itu dilaksanakan setelah seleksi. “Untuk seleksi, rencana awal itu dilaksanakan Juli, sedangkan TC September sampai November,” ungkapnya.

Namun, karena kondisi Covid-19 pada Juli meningkat, pelaksanaan seleksi molor dan baru terealisasi Agustus. Di sisi lain, pada waktu bersamaan juga ada refocusing anggaran. Imbasnya, berdasarkan perhitungan ulang, TC yang semestinya 18 kali kena kepras menjadi lima kali dalam perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (PAPBD).

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menilai, jumlah lima kali tersebut sangat kurang. “Dapat apa kalau hanya lima kali?” ucapnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Setiap cabor juga mengirimkan proposal pengajuan TC ke Dispora, dan harus ada persetujuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, lewat proposal tersebut, Dispora tidak hanya bisa mengetahui jumlah atlet, tapi juga kebutuhan sarana dan prasarananya.

Jatah TC yang hanya lima kali ini dinilai sangat minimalis untuk persiapan atlet menyongsong Porprov. Mengingat, pada perencanaan awal, TC diagendakan 18 kali. Hal itu juga diakui oleh Ginting. Dia menjelaskan bahwa rencana TC itu dilaksanakan setelah seleksi. “Untuk seleksi, rencana awal itu dilaksanakan Juli, sedangkan TC September sampai November,” ungkapnya.

Namun, karena kondisi Covid-19 pada Juli meningkat, pelaksanaan seleksi molor dan baru terealisasi Agustus. Di sisi lain, pada waktu bersamaan juga ada refocusing anggaran. Imbasnya, berdasarkan perhitungan ulang, TC yang semestinya 18 kali kena kepras menjadi lima kali dalam perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (PAPBD).

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menilai, jumlah lima kali tersebut sangat kurang. “Dapat apa kalau hanya lima kali?” ucapnya.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember

Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca