alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pro Kontra Mahar Cakades

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Beredarnya surat edaran yang diterbitkan oleh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Semanding, Senin (22/7) lalu, ditanggapi oleh ketua panitia yakni Hairul Jumali. Menurutnya, setiap peserta pilkades itu perlu menaati tata tertib yang dibuat oleh panitia.

Salah satunya terkait nominal sumbangan yang sempat digegerkan sejumlah calon. Dalam surat panitia itu, jika ada salah satu calon yang belum bisa melunasi, mereka bisa saja dianggap mengundurkan diri, meskipun berkas-berkasnya telah lengkap. “Mereka harus menaati peraturan yang dibuat oleh panitia, kalau belum bayar dianggap mengundurkan diri,” jelas Jumali.

Dalam surat edarannya, penetapan anggaran untuk keperluan pilkades di desanya berjumlah sekitar Rp 160 jutaan. Sedangkan calon yang sudah masuk saat ini ada tiga. Masing-masing dari mereka akan menalangi sekitar Rp 65 jutaan per calon. Untuk penetapan anggaran tersebut, pihaknya tidak melibatkan para calon, namun hanya surat pemberitahuan saja. Dia menjelaskan, semisal pada Sabtu (27/7) lusa salah satu calon tidak bisa membayar, cakades bisa tidak kebagian nomor urut, atau sudah dianggap mengundurkan diri oleh panitia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Samsul M, salah satu cakades, mengungkapkan bahwa dirinya merasa keberatan dengan nominal itu. Dirinya mengaku bukan tidak mau membayar, namun harus ada keringanan. Hal itu berdasarkan hitungan jumlah pemilih di desanya yang tidak lebih dari 7 ribu pemilih.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Beredarnya surat edaran yang diterbitkan oleh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Semanding, Senin (22/7) lalu, ditanggapi oleh ketua panitia yakni Hairul Jumali. Menurutnya, setiap peserta pilkades itu perlu menaati tata tertib yang dibuat oleh panitia.

Salah satunya terkait nominal sumbangan yang sempat digegerkan sejumlah calon. Dalam surat panitia itu, jika ada salah satu calon yang belum bisa melunasi, mereka bisa saja dianggap mengundurkan diri, meskipun berkas-berkasnya telah lengkap. “Mereka harus menaati peraturan yang dibuat oleh panitia, kalau belum bayar dianggap mengundurkan diri,” jelas Jumali.

Dalam surat edarannya, penetapan anggaran untuk keperluan pilkades di desanya berjumlah sekitar Rp 160 jutaan. Sedangkan calon yang sudah masuk saat ini ada tiga. Masing-masing dari mereka akan menalangi sekitar Rp 65 jutaan per calon. Untuk penetapan anggaran tersebut, pihaknya tidak melibatkan para calon, namun hanya surat pemberitahuan saja. Dia menjelaskan, semisal pada Sabtu (27/7) lusa salah satu calon tidak bisa membayar, cakades bisa tidak kebagian nomor urut, atau sudah dianggap mengundurkan diri oleh panitia.

Samsul M, salah satu cakades, mengungkapkan bahwa dirinya merasa keberatan dengan nominal itu. Dirinya mengaku bukan tidak mau membayar, namun harus ada keringanan. Hal itu berdasarkan hitungan jumlah pemilih di desanya yang tidak lebih dari 7 ribu pemilih.

RADAR JEMBER.ID – Beredarnya surat edaran yang diterbitkan oleh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Semanding, Senin (22/7) lalu, ditanggapi oleh ketua panitia yakni Hairul Jumali. Menurutnya, setiap peserta pilkades itu perlu menaati tata tertib yang dibuat oleh panitia.

Salah satunya terkait nominal sumbangan yang sempat digegerkan sejumlah calon. Dalam surat panitia itu, jika ada salah satu calon yang belum bisa melunasi, mereka bisa saja dianggap mengundurkan diri, meskipun berkas-berkasnya telah lengkap. “Mereka harus menaati peraturan yang dibuat oleh panitia, kalau belum bayar dianggap mengundurkan diri,” jelas Jumali.

Dalam surat edarannya, penetapan anggaran untuk keperluan pilkades di desanya berjumlah sekitar Rp 160 jutaan. Sedangkan calon yang sudah masuk saat ini ada tiga. Masing-masing dari mereka akan menalangi sekitar Rp 65 jutaan per calon. Untuk penetapan anggaran tersebut, pihaknya tidak melibatkan para calon, namun hanya surat pemberitahuan saja. Dia menjelaskan, semisal pada Sabtu (27/7) lusa salah satu calon tidak bisa membayar, cakades bisa tidak kebagian nomor urut, atau sudah dianggap mengundurkan diri oleh panitia.

Samsul M, salah satu cakades, mengungkapkan bahwa dirinya merasa keberatan dengan nominal itu. Dirinya mengaku bukan tidak mau membayar, namun harus ada keringanan. Hal itu berdasarkan hitungan jumlah pemilih di desanya yang tidak lebih dari 7 ribu pemilih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/