Misi Tio, Wakil Jatim Asal Jember di Ajang Kreator Edukasi

Ingin Ubah Mindset Masyarakat lewat Konten yang Mendidik

JUBUNG, RADARJEMBER.ID – MEREBAKNYA pandemi virus korona mengubah kebiasaan masyarakat, khususnya anak muda. Hampir seluruh kegiatan anak muda, termasuk belajar dan hiburan, kini menggunakan media sosial. Tio adalah salah satunya. Pemuda yang gelisah akibat menurunnya omzet bisnis kue balok yang dia geluti ini mengalihkan perhatiannya pada kreasi videografi melalui aplikasi TikTok.

Ya, anak muda mana yang tak kenal aplikasi penampil berbagai macam video, terutama video-video hiburan yang ringan. Tio itu akhirnya aktif membuat konten video berupa tutorial fotografi yang tak disangka menarik perhatian banyak kalangan. “Itu awalnya bikin video karena iseng. Ternyata respons teman-teman bagus dan akhirnya videoku viral. Aku lanjutin aja bikin video tutorial lagi. Semakin hari semakin banyak yang follow aku,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Respons tersebut membuat Tio semakin aktif dan sering membuat konten yang serupa. Mulai saat itu, konten milik Tio banyak dibagikan ulang oleh akun-akun besar di berbagai daerah. Kesempatan tersebut akhirnya menjadi pilihan dan ladang bisnis baru bagi Tio.

Dia mulai rutin memproduksi konten tutorial atau konten edukatif lainnya. Tampaknya, konten milik Tio membuatnya termasuk pada kategori konten kreator edukasi yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Sering ikut lomba yang lain juga. Terakhir itu sekitar dua bulan yang lalu,” ucap Tio.

Berkat kegigihan dan kreativitasnya, saat ini Tio justru masuk pada nominasi konten kreator edukatif dalam ajang penghargaan Top Kreator Education oleh TikTok. Dia merupakan satu-satunya perwakilan konten kreator edukasi dari Jawa Timur. “Gak pernah nyangka bakalan masuk nominasi. Soalnya kreator TikTok dari luar daerah, khususnya kota besar, itu banyak banget. Dan pasti followers mereka lebih banyak dari aku,” katanya.

Pada kontestasi kali ini, bukan hanya satu atau dua konten yang menjadi acuan. Namun, penilaian secara keseluruhan konten video yang dibuat oleh Tio. Inilah yang membuatnya bisa masuk dalam nominasi ajang tahunan yang dimulai sejak 2020 tersebut. “Jadi, TikTok ke depannya bukan hanya berisi hiburan. Tapi, bakalan lebih banyak berisi konten yang mengedukasi. Nah, salah satu yang dilakukan TikTok itu dengan cara memberi penghargaan kepada kreator edukasi agar mereka dapat mengajak kreator lainnya membuat video yang lebih berkualitas,” ujar lelaki yang tinggal di Perumdim, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, ini.