alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ini Pendapat Dinas Pariwisata Kab. Jember tentang Wisata Level 1

Kawasan Wisata Mulai Bergerak

Mobile_AP_Rectangle 1

KEMUNING LOR, RADARJEMBER.ID – Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang merebak selama dua tahun terakhir ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha sektor pariwisata. Apalagi pemerintah pusat sempat mengeluarkan aturan menutup semua tempat wisata di seluruh Indonesia, dengan maksud untuk mencegah lonjakan angka kasus virus mematikan tersebut.

Bahkan hotel dan restoran ikut terimbas. Tingkat hunian kamar hotel menurun drastis. Hal itu terus berlanjut saat pemerintah menerapkan aturan PPKM dan dibarengi pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU). Masyarakat diberi batasan tidak lebih dari dua puluh menit untuk singgah di restoran atau warung agar tidak memicu kerumunan.

Saat Kabupaten Jember memasuki PPKM level satu, dunia pariwisata di kota penghasil tembakau ini perlahan bangkit kembali. Dinas Pariwisata Kabupaten Jember mengingatkan kepada semua warga Jember, kendati mereka diizinkan untuk rekreasi, namun tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga jarak sehingga level PPKM tidak kembali naik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami optimistis tempat rekreasi di Kabupaten Jember bakal ramai kembali. Apalagi orang butuh rekreasi untuk menenangkan pikiran. Namun demikian, jangan melupakan prokes, mengingat persoalan Covid-19 belum berakhir. Karena itu, harus tetap waspada, jangan pernah tinggalkan masker saat berada di luar rumah,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati.

Ketika Jawa Pos Radar Jember berada di kawasan wisata Rembangan, Kecamatan Arjasa, tempat itu pun tetap memberlakukan prokes. Setelah Kabupaten Jember turun level PPKM, destinasi wisata berudara dingin itu mulai didatangi wisatawan. Namun demikian, hotel dan restoran milik Pemkab Jember tersebut belum mengoperasikan kembali kolam renang di tempat itu.

- Advertisement -

KEMUNING LOR, RADARJEMBER.ID – Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang merebak selama dua tahun terakhir ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha sektor pariwisata. Apalagi pemerintah pusat sempat mengeluarkan aturan menutup semua tempat wisata di seluruh Indonesia, dengan maksud untuk mencegah lonjakan angka kasus virus mematikan tersebut.

Bahkan hotel dan restoran ikut terimbas. Tingkat hunian kamar hotel menurun drastis. Hal itu terus berlanjut saat pemerintah menerapkan aturan PPKM dan dibarengi pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU). Masyarakat diberi batasan tidak lebih dari dua puluh menit untuk singgah di restoran atau warung agar tidak memicu kerumunan.

Saat Kabupaten Jember memasuki PPKM level satu, dunia pariwisata di kota penghasil tembakau ini perlahan bangkit kembali. Dinas Pariwisata Kabupaten Jember mengingatkan kepada semua warga Jember, kendati mereka diizinkan untuk rekreasi, namun tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga jarak sehingga level PPKM tidak kembali naik.

“Kami optimistis tempat rekreasi di Kabupaten Jember bakal ramai kembali. Apalagi orang butuh rekreasi untuk menenangkan pikiran. Namun demikian, jangan melupakan prokes, mengingat persoalan Covid-19 belum berakhir. Karena itu, harus tetap waspada, jangan pernah tinggalkan masker saat berada di luar rumah,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati.

Ketika Jawa Pos Radar Jember berada di kawasan wisata Rembangan, Kecamatan Arjasa, tempat itu pun tetap memberlakukan prokes. Setelah Kabupaten Jember turun level PPKM, destinasi wisata berudara dingin itu mulai didatangi wisatawan. Namun demikian, hotel dan restoran milik Pemkab Jember tersebut belum mengoperasikan kembali kolam renang di tempat itu.

KEMUNING LOR, RADARJEMBER.ID – Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang merebak selama dua tahun terakhir ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha sektor pariwisata. Apalagi pemerintah pusat sempat mengeluarkan aturan menutup semua tempat wisata di seluruh Indonesia, dengan maksud untuk mencegah lonjakan angka kasus virus mematikan tersebut.

Bahkan hotel dan restoran ikut terimbas. Tingkat hunian kamar hotel menurun drastis. Hal itu terus berlanjut saat pemerintah menerapkan aturan PPKM dan dibarengi pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU). Masyarakat diberi batasan tidak lebih dari dua puluh menit untuk singgah di restoran atau warung agar tidak memicu kerumunan.

Saat Kabupaten Jember memasuki PPKM level satu, dunia pariwisata di kota penghasil tembakau ini perlahan bangkit kembali. Dinas Pariwisata Kabupaten Jember mengingatkan kepada semua warga Jember, kendati mereka diizinkan untuk rekreasi, namun tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga jarak sehingga level PPKM tidak kembali naik.

“Kami optimistis tempat rekreasi di Kabupaten Jember bakal ramai kembali. Apalagi orang butuh rekreasi untuk menenangkan pikiran. Namun demikian, jangan melupakan prokes, mengingat persoalan Covid-19 belum berakhir. Karena itu, harus tetap waspada, jangan pernah tinggalkan masker saat berada di luar rumah,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati.

Ketika Jawa Pos Radar Jember berada di kawasan wisata Rembangan, Kecamatan Arjasa, tempat itu pun tetap memberlakukan prokes. Setelah Kabupaten Jember turun level PPKM, destinasi wisata berudara dingin itu mulai didatangi wisatawan. Namun demikian, hotel dan restoran milik Pemkab Jember tersebut belum mengoperasikan kembali kolam renang di tempat itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/