alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Jember Punya Parasut tapi Tak Layak Terbang, Akankah Lolos Porprov ?

September, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Gelar Seleksi Atlet Porprov

Mobile_AP_Rectangle 1

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jember juga menyiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan. Bila pada Porprov Jatim 2019 lalu hanya mengikuti laga ekshibisi paralayang, pada Porprov tahun depan FASI Jember menyiapkan enam siswa paralayang. Namun, mereka ada kendala peralatan. Dari tiga parasut yang dimiliki, semuanya tidak layak terbang. Hanya bisa digunakan untuk latihan ground handling .

Ketua Bidang Paralayang FASI Jember Reza Pratama menjelaskan, dulu persatuan paralayang adalah PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonesia. Namun, semua jenis kejuaraan dirgantara menjadi satu induk, FASI. Sementara itu, untuk paralayang pada Porprov Jatim 2022 mendatang, muncul angin segar. Sebab, ada nomor paralayang yang dilombakan.

Sebelumnya, nomor paralayang di Porprov Jatim 2019 yang digelar di Tuban hanya ada laga ekshibisi. Bahkan, paralayang Jember tidak main-main membidik medali di Porprov Jatim tahun depan. Pada venue paralayang digelar di Lumajang tersebut, Paralayang Jember menargetkan meraih medali. “Target kami satu emas,” jelas Reza.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, baru Porprov depan paralayang dikompetisikan, kenapa mematok target tinggi? Menurut Reza, karena pada laga ekshibisi Porprov 2019, siswa paralayang Jember meraih perak atas nama Ego. Dia termasuk binaan paralayang jilid pertama yang pada waktu itu pusat latihannya di Bukit Mandigu, Mumbulsari. Dan inilah yang menjadi modal kepercayaan diri meraih target tersebut. “Ego ini anak Mumbulsari,” tuturnya.

Atlet atau siswa paralayang yang disiapkan seleksi jumlahnya sekitar 10 orang. Nanti yang masuk training center (TC) atau pemusatan latihan daerah (puslatda) jumlahnya enam orang. Lokasi seleksinya akan dipusatkan di Lapangan Kesilir dan Skyland di Kecamatan Wuluhan.

Untuk regulasi atlet paralayang dengan atlet dari cabor lainnya, perbedaannya adalah batasan usia. Namun, di Jember banyak atlet paralayang usianya masih 19 tahun. “Kalau paralayang itu tidak terperinci berapa batasan, tapi persentase,” terangnya.

- Advertisement -

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jember juga menyiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan. Bila pada Porprov Jatim 2019 lalu hanya mengikuti laga ekshibisi paralayang, pada Porprov tahun depan FASI Jember menyiapkan enam siswa paralayang. Namun, mereka ada kendala peralatan. Dari tiga parasut yang dimiliki, semuanya tidak layak terbang. Hanya bisa digunakan untuk latihan ground handling .

Ketua Bidang Paralayang FASI Jember Reza Pratama menjelaskan, dulu persatuan paralayang adalah PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonesia. Namun, semua jenis kejuaraan dirgantara menjadi satu induk, FASI. Sementara itu, untuk paralayang pada Porprov Jatim 2022 mendatang, muncul angin segar. Sebab, ada nomor paralayang yang dilombakan.

Sebelumnya, nomor paralayang di Porprov Jatim 2019 yang digelar di Tuban hanya ada laga ekshibisi. Bahkan, paralayang Jember tidak main-main membidik medali di Porprov Jatim tahun depan. Pada venue paralayang digelar di Lumajang tersebut, Paralayang Jember menargetkan meraih medali. “Target kami satu emas,” jelas Reza.

Padahal, baru Porprov depan paralayang dikompetisikan, kenapa mematok target tinggi? Menurut Reza, karena pada laga ekshibisi Porprov 2019, siswa paralayang Jember meraih perak atas nama Ego. Dia termasuk binaan paralayang jilid pertama yang pada waktu itu pusat latihannya di Bukit Mandigu, Mumbulsari. Dan inilah yang menjadi modal kepercayaan diri meraih target tersebut. “Ego ini anak Mumbulsari,” tuturnya.

Atlet atau siswa paralayang yang disiapkan seleksi jumlahnya sekitar 10 orang. Nanti yang masuk training center (TC) atau pemusatan latihan daerah (puslatda) jumlahnya enam orang. Lokasi seleksinya akan dipusatkan di Lapangan Kesilir dan Skyland di Kecamatan Wuluhan.

Untuk regulasi atlet paralayang dengan atlet dari cabor lainnya, perbedaannya adalah batasan usia. Namun, di Jember banyak atlet paralayang usianya masih 19 tahun. “Kalau paralayang itu tidak terperinci berapa batasan, tapi persentase,” terangnya.

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jember juga menyiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan. Bila pada Porprov Jatim 2019 lalu hanya mengikuti laga ekshibisi paralayang, pada Porprov tahun depan FASI Jember menyiapkan enam siswa paralayang. Namun, mereka ada kendala peralatan. Dari tiga parasut yang dimiliki, semuanya tidak layak terbang. Hanya bisa digunakan untuk latihan ground handling .

Ketua Bidang Paralayang FASI Jember Reza Pratama menjelaskan, dulu persatuan paralayang adalah PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonesia. Namun, semua jenis kejuaraan dirgantara menjadi satu induk, FASI. Sementara itu, untuk paralayang pada Porprov Jatim 2022 mendatang, muncul angin segar. Sebab, ada nomor paralayang yang dilombakan.

Sebelumnya, nomor paralayang di Porprov Jatim 2019 yang digelar di Tuban hanya ada laga ekshibisi. Bahkan, paralayang Jember tidak main-main membidik medali di Porprov Jatim tahun depan. Pada venue paralayang digelar di Lumajang tersebut, Paralayang Jember menargetkan meraih medali. “Target kami satu emas,” jelas Reza.

Padahal, baru Porprov depan paralayang dikompetisikan, kenapa mematok target tinggi? Menurut Reza, karena pada laga ekshibisi Porprov 2019, siswa paralayang Jember meraih perak atas nama Ego. Dia termasuk binaan paralayang jilid pertama yang pada waktu itu pusat latihannya di Bukit Mandigu, Mumbulsari. Dan inilah yang menjadi modal kepercayaan diri meraih target tersebut. “Ego ini anak Mumbulsari,” tuturnya.

Atlet atau siswa paralayang yang disiapkan seleksi jumlahnya sekitar 10 orang. Nanti yang masuk training center (TC) atau pemusatan latihan daerah (puslatda) jumlahnya enam orang. Lokasi seleksinya akan dipusatkan di Lapangan Kesilir dan Skyland di Kecamatan Wuluhan.

Untuk regulasi atlet paralayang dengan atlet dari cabor lainnya, perbedaannya adalah batasan usia. Namun, di Jember banyak atlet paralayang usianya masih 19 tahun. “Kalau paralayang itu tidak terperinci berapa batasan, tapi persentase,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/