alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Ayo Tetap Pakai Masker!

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru saat ini bukan berarti kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. Namun lebih pada penerapan kebiasaan baru yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan. Yakni melalui protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker, hingga pembatasan fisik. Sayangnya, kebiasaan tersebut sudah mulai tak seketat awal korona mulai merebak, khususnya di Kabupaten Jember.

Salah satunya terlihat saat ibadah salat Jumat di salah satu masjid. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, para jamaah tak terlalu memperhatikan lagi penerapan protokol kesehatan. Tampak beberapa jamaah yang tidak mengenakan masker, dan pengaturan saf pun tak seketat sebelumnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di lingkungan pasar. Sejumlah warga tampak hilir mudik di lingkungan pasar tanpa mengenakan masker. Meski sebagian besar pedagang dan pembeli sudah menaati aturan protokol kesehatan, namun masih ada saja yang tidak mengenakan masker. Kalaupun memakainya, caranya pun tidak sesuai dengan yang telah diimbau tenaga medis, yakni menutupi sebagian area wajah mulai dari hidung hingga bawah dagu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa warga memilih mengenakan masker untuk menutupi mulutnya saja. Bahkan ada yang berkendara di sepanjang pasar tanpa menggunakan masker.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Kamis (23/4) lalu, tercatat penambahan 15 pasien baru. Sehingga total ada 231 yang positif korona, sementara untuk pasien sembuh ada 91 orang. Sehingga, tinggal 140 yang positif korona.

Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono mengungkapkan, RSD dr Soebandi yang menjadi rumah sakit pertama rujukan Covid-19 terus menambah jumlah instalasi untuk korona. “Kami tidak hanya merawat yang positif, tapi juga PDP dan OTG kontak erat,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru saat ini bukan berarti kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. Namun lebih pada penerapan kebiasaan baru yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan. Yakni melalui protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker, hingga pembatasan fisik. Sayangnya, kebiasaan tersebut sudah mulai tak seketat awal korona mulai merebak, khususnya di Kabupaten Jember.

Salah satunya terlihat saat ibadah salat Jumat di salah satu masjid. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, para jamaah tak terlalu memperhatikan lagi penerapan protokol kesehatan. Tampak beberapa jamaah yang tidak mengenakan masker, dan pengaturan saf pun tak seketat sebelumnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di lingkungan pasar. Sejumlah warga tampak hilir mudik di lingkungan pasar tanpa mengenakan masker. Meski sebagian besar pedagang dan pembeli sudah menaati aturan protokol kesehatan, namun masih ada saja yang tidak mengenakan masker. Kalaupun memakainya, caranya pun tidak sesuai dengan yang telah diimbau tenaga medis, yakni menutupi sebagian area wajah mulai dari hidung hingga bawah dagu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa warga memilih mengenakan masker untuk menutupi mulutnya saja. Bahkan ada yang berkendara di sepanjang pasar tanpa menggunakan masker.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Kamis (23/4) lalu, tercatat penambahan 15 pasien baru. Sehingga total ada 231 yang positif korona, sementara untuk pasien sembuh ada 91 orang. Sehingga, tinggal 140 yang positif korona.

Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono mengungkapkan, RSD dr Soebandi yang menjadi rumah sakit pertama rujukan Covid-19 terus menambah jumlah instalasi untuk korona. “Kami tidak hanya merawat yang positif, tapi juga PDP dan OTG kontak erat,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru saat ini bukan berarti kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. Namun lebih pada penerapan kebiasaan baru yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan. Yakni melalui protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker, hingga pembatasan fisik. Sayangnya, kebiasaan tersebut sudah mulai tak seketat awal korona mulai merebak, khususnya di Kabupaten Jember.

Salah satunya terlihat saat ibadah salat Jumat di salah satu masjid. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, para jamaah tak terlalu memperhatikan lagi penerapan protokol kesehatan. Tampak beberapa jamaah yang tidak mengenakan masker, dan pengaturan saf pun tak seketat sebelumnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di lingkungan pasar. Sejumlah warga tampak hilir mudik di lingkungan pasar tanpa mengenakan masker. Meski sebagian besar pedagang dan pembeli sudah menaati aturan protokol kesehatan, namun masih ada saja yang tidak mengenakan masker. Kalaupun memakainya, caranya pun tidak sesuai dengan yang telah diimbau tenaga medis, yakni menutupi sebagian area wajah mulai dari hidung hingga bawah dagu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa warga memilih mengenakan masker untuk menutupi mulutnya saja. Bahkan ada yang berkendara di sepanjang pasar tanpa menggunakan masker.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Kamis (23/4) lalu, tercatat penambahan 15 pasien baru. Sehingga total ada 231 yang positif korona, sementara untuk pasien sembuh ada 91 orang. Sehingga, tinggal 140 yang positif korona.

Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono mengungkapkan, RSD dr Soebandi yang menjadi rumah sakit pertama rujukan Covid-19 terus menambah jumlah instalasi untuk korona. “Kami tidak hanya merawat yang positif, tapi juga PDP dan OTG kontak erat,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/