alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

 Terpantau Radar Kejaksaan

FKDT Bantah Ada Pemotongan BOP Madrasah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparat penegak hukum diminta mengusut kebenaran informasi pemotongan Bantuan Operasional (BOP) dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI. Sebab, kabar penyunatan ini telah menjadi perhatian publik. Apalagi, besaran pemotongannya mencapai 50 persen dari total bantuan sebesar Rp 10 juta yang diterima per lembaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono mengaku terus memonitor kabar itu. Pihaknya juga bakal memantau perkembangan informasi yang mencuat, Selasa (22/9) lalu. Warta dugaan pungutan ini merebak setelah ada salah satu sumber yang membocorkannya ke publik. “Intinya, kami tetap memonitor perihal tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/9).

Kendati begitu, Setyo menegaskan, kejaksaan tak bisa serampangan dalam mengusut kasus itu. Pihaknya masih menunggu laporan masyarakat terkait dengan dugaan pungutan BOP tersebut. “Disertai data lengkap dan sesuai tata cara aturan melaporkan suatu tindak pidana ke aparat penegak hukum,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Munculnya dugaan penyunatan bantuan tersebut berawal dari tangkapan layar atau screenshoot percakapan grup WhatsApp. Isi pesan dalam potongan percakapan itu tertulis, masing-masing lembaga diminta tutup mulut ketika ada seseorang atau lembaga yang menanyakan perihal BOP. Istilah pemotongan juga diganti dengan dana sharing’.

Kabar pemotongan ini juga mencatut Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Bahkan, isu ini sampai menghangat di internal FKDT Jember. Utamanya, FKDT di Kecamatan Wuluhan yang disebut-sebut terdapat pemotongan hingga 50 persen kepada salah satu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Sebelumnya, Kepala Seksi PD dan Pontren Kemenag Jember Erwyn Sulthoni, yang sempat dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui soal pemotong itu. Ia hanya membenarkan bahwa lembaga diniyah atau MDT sekarang ini sedang mendapat bantuan BOP. Dananya turun dari pusat langsung ke rekening MDT yang mengajukan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparat penegak hukum diminta mengusut kebenaran informasi pemotongan Bantuan Operasional (BOP) dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI. Sebab, kabar penyunatan ini telah menjadi perhatian publik. Apalagi, besaran pemotongannya mencapai 50 persen dari total bantuan sebesar Rp 10 juta yang diterima per lembaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono mengaku terus memonitor kabar itu. Pihaknya juga bakal memantau perkembangan informasi yang mencuat, Selasa (22/9) lalu. Warta dugaan pungutan ini merebak setelah ada salah satu sumber yang membocorkannya ke publik. “Intinya, kami tetap memonitor perihal tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/9).

Kendati begitu, Setyo menegaskan, kejaksaan tak bisa serampangan dalam mengusut kasus itu. Pihaknya masih menunggu laporan masyarakat terkait dengan dugaan pungutan BOP tersebut. “Disertai data lengkap dan sesuai tata cara aturan melaporkan suatu tindak pidana ke aparat penegak hukum,” jelasnya.

Munculnya dugaan penyunatan bantuan tersebut berawal dari tangkapan layar atau screenshoot percakapan grup WhatsApp. Isi pesan dalam potongan percakapan itu tertulis, masing-masing lembaga diminta tutup mulut ketika ada seseorang atau lembaga yang menanyakan perihal BOP. Istilah pemotongan juga diganti dengan dana sharing’.

Kabar pemotongan ini juga mencatut Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Bahkan, isu ini sampai menghangat di internal FKDT Jember. Utamanya, FKDT di Kecamatan Wuluhan yang disebut-sebut terdapat pemotongan hingga 50 persen kepada salah satu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Sebelumnya, Kepala Seksi PD dan Pontren Kemenag Jember Erwyn Sulthoni, yang sempat dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui soal pemotong itu. Ia hanya membenarkan bahwa lembaga diniyah atau MDT sekarang ini sedang mendapat bantuan BOP. Dananya turun dari pusat langsung ke rekening MDT yang mengajukan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparat penegak hukum diminta mengusut kebenaran informasi pemotongan Bantuan Operasional (BOP) dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI. Sebab, kabar penyunatan ini telah menjadi perhatian publik. Apalagi, besaran pemotongannya mencapai 50 persen dari total bantuan sebesar Rp 10 juta yang diterima per lembaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono mengaku terus memonitor kabar itu. Pihaknya juga bakal memantau perkembangan informasi yang mencuat, Selasa (22/9) lalu. Warta dugaan pungutan ini merebak setelah ada salah satu sumber yang membocorkannya ke publik. “Intinya, kami tetap memonitor perihal tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/9).

Kendati begitu, Setyo menegaskan, kejaksaan tak bisa serampangan dalam mengusut kasus itu. Pihaknya masih menunggu laporan masyarakat terkait dengan dugaan pungutan BOP tersebut. “Disertai data lengkap dan sesuai tata cara aturan melaporkan suatu tindak pidana ke aparat penegak hukum,” jelasnya.

Munculnya dugaan penyunatan bantuan tersebut berawal dari tangkapan layar atau screenshoot percakapan grup WhatsApp. Isi pesan dalam potongan percakapan itu tertulis, masing-masing lembaga diminta tutup mulut ketika ada seseorang atau lembaga yang menanyakan perihal BOP. Istilah pemotongan juga diganti dengan dana sharing’.

Kabar pemotongan ini juga mencatut Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Bahkan, isu ini sampai menghangat di internal FKDT Jember. Utamanya, FKDT di Kecamatan Wuluhan yang disebut-sebut terdapat pemotongan hingga 50 persen kepada salah satu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Sebelumnya, Kepala Seksi PD dan Pontren Kemenag Jember Erwyn Sulthoni, yang sempat dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui soal pemotong itu. Ia hanya membenarkan bahwa lembaga diniyah atau MDT sekarang ini sedang mendapat bantuan BOP. Dananya turun dari pusat langsung ke rekening MDT yang mengajukan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/