alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Cerita Penggalangan Dana di Perempatan Argopuro dan Mangli

Pemuda Desa Klungkung melakukan penarikan sumbangan di lampu merah Argopuro dan Mangli. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli (GPP) itu banyak yang menganggur, namun ingin menyantuni anak yatim.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tulus dan ikhlas. Ini mungkin kata yang pas untuk pemuda asal Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli (GPP) melakukan aksi turun ke jalan untuk menarik sumbangan atau amal. Hasilnya akan dibagikan kepada anak yatim piatu.

BACA JUGA : Upaya Atasi Permasalahan Anak di Bondowoso

Saat itu, ada sekitar 13 pemuda GPP yang turun di sekitar lampu merah Argopuro, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Mereka bergantian menadahkan sekotak kardus yang sudah dibuat sebelumnya. Kotak itu disodorkan ke pengendara mobil maupun sepeda motor yang berhenti saat lampu merah menyala.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di kotak itu tercetak secarik kertas yang menempel dengan tulisan “Pondok Pesantren Raudhatul Tholabah Wal’ulum, Desa Klungkung”. Mereka mengaku merupakan komunitas salawat di bawah asuhan kiai di pondok tersebut.

Niat hati ingin menggalang donasi untuk berbagi dalam agenda milad GPP pada 8 Agustus mendatang. Aksinya itu dilakukan selama beberapa hari. Sejak 19 Juli dan rencananya akan terus dilakukan sampai 7 Agustus 2022.

Setiap hari, uang akan disimpan sampai terkumpul sesuai jadwalnya dan akan didermakan kepada 40 anak yatim piatu di tiga dusun. Dusun Krajan, Mujan, dan Gendir, desa mereka tinggal.

Kegiatan filantropi itu mengundang kalangan pemuda Dusun Krajan. Sebab, banyak dari mereka belum memiliki pekerjaan atau menganggur. Mereka yang belum bekerja inilah yang turun ke jalan. Mereka bersemangat dengan harapan aksinya bisa bermanfaat bagi sesama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tulus dan ikhlas. Ini mungkin kata yang pas untuk pemuda asal Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli (GPP) melakukan aksi turun ke jalan untuk menarik sumbangan atau amal. Hasilnya akan dibagikan kepada anak yatim piatu.

BACA JUGA : Upaya Atasi Permasalahan Anak di Bondowoso

Saat itu, ada sekitar 13 pemuda GPP yang turun di sekitar lampu merah Argopuro, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Mereka bergantian menadahkan sekotak kardus yang sudah dibuat sebelumnya. Kotak itu disodorkan ke pengendara mobil maupun sepeda motor yang berhenti saat lampu merah menyala.

Di kotak itu tercetak secarik kertas yang menempel dengan tulisan “Pondok Pesantren Raudhatul Tholabah Wal’ulum, Desa Klungkung”. Mereka mengaku merupakan komunitas salawat di bawah asuhan kiai di pondok tersebut.

Niat hati ingin menggalang donasi untuk berbagi dalam agenda milad GPP pada 8 Agustus mendatang. Aksinya itu dilakukan selama beberapa hari. Sejak 19 Juli dan rencananya akan terus dilakukan sampai 7 Agustus 2022.

Setiap hari, uang akan disimpan sampai terkumpul sesuai jadwalnya dan akan didermakan kepada 40 anak yatim piatu di tiga dusun. Dusun Krajan, Mujan, dan Gendir, desa mereka tinggal.

Kegiatan filantropi itu mengundang kalangan pemuda Dusun Krajan. Sebab, banyak dari mereka belum memiliki pekerjaan atau menganggur. Mereka yang belum bekerja inilah yang turun ke jalan. Mereka bersemangat dengan harapan aksinya bisa bermanfaat bagi sesama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tulus dan ikhlas. Ini mungkin kata yang pas untuk pemuda asal Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli (GPP) melakukan aksi turun ke jalan untuk menarik sumbangan atau amal. Hasilnya akan dibagikan kepada anak yatim piatu.

BACA JUGA : Upaya Atasi Permasalahan Anak di Bondowoso

Saat itu, ada sekitar 13 pemuda GPP yang turun di sekitar lampu merah Argopuro, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Mereka bergantian menadahkan sekotak kardus yang sudah dibuat sebelumnya. Kotak itu disodorkan ke pengendara mobil maupun sepeda motor yang berhenti saat lampu merah menyala.

Di kotak itu tercetak secarik kertas yang menempel dengan tulisan “Pondok Pesantren Raudhatul Tholabah Wal’ulum, Desa Klungkung”. Mereka mengaku merupakan komunitas salawat di bawah asuhan kiai di pondok tersebut.

Niat hati ingin menggalang donasi untuk berbagi dalam agenda milad GPP pada 8 Agustus mendatang. Aksinya itu dilakukan selama beberapa hari. Sejak 19 Juli dan rencananya akan terus dilakukan sampai 7 Agustus 2022.

Setiap hari, uang akan disimpan sampai terkumpul sesuai jadwalnya dan akan didermakan kepada 40 anak yatim piatu di tiga dusun. Dusun Krajan, Mujan, dan Gendir, desa mereka tinggal.

Kegiatan filantropi itu mengundang kalangan pemuda Dusun Krajan. Sebab, banyak dari mereka belum memiliki pekerjaan atau menganggur. Mereka yang belum bekerja inilah yang turun ke jalan. Mereka bersemangat dengan harapan aksinya bisa bermanfaat bagi sesama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/