alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

 Rentan, Kualitas Tembakau Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau sepertinya akan menjadi sektor yang paling terpukul jika realokasi pupuk bersubsidi tak kunjung ada. Sebab, sekarang petani tembakau sudah tanam dan waktunya pemupukan.

Ketua Aliansi Petani Tembakau Jember Hendro Handoko kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui, beberapa petani tembakau di Jember sudah kesal tidak ada kepastian dari pemerintah kapan alokasi tambahan pupuk subsidi tersebut dikucurkan. Sebab, sekarang petani tembakau sangat membutuhkan pupuk. “Musim tanam mulai Mei Juni, ada juga awal Juli. Sehingga sekarang waktunya pupuk,” terangnya.

Alokasi pupuk subsidi hampir terserap seratus persen, bahkan beberapa kecamatan juga tidak bisa menyalurkan pupuk subsidi akibat alokasi pupuk subsidi terserap semua. Maka dari itu, menurut Hendro, tanaman tembakau di Jember tersebut rentan terjadi penurunan kualitas. Sebab, hanya memakai sangat sedikit pupuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, teman-teman petani tembakau akhirnya beli pupuk nonsubsidi. Tapi pemakaiannya sedikit sekali,” jelasnya. Pengurangan pemakaian pupuk di tanaman tembakau hingga 80 persen.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau sepertinya akan menjadi sektor yang paling terpukul jika realokasi pupuk bersubsidi tak kunjung ada. Sebab, sekarang petani tembakau sudah tanam dan waktunya pemupukan.

Ketua Aliansi Petani Tembakau Jember Hendro Handoko kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui, beberapa petani tembakau di Jember sudah kesal tidak ada kepastian dari pemerintah kapan alokasi tambahan pupuk subsidi tersebut dikucurkan. Sebab, sekarang petani tembakau sangat membutuhkan pupuk. “Musim tanam mulai Mei Juni, ada juga awal Juli. Sehingga sekarang waktunya pupuk,” terangnya.

Alokasi pupuk subsidi hampir terserap seratus persen, bahkan beberapa kecamatan juga tidak bisa menyalurkan pupuk subsidi akibat alokasi pupuk subsidi terserap semua. Maka dari itu, menurut Hendro, tanaman tembakau di Jember tersebut rentan terjadi penurunan kualitas. Sebab, hanya memakai sangat sedikit pupuk.

“Jadi, teman-teman petani tembakau akhirnya beli pupuk nonsubsidi. Tapi pemakaiannya sedikit sekali,” jelasnya. Pengurangan pemakaian pupuk di tanaman tembakau hingga 80 persen.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau sepertinya akan menjadi sektor yang paling terpukul jika realokasi pupuk bersubsidi tak kunjung ada. Sebab, sekarang petani tembakau sudah tanam dan waktunya pemupukan.

Ketua Aliansi Petani Tembakau Jember Hendro Handoko kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui, beberapa petani tembakau di Jember sudah kesal tidak ada kepastian dari pemerintah kapan alokasi tambahan pupuk subsidi tersebut dikucurkan. Sebab, sekarang petani tembakau sangat membutuhkan pupuk. “Musim tanam mulai Mei Juni, ada juga awal Juli. Sehingga sekarang waktunya pupuk,” terangnya.

Alokasi pupuk subsidi hampir terserap seratus persen, bahkan beberapa kecamatan juga tidak bisa menyalurkan pupuk subsidi akibat alokasi pupuk subsidi terserap semua. Maka dari itu, menurut Hendro, tanaman tembakau di Jember tersebut rentan terjadi penurunan kualitas. Sebab, hanya memakai sangat sedikit pupuk.

“Jadi, teman-teman petani tembakau akhirnya beli pupuk nonsubsidi. Tapi pemakaiannya sedikit sekali,” jelasnya. Pengurangan pemakaian pupuk di tanaman tembakau hingga 80 persen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/