alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Datang saat Ramai, Uang Ditaruh di Meja

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma kue terang bulan itu begitu wangi saat penutupnya dibuka oleh Hariyadi. Sebagai pedagang kue, tentu saja tangannya cekatan untuk menyelesaikan pesanan konsumen.

Tetapi saat menerima uang, jemarinya yang cekatan menjadi sangat lambat. Uang itu diraba, bila ragu, tak segan dia menerawang uang pecahan Rp 50 ribu tersebut. “Ya jaga-jaga, Mas, biar gak dapat uang palsu lagi,” tuturnya.

Hariyadi pun menunjukan uang palsu pecahan 50 ribu yang ditempel di etalase dagangannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Dari jarak jauh, uang berwarna biru itu tak ubahnya uang sesungguhnya. Tapi bila dilihat dari dekat, warna biru uang palsu itu memudar. Saat diberi cahaya senter dari belakang, tanda air berupa gambar pahlawan yang menjadi ciri khas keaslian uang tak tampak pada uang palsu itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hariyadi mengaku mendapatkan uang palsu pecahan 50 ribu sekitar Desember 2019 kemarin. Dia tidak hanya sekali mendapatkan uang abal-abal. “Dulu pernah juga dapat uang palsu. Tapi baru kali ini ditempel di etalase,” tuturnya.

Menurut pengamatannya, uang palsu itu didapatnya ketika ramai pembeli. “Makanya kalau ramai, saya hati-hati,” jelasnya. Selain ramai, pembeli dengan uang palsu itu selalu meletakkan uang di meja ataupun etalase, tidak diberikan langsung dari tangan ke tangan. “Pokoknya cirinya saat ramai, uang diletakkan di meja, terus cepat-cepat pergi,” ujarnya.

 

Per Bulan Tembus 250 Lembar

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma kue terang bulan itu begitu wangi saat penutupnya dibuka oleh Hariyadi. Sebagai pedagang kue, tentu saja tangannya cekatan untuk menyelesaikan pesanan konsumen.

Tetapi saat menerima uang, jemarinya yang cekatan menjadi sangat lambat. Uang itu diraba, bila ragu, tak segan dia menerawang uang pecahan Rp 50 ribu tersebut. “Ya jaga-jaga, Mas, biar gak dapat uang palsu lagi,” tuturnya.

Hariyadi pun menunjukan uang palsu pecahan 50 ribu yang ditempel di etalase dagangannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Dari jarak jauh, uang berwarna biru itu tak ubahnya uang sesungguhnya. Tapi bila dilihat dari dekat, warna biru uang palsu itu memudar. Saat diberi cahaya senter dari belakang, tanda air berupa gambar pahlawan yang menjadi ciri khas keaslian uang tak tampak pada uang palsu itu.

Hariyadi mengaku mendapatkan uang palsu pecahan 50 ribu sekitar Desember 2019 kemarin. Dia tidak hanya sekali mendapatkan uang abal-abal. “Dulu pernah juga dapat uang palsu. Tapi baru kali ini ditempel di etalase,” tuturnya.

Menurut pengamatannya, uang palsu itu didapatnya ketika ramai pembeli. “Makanya kalau ramai, saya hati-hati,” jelasnya. Selain ramai, pembeli dengan uang palsu itu selalu meletakkan uang di meja ataupun etalase, tidak diberikan langsung dari tangan ke tangan. “Pokoknya cirinya saat ramai, uang diletakkan di meja, terus cepat-cepat pergi,” ujarnya.

 

Per Bulan Tembus 250 Lembar

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma kue terang bulan itu begitu wangi saat penutupnya dibuka oleh Hariyadi. Sebagai pedagang kue, tentu saja tangannya cekatan untuk menyelesaikan pesanan konsumen.

Tetapi saat menerima uang, jemarinya yang cekatan menjadi sangat lambat. Uang itu diraba, bila ragu, tak segan dia menerawang uang pecahan Rp 50 ribu tersebut. “Ya jaga-jaga, Mas, biar gak dapat uang palsu lagi,” tuturnya.

Hariyadi pun menunjukan uang palsu pecahan 50 ribu yang ditempel di etalase dagangannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Dari jarak jauh, uang berwarna biru itu tak ubahnya uang sesungguhnya. Tapi bila dilihat dari dekat, warna biru uang palsu itu memudar. Saat diberi cahaya senter dari belakang, tanda air berupa gambar pahlawan yang menjadi ciri khas keaslian uang tak tampak pada uang palsu itu.

Hariyadi mengaku mendapatkan uang palsu pecahan 50 ribu sekitar Desember 2019 kemarin. Dia tidak hanya sekali mendapatkan uang abal-abal. “Dulu pernah juga dapat uang palsu. Tapi baru kali ini ditempel di etalase,” tuturnya.

Menurut pengamatannya, uang palsu itu didapatnya ketika ramai pembeli. “Makanya kalau ramai, saya hati-hati,” jelasnya. Selain ramai, pembeli dengan uang palsu itu selalu meletakkan uang di meja ataupun etalase, tidak diberikan langsung dari tangan ke tangan. “Pokoknya cirinya saat ramai, uang diletakkan di meja, terus cepat-cepat pergi,” ujarnya.

 

Per Bulan Tembus 250 Lembar

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/