alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Jalan Terus meski Sempat Dapat Larangan dari Orang Tua

Karena pandemi Covid-19, dunia pendidikan pun terguncang. Anak-anak tak lagi bisa bertegur sapa dengan guru dan teman sekelasnya. Ditambah, ketersediaan sarana belajar daring membuat banyak peserta didik mati kutu ketika belajar di rumah. Beruntung, ada kelompok yang peduli dengan hal tersebut. Caranya dengan mengadakan kegiatan belajar dan menerapkan protokol Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 1

Fiqih memaparkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga kali pertemuan. Untuk pengajar, lanjutnya, pihaknya bersinergi dengan anggota AZKA yang sedang menempuh kuliah di perguruan tinggi di Jember. “Ada tiga pengajar, mereka ini yang membimbing anak-anak dan bermain,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur AZKA Suparman Alfayadh mengakui, sebelum langkah ini dilakukan, mereka sempat mendapat penolakan ketika kali pertama mendatangi wali murid. Sebab, banyak wali murid yang khawatir anak-anak mereka terpapar Covid-19 jika mengikuti kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

Beruntung, setelah diberikan pemahaman, akhirnya para wali murid setuju. Sebab, pihaknya benar-benar menerapkan protokol Covid-19. “Karena merasa nyaman, anak-anak malah ndak mau kalau cuma tiga hari. Mereka ingin kegiatan serupa berlanjut karena seru,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi kelompok lain untuk membantu anak-anak kecil Jember yang terdampak Covid-19. Terutama untuk yatim piatu dan kaum duafa. “Tapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tegasnya.

“Semoga pandemi lekas berakhir supaya anak-anak bisa kembali bersekolah. Sebab, banyak anak yang kesulitan belajar saat ini. Meski berada di tengah kota, banyak yang tak memiliki HP,” tandasnya.

- Advertisement -

Fiqih memaparkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga kali pertemuan. Untuk pengajar, lanjutnya, pihaknya bersinergi dengan anggota AZKA yang sedang menempuh kuliah di perguruan tinggi di Jember. “Ada tiga pengajar, mereka ini yang membimbing anak-anak dan bermain,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur AZKA Suparman Alfayadh mengakui, sebelum langkah ini dilakukan, mereka sempat mendapat penolakan ketika kali pertama mendatangi wali murid. Sebab, banyak wali murid yang khawatir anak-anak mereka terpapar Covid-19 jika mengikuti kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

Beruntung, setelah diberikan pemahaman, akhirnya para wali murid setuju. Sebab, pihaknya benar-benar menerapkan protokol Covid-19. “Karena merasa nyaman, anak-anak malah ndak mau kalau cuma tiga hari. Mereka ingin kegiatan serupa berlanjut karena seru,” paparnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi kelompok lain untuk membantu anak-anak kecil Jember yang terdampak Covid-19. Terutama untuk yatim piatu dan kaum duafa. “Tapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tegasnya.

“Semoga pandemi lekas berakhir supaya anak-anak bisa kembali bersekolah. Sebab, banyak anak yang kesulitan belajar saat ini. Meski berada di tengah kota, banyak yang tak memiliki HP,” tandasnya.

Fiqih memaparkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga kali pertemuan. Untuk pengajar, lanjutnya, pihaknya bersinergi dengan anggota AZKA yang sedang menempuh kuliah di perguruan tinggi di Jember. “Ada tiga pengajar, mereka ini yang membimbing anak-anak dan bermain,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur AZKA Suparman Alfayadh mengakui, sebelum langkah ini dilakukan, mereka sempat mendapat penolakan ketika kali pertama mendatangi wali murid. Sebab, banyak wali murid yang khawatir anak-anak mereka terpapar Covid-19 jika mengikuti kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

Beruntung, setelah diberikan pemahaman, akhirnya para wali murid setuju. Sebab, pihaknya benar-benar menerapkan protokol Covid-19. “Karena merasa nyaman, anak-anak malah ndak mau kalau cuma tiga hari. Mereka ingin kegiatan serupa berlanjut karena seru,” paparnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi kelompok lain untuk membantu anak-anak kecil Jember yang terdampak Covid-19. Terutama untuk yatim piatu dan kaum duafa. “Tapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tegasnya.

“Semoga pandemi lekas berakhir supaya anak-anak bisa kembali bersekolah. Sebab, banyak anak yang kesulitan belajar saat ini. Meski berada di tengah kota, banyak yang tak memiliki HP,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/