alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Vaksinasi Pekan Ini Ditarget Capai 50 Persen Lebih

Vaksinasi Pelajar Masih Rendah

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID –  Pemkab Jember telah memberi lampu hijau terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah tingkat SMA sederajat. Namun, banyak desakan vaksinasi, sebelum kegiatan belajar langsung itu dilaksanakan, para pelajar harus tuntas mendapatkan vaksin terlebih dulu. Sehingga nantinya, pelaksanaan PTM tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Hanya, hingga saat ini capaian vaksinasi itu masih rendah. Angkanya tak sampai 20 persen dari total pelajar yang ada.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, secara teknis PTM yang diselenggarakan nantinya tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dan dilakukan secara terbatas. Jumlah siswa yang masuk hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa di kelas. Sisanya, siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Putusan ini merujuk pada aturan terbaru tentang diperbolehkannya pelaksanaan PTM untuk daerah yang telah memasuki level tiga seperti Jember. “Walaupun begitu, izin orang tua tetap menjadi pertimbangan utama,” kata Mahrus, kemarin (24/8).

Ia pun mencontohkan, di SMA Ambulu, dari 1.160 siswa, setidaknya terdapat tiga siswa yang tidak diizinkan untuk mengikuti PTM terbatas di sekolah. Pertimbangannya adalah urusan kesehatan. Mahrus menegaskan, alasan demikian tetap diperbolehkan dengan disertai surat keterangan. “Setelah kami telusuri, ternyata dalam kondisi sakit. Hal semacam ini, ya, tidak apa-apa. Sembuh dulu. Kondisinya baik, baru boleh ikut PTM,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, berdasarkan laporan yang dia terima, setidaknya terdapat sekitar 10 persen sekolah jenjang SMA di bawah naungan Cabdindik Jawa Timur yang masih belum berani melakukan PTM. Sekolah-sekolah tersebut berada di kawasan perkotaan. Ia memaklumi kondisi itu. Sebab, hingga saat ini kekhawatiran orang tua dengan potensi adanya penularan virus korona relatif masih tinggi.

Sementara sisanya, sekitar 90 persen sudah mulai   melakukan PTM. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan akan melakukan vaksinasi secara menyeluruh dan bertahap pada sektor pendidikan. “Dari bupati kemarin, insyaallah satu minggu lagi akan ada pengiriman vaksin puluhan ribu di Jember. Ini kami manfaatkan untuk anak-anak dan guru yang belum divaksin,” paparnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID –  Pemkab Jember telah memberi lampu hijau terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah tingkat SMA sederajat. Namun, banyak desakan vaksinasi, sebelum kegiatan belajar langsung itu dilaksanakan, para pelajar harus tuntas mendapatkan vaksin terlebih dulu. Sehingga nantinya, pelaksanaan PTM tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Hanya, hingga saat ini capaian vaksinasi itu masih rendah. Angkanya tak sampai 20 persen dari total pelajar yang ada.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, secara teknis PTM yang diselenggarakan nantinya tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dan dilakukan secara terbatas. Jumlah siswa yang masuk hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa di kelas. Sisanya, siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Putusan ini merujuk pada aturan terbaru tentang diperbolehkannya pelaksanaan PTM untuk daerah yang telah memasuki level tiga seperti Jember. “Walaupun begitu, izin orang tua tetap menjadi pertimbangan utama,” kata Mahrus, kemarin (24/8).

Ia pun mencontohkan, di SMA Ambulu, dari 1.160 siswa, setidaknya terdapat tiga siswa yang tidak diizinkan untuk mengikuti PTM terbatas di sekolah. Pertimbangannya adalah urusan kesehatan. Mahrus menegaskan, alasan demikian tetap diperbolehkan dengan disertai surat keterangan. “Setelah kami telusuri, ternyata dalam kondisi sakit. Hal semacam ini, ya, tidak apa-apa. Sembuh dulu. Kondisinya baik, baru boleh ikut PTM,” tuturnya.

Selain itu, berdasarkan laporan yang dia terima, setidaknya terdapat sekitar 10 persen sekolah jenjang SMA di bawah naungan Cabdindik Jawa Timur yang masih belum berani melakukan PTM. Sekolah-sekolah tersebut berada di kawasan perkotaan. Ia memaklumi kondisi itu. Sebab, hingga saat ini kekhawatiran orang tua dengan potensi adanya penularan virus korona relatif masih tinggi.

Sementara sisanya, sekitar 90 persen sudah mulai   melakukan PTM. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan akan melakukan vaksinasi secara menyeluruh dan bertahap pada sektor pendidikan. “Dari bupati kemarin, insyaallah satu minggu lagi akan ada pengiriman vaksin puluhan ribu di Jember. Ini kami manfaatkan untuk anak-anak dan guru yang belum divaksin,” paparnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID –  Pemkab Jember telah memberi lampu hijau terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah tingkat SMA sederajat. Namun, banyak desakan vaksinasi, sebelum kegiatan belajar langsung itu dilaksanakan, para pelajar harus tuntas mendapatkan vaksin terlebih dulu. Sehingga nantinya, pelaksanaan PTM tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Hanya, hingga saat ini capaian vaksinasi itu masih rendah. Angkanya tak sampai 20 persen dari total pelajar yang ada.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, secara teknis PTM yang diselenggarakan nantinya tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dan dilakukan secara terbatas. Jumlah siswa yang masuk hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa di kelas. Sisanya, siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Putusan ini merujuk pada aturan terbaru tentang diperbolehkannya pelaksanaan PTM untuk daerah yang telah memasuki level tiga seperti Jember. “Walaupun begitu, izin orang tua tetap menjadi pertimbangan utama,” kata Mahrus, kemarin (24/8).

Ia pun mencontohkan, di SMA Ambulu, dari 1.160 siswa, setidaknya terdapat tiga siswa yang tidak diizinkan untuk mengikuti PTM terbatas di sekolah. Pertimbangannya adalah urusan kesehatan. Mahrus menegaskan, alasan demikian tetap diperbolehkan dengan disertai surat keterangan. “Setelah kami telusuri, ternyata dalam kondisi sakit. Hal semacam ini, ya, tidak apa-apa. Sembuh dulu. Kondisinya baik, baru boleh ikut PTM,” tuturnya.

Selain itu, berdasarkan laporan yang dia terima, setidaknya terdapat sekitar 10 persen sekolah jenjang SMA di bawah naungan Cabdindik Jawa Timur yang masih belum berani melakukan PTM. Sekolah-sekolah tersebut berada di kawasan perkotaan. Ia memaklumi kondisi itu. Sebab, hingga saat ini kekhawatiran orang tua dengan potensi adanya penularan virus korona relatif masih tinggi.

Sementara sisanya, sekitar 90 persen sudah mulai   melakukan PTM. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan akan melakukan vaksinasi secara menyeluruh dan bertahap pada sektor pendidikan. “Dari bupati kemarin, insyaallah satu minggu lagi akan ada pengiriman vaksin puluhan ribu di Jember. Ini kami manfaatkan untuk anak-anak dan guru yang belum divaksin,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/