alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Muncul Duet Garuda-Kakbah

Gus Mamak Digadang Jadi Cawabup Djoko

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan peta politik menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) kian dinamis. Berbagai potensi terjadinya perubahan peta koalisi dan pergantian pasangan bakal calon yang maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu masih terbuka lebar. Seperti kabar yang santer beredar baru-baru ini. M Madini Farouq atau Gus Mamak, disebut bakal menemani Djoko Susanto untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang.

Gus Mamak disebut berpeluang menggantikan posisi Ahmad Halim, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember dari Partai Gerindra. Duet Djoko-Halim sebelumnya direkomendasi oleh Gerindra untuk maju sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (bacabup-cawabup). Partai ini juga yang pertama mengeluarkan rekomendasi secara tertulis, dan belum ada perubahan hingga kini.

Namun, karena kursi partai berlambang kepala Garuda itu tak mencukupi batas minimal 10 kursi sesuai persyaratan, maka partai besutan Prabowo Subianto itu harus membangun koalisi dengan partai lain. Sehingga, munculnya nama Gus Mamak disebut berpotensi memunculkan koalisi antara Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kendati demikian, kabar itu belum sepenuhnya didukung oleh fakta hitam di atas putih. Yakni rekomendasi dari partai politik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diketahui, Gus Mamak adalah Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Jember. Sementara itu, Djoko Susanto adalah mantan Kepala BPN Jember yang direkomendasi Partai Gerindra. Djoko pun telah dipasangkan dengan bakal Cawabup Ahmad Halim oleh Gerindra. Sebenarnya, jika PPP jadi berkoalisi dengan Gerindra, maka syarat minimal 10 kursi untuk mengusung cabup-cawabup akan terpenuhi. Sebab, jumlah totalnya mencapai 12 kursi. Seperti diketahui, Gerindra memiliki tujuh kursi dan PPP mempunyai lima kursi di parlemen.

Dikonfirmasi terkait kabar itu, Gus Mamak tidak menampik. Meski begitu, saat ditanya tentang kebenaran kabar tersebut, mantan Ketua DPRD Jember ini tak menjawab secara tegas. Tapi yang jelas, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP telah mengundang keduanya untuk datang ke kantor DPP PPP di Jakarta, kemarin (24/8). Di saat yang sama, DPP PPP juga mengundang pasangan lain, Hendy Siswanto dan Firjaun Barlaman, dalam agenda bertajuk konsolidasi menjelang pilkada Jember tersebut. “Semuanya masih dalam proses,” jelas Mamak.

Menurutnya, PPP Jember tetap menunggu surat resmi dari pengurus pusat. Sebab, sejauh ini partai berlambang Kakbah itu belum mengeluarkan rekomendasi ke siapa pun. Sejauh ini juga belum ada ketetapan tentang pemberian tiket untuk maju dalam pilkada tersebut. “Masih menunggu kepastian rekom,” tulis Gus Mamak melalui pesan singkat kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan peta politik menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) kian dinamis. Berbagai potensi terjadinya perubahan peta koalisi dan pergantian pasangan bakal calon yang maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu masih terbuka lebar. Seperti kabar yang santer beredar baru-baru ini. M Madini Farouq atau Gus Mamak, disebut bakal menemani Djoko Susanto untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang.

Gus Mamak disebut berpeluang menggantikan posisi Ahmad Halim, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember dari Partai Gerindra. Duet Djoko-Halim sebelumnya direkomendasi oleh Gerindra untuk maju sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (bacabup-cawabup). Partai ini juga yang pertama mengeluarkan rekomendasi secara tertulis, dan belum ada perubahan hingga kini.

Namun, karena kursi partai berlambang kepala Garuda itu tak mencukupi batas minimal 10 kursi sesuai persyaratan, maka partai besutan Prabowo Subianto itu harus membangun koalisi dengan partai lain. Sehingga, munculnya nama Gus Mamak disebut berpotensi memunculkan koalisi antara Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kendati demikian, kabar itu belum sepenuhnya didukung oleh fakta hitam di atas putih. Yakni rekomendasi dari partai politik.

Seperti diketahui, Gus Mamak adalah Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Jember. Sementara itu, Djoko Susanto adalah mantan Kepala BPN Jember yang direkomendasi Partai Gerindra. Djoko pun telah dipasangkan dengan bakal Cawabup Ahmad Halim oleh Gerindra. Sebenarnya, jika PPP jadi berkoalisi dengan Gerindra, maka syarat minimal 10 kursi untuk mengusung cabup-cawabup akan terpenuhi. Sebab, jumlah totalnya mencapai 12 kursi. Seperti diketahui, Gerindra memiliki tujuh kursi dan PPP mempunyai lima kursi di parlemen.

Dikonfirmasi terkait kabar itu, Gus Mamak tidak menampik. Meski begitu, saat ditanya tentang kebenaran kabar tersebut, mantan Ketua DPRD Jember ini tak menjawab secara tegas. Tapi yang jelas, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP telah mengundang keduanya untuk datang ke kantor DPP PPP di Jakarta, kemarin (24/8). Di saat yang sama, DPP PPP juga mengundang pasangan lain, Hendy Siswanto dan Firjaun Barlaman, dalam agenda bertajuk konsolidasi menjelang pilkada Jember tersebut. “Semuanya masih dalam proses,” jelas Mamak.

Menurutnya, PPP Jember tetap menunggu surat resmi dari pengurus pusat. Sebab, sejauh ini partai berlambang Kakbah itu belum mengeluarkan rekomendasi ke siapa pun. Sejauh ini juga belum ada ketetapan tentang pemberian tiket untuk maju dalam pilkada tersebut. “Masih menunggu kepastian rekom,” tulis Gus Mamak melalui pesan singkat kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkembangan peta politik menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) kian dinamis. Berbagai potensi terjadinya perubahan peta koalisi dan pergantian pasangan bakal calon yang maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu masih terbuka lebar. Seperti kabar yang santer beredar baru-baru ini. M Madini Farouq atau Gus Mamak, disebut bakal menemani Djoko Susanto untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang.

Gus Mamak disebut berpeluang menggantikan posisi Ahmad Halim, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember dari Partai Gerindra. Duet Djoko-Halim sebelumnya direkomendasi oleh Gerindra untuk maju sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (bacabup-cawabup). Partai ini juga yang pertama mengeluarkan rekomendasi secara tertulis, dan belum ada perubahan hingga kini.

Namun, karena kursi partai berlambang kepala Garuda itu tak mencukupi batas minimal 10 kursi sesuai persyaratan, maka partai besutan Prabowo Subianto itu harus membangun koalisi dengan partai lain. Sehingga, munculnya nama Gus Mamak disebut berpotensi memunculkan koalisi antara Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kendati demikian, kabar itu belum sepenuhnya didukung oleh fakta hitam di atas putih. Yakni rekomendasi dari partai politik.

Seperti diketahui, Gus Mamak adalah Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Jember. Sementara itu, Djoko Susanto adalah mantan Kepala BPN Jember yang direkomendasi Partai Gerindra. Djoko pun telah dipasangkan dengan bakal Cawabup Ahmad Halim oleh Gerindra. Sebenarnya, jika PPP jadi berkoalisi dengan Gerindra, maka syarat minimal 10 kursi untuk mengusung cabup-cawabup akan terpenuhi. Sebab, jumlah totalnya mencapai 12 kursi. Seperti diketahui, Gerindra memiliki tujuh kursi dan PPP mempunyai lima kursi di parlemen.

Dikonfirmasi terkait kabar itu, Gus Mamak tidak menampik. Meski begitu, saat ditanya tentang kebenaran kabar tersebut, mantan Ketua DPRD Jember ini tak menjawab secara tegas. Tapi yang jelas, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP telah mengundang keduanya untuk datang ke kantor DPP PPP di Jakarta, kemarin (24/8). Di saat yang sama, DPP PPP juga mengundang pasangan lain, Hendy Siswanto dan Firjaun Barlaman, dalam agenda bertajuk konsolidasi menjelang pilkada Jember tersebut. “Semuanya masih dalam proses,” jelas Mamak.

Menurutnya, PPP Jember tetap menunggu surat resmi dari pengurus pusat. Sebab, sejauh ini partai berlambang Kakbah itu belum mengeluarkan rekomendasi ke siapa pun. Sejauh ini juga belum ada ketetapan tentang pemberian tiket untuk maju dalam pilkada tersebut. “Masih menunggu kepastian rekom,” tulis Gus Mamak melalui pesan singkat kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/