alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

157 SD di Jember yang Tidak Memiliki Kepala Sekolah, ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat untuk guru dan tenaga kependidikan sepertinya belum menjawab kekurangan kepala sekolah (kepsek) di beberapa lembaga. Khususnya jenjang SD Jember. Sebab, hingga kini masih banyak Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan menjadi pelaksana tugas (Plt) di sekolah lain. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, per Desember nanti, sebanyak 157 SD di Jember belum memiliki Kepala Sekolah definitif.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember Ismail mengungkapkan, jumlah itu meningkat dari September lalu yang berjumlah 116 lembaga. Bertambahnya SD di Jember yang tidak memiliki Kepala Sekolah ini karena ada beberapa yang sudah pensiun. Sementara di sisi lain, pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon Kepala Sekolah Jember yang dilaksanakan awal September lalu hanya menyasar 28 calon Kepala Sekolah Jember. Jumlah ini tentu masih jauh dari kebutuhan.

Sebagai upaya mengisi kekosongan tersebut, pihaknya akan menggenjot seleksi calon Kepala Sekolah Jember yang dilanjutkan dengan diklat bagi mereka. Rencana itu bakal dieksekusi pada 2022 mendatang. Dalam waktu dekat ini, Ismail menambahkan, akan ada dua kali diklat calon Kepala Sekolah Jember yang saat ini sedang berlangsung. Diklat dengan pembiayaan APBD dan diklat yang dananya dibiayai APBN. Guru yang dapat mengikuti rekrutmen calon Kepala Sekolah Jember maksimal berusia 56 tahun dengan pangkat dan golongan minimal 3-C.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi berbeda terjadi di jenjang SMP. Jika tingkat SD jumlah kekurangan Kepala Sekolah Jember cukup banyak, di SMP tidak. Sekarang ini, sudah tidak ada lagi Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan untuk jenjang SMP. Kendati demikian, potensi kekurangan itu masih ada. Sebab, ada beberapa Kepala Sekolah Jember yang akan memasuki masa pensiun. Karenanya, perlu ada pengangkatan yang berkelanjutan. “Kekurangan itu mesti ada. Karena nanti ada yang pensiun,” kata Ismail.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat untuk guru dan tenaga kependidikan sepertinya belum menjawab kekurangan kepala sekolah (kepsek) di beberapa lembaga. Khususnya jenjang SD Jember. Sebab, hingga kini masih banyak Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan menjadi pelaksana tugas (Plt) di sekolah lain. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, per Desember nanti, sebanyak 157 SD di Jember belum memiliki Kepala Sekolah definitif.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember Ismail mengungkapkan, jumlah itu meningkat dari September lalu yang berjumlah 116 lembaga. Bertambahnya SD di Jember yang tidak memiliki Kepala Sekolah ini karena ada beberapa yang sudah pensiun. Sementara di sisi lain, pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon Kepala Sekolah Jember yang dilaksanakan awal September lalu hanya menyasar 28 calon Kepala Sekolah Jember. Jumlah ini tentu masih jauh dari kebutuhan.

Sebagai upaya mengisi kekosongan tersebut, pihaknya akan menggenjot seleksi calon Kepala Sekolah Jember yang dilanjutkan dengan diklat bagi mereka. Rencana itu bakal dieksekusi pada 2022 mendatang. Dalam waktu dekat ini, Ismail menambahkan, akan ada dua kali diklat calon Kepala Sekolah Jember yang saat ini sedang berlangsung. Diklat dengan pembiayaan APBD dan diklat yang dananya dibiayai APBN. Guru yang dapat mengikuti rekrutmen calon Kepala Sekolah Jember maksimal berusia 56 tahun dengan pangkat dan golongan minimal 3-C.

Kondisi berbeda terjadi di jenjang SMP. Jika tingkat SD jumlah kekurangan Kepala Sekolah Jember cukup banyak, di SMP tidak. Sekarang ini, sudah tidak ada lagi Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan untuk jenjang SMP. Kendati demikian, potensi kekurangan itu masih ada. Sebab, ada beberapa Kepala Sekolah Jember yang akan memasuki masa pensiun. Karenanya, perlu ada pengangkatan yang berkelanjutan. “Kekurangan itu mesti ada. Karena nanti ada yang pensiun,” kata Ismail.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat untuk guru dan tenaga kependidikan sepertinya belum menjawab kekurangan kepala sekolah (kepsek) di beberapa lembaga. Khususnya jenjang SD Jember. Sebab, hingga kini masih banyak Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan menjadi pelaksana tugas (Plt) di sekolah lain. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, per Desember nanti, sebanyak 157 SD di Jember belum memiliki Kepala Sekolah definitif.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember Ismail mengungkapkan, jumlah itu meningkat dari September lalu yang berjumlah 116 lembaga. Bertambahnya SD di Jember yang tidak memiliki Kepala Sekolah ini karena ada beberapa yang sudah pensiun. Sementara di sisi lain, pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon Kepala Sekolah Jember yang dilaksanakan awal September lalu hanya menyasar 28 calon Kepala Sekolah Jember. Jumlah ini tentu masih jauh dari kebutuhan.

Sebagai upaya mengisi kekosongan tersebut, pihaknya akan menggenjot seleksi calon Kepala Sekolah Jember yang dilanjutkan dengan diklat bagi mereka. Rencana itu bakal dieksekusi pada 2022 mendatang. Dalam waktu dekat ini, Ismail menambahkan, akan ada dua kali diklat calon Kepala Sekolah Jember yang saat ini sedang berlangsung. Diklat dengan pembiayaan APBD dan diklat yang dananya dibiayai APBN. Guru yang dapat mengikuti rekrutmen calon Kepala Sekolah Jember maksimal berusia 56 tahun dengan pangkat dan golongan minimal 3-C.

Kondisi berbeda terjadi di jenjang SMP. Jika tingkat SD jumlah kekurangan Kepala Sekolah Jember cukup banyak, di SMP tidak. Sekarang ini, sudah tidak ada lagi Kepala Sekolah Jember yang rangkap jabatan untuk jenjang SMP. Kendati demikian, potensi kekurangan itu masih ada. Sebab, ada beberapa Kepala Sekolah Jember yang akan memasuki masa pensiun. Karenanya, perlu ada pengangkatan yang berkelanjutan. “Kekurangan itu mesti ada. Karena nanti ada yang pensiun,” kata Ismail.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca